KlikMojok – Jalan Raya akses Suramadu, di Desa Masaran, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan, seringkali menjadi saksi bisu hiruk pikuk mobilitas Jawa Timur. Namun, pada Minggu dini hari, 11 Oktober 2026, ketenangan sebelum fajar itu pecah oleh sebuah insiden tragis yang merenggut nyawa. Sebuah kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua kendaraan besar, sebuah Daihatsu pick up dan truk Colt Diesel, terjadi di tengah kegelapan, meninggalkan duka dan pertanyaan besar tentang keselamatan di jalan raya.
Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, mengonfirmasi peristiwa nahas tersebut, menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Insiden ini melibatkan Daihatsu pick up bernomor polisi M 8677 F dan truk Colt Diesel bernomor polisi M 9587 UN. Sebuah skenario yang sayangnya sering terulang, di mana kerentanan sebuah kendaraan yang terhenti di tengah jalan berujung pada malapetaka.
“Kendaraan Daihatsu pick up berjalan dari arah selatan ke utara. Sesampainya di tempat kejadian, kendaraan tersebut menabrak bagian belakang truk Colt Diesel yang sedang berhenti di badan jalan sisi barat untuk mengganti ban,” jelas Agung, pada Senin (12/10/2026), menggambarkan detik-detik mengerikan tabrakan itu.
Daihatsu pick up tersebut dikemudikan oleh ID (35), seorang warga Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan. Sementara itu, truk Colt Diesel yang nahas dikemudikan oleh MH, warga Kabupaten Sampang, yang kala itu tengah berjuang memperbaiki kendaraannya di tepi jalan yang gelap.
Akibat benturan yang tak terhindarkan, sopir truk berinisial MH meninggal dunia di tempat kejadian. Sementara itu, pengemudi pick up, ID, dan penumpangnya, HO (34), meskipun selamat dari maut, mengalami luka ringan. Sebuah malam yang seharusnya tenang, berubah menjadi mimpi buruk bagi ketiga individu tersebut dan keluarga mereka.
“Kecelakaan ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua orang mengalami luka ringan. Kedua kendaraan juga mengalami kerusakan,” ungkap Agung, merangkum dampak fisik dari insiden tersebut, di mana kerugian materiil seolah tak sebanding dengan hilangnya nyawa.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi para pengendara tentang betapa pentingnya kewaspadaan dan konsentrasi penuh saat berkendara, terutama pada dini hari ketika visibilitas terbatas dan kelelahan seringkali mengintai. Ipda Agung Intama secara khusus mengimbau agar setiap pengemudi selalu berhati-hati dan menjaga fokus, khususnya saat melintas di jam-jam rawan tersebut. Kondisi jalan yang gelap dan potensi adanya kendaraan yang berhenti di badan jalan menuntut kewaspadaan ekstra.
Pengendara juga diminta untuk senantiasa memperhatikan kondisi lalu lintas di depan kendaraan, menjaga jarak aman, dan mengantisipasi segala kemungkinan. “Pengendara harus selalu waspada dan memastikan kondisi jalan di depannya aman. Apabila ada kendaraan yang berhenti di badan jalan, diperlukan kewaspadaan ekstra agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya. Sebuah pesan penting yang menggema, mengingatkan kita bahwa keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab kolektif yang tak boleh diabaikan, demi mencegah tragedi serupa terulang di akses Suramadu yang vital ini. Tragedi ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya pendidikan lalu lintas dan kesadaran akan bahaya di setiap perjalanan.












