Menu

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Ketika Hutan Menjerit di Mojokerto: Pelajaran Penting dari Perjuangan Pemadaman Manual di Jatirejo

badge-check

Ketika Hutan Menjerit di Mojokerto: Pelajaran Penting dari Perjuangan Pemadaman Manual di Jatirejo Perbesar

KlikMojok – Di tengah riuhnya suara serangga malam dan bisikan angin yang biasanya menenangkan, sebuah ancaman membara muncul dari jantung hutan. Pada Rabu, 16 September 2026, kawasan hutan petak 3A-1 Pasuruan, Resort Pemangku Hutan (RPH) Manting, yang secara administratif masuk wilayah Desa Bleberan, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, dilalap api. Peristiwa kebakaran hutan Mojokerto ini bukan sekadar insiden, melainkan panggilan darurat yang menguji ketahanan alam dan manusia.

Laporan mengenai amukan si jago merah ini segera sampai di meja Call Center Pusdalops, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, yang diterima dari pihak Perhutani. Respons cepat pun menjadi kunci, sebab setiap detik berarti dalam upaya menyelamatkan paru-paru bumi yang vital. Tim gabungan, yang terdiri dari personel BPBD Kabupaten Mojokerto, Perhutani, TNI, dan Polri, tanpa menunda langsung bergerak menuju lokasi, siap menghadapi tantangan medan dan kobaran api.

Upaya penanganan karhutla ini sungguh menguras tenaga dan memerlukan strategi khusus. Berbeda dengan pemadaman di area terbuka, di tengah rimba Mojokerto ini, tim harus berjuang secara manual, memadamkan setiap titik api satu per satu. Selain itu, mereka juga berpacu dengan waktu untuk membuat sekat bakar, sebuah garis pertahanan yang krusial untuk mencegah api meluas tak terkendali ke area hutan lainnya.

Abdul Khakim, Kepala Bidang (Kabid) Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Mojokerto, menjelaskan bahwa kondisi medan menjadi pertimbangan utama dalam setiap langkah. “Tim gabungan melakukan pemantauan dan pemadaman secara manual,” ungkapnya pada Kamis, 17 September 2026, sehari setelah insiden bermula.

Tak hanya itu, Khakim juga menegaskan pentingnya pembuatan sekat bakar sebagai langkah antisipasi agar jilatan api tidak semakin merajalela. Hingga pukul 22.30 WIB pada hari yang sama, kobaran api masih terus dalam pemantauan ketat petugas. Tantangan terbesar, lanjut Khakim, adalah lokasi kebakaran yang berada di medan terjal dan sulit dijangkau, memaksa setiap anggota tim untuk ekstra hati-hati.

“Sehingga proses pemadaman membutuhkan penanganan secara manual dan kehati-hatian. Sampai pagi ini, petugas gabungan masih terus melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk memastikan perkembangan kondisi api serta mengantisipasi potensi penyebaran kebakaran,” tegasnya, menyoroti dedikasi tanpa henti para petugas di garis depan.

Peristiwa kebakaran hutan Mojokerto di Jatirejo ini bukan sekadar catatan statistik bencana. Ia adalah cerminan betapa rentannya ekosistem kita di hadapan kelalaian atau kondisi alam yang ekstrem. Lebih dari sekadar upaya pemadaman, insiden ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya edukasi lingkungan, kesadaran kolektif akan konservasi, dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla yang kian nyata. Setiap percikan api adalah pengingat bahwa menjaga hutan adalah tugas bersama, demi warisan alam yang lestari bagi generasi mendatang.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Harmoni yang Terancam: Ketika Dentuman Sound Horeg Menguji Batas Toleransi dan Kesadaran Warga Mojokerto

17 Sep 2026 - 15:19 WIB

Harmoni yang Terancam: Ketika Dentuman Sound Horeg Menguji Batas Toleransi dan Kesadaran Warga Mojokerto

Ketika Gerbang Kampus Tertutup: Suara Mahasiswa UINSA dan Kebebasan Pers yang Terpasung

17 Sep 2026 - 15:19 WIB

Ketika Gerbang Kampus Tertutup: Suara Mahasiswa UINSA dan Kebebasan Pers yang Terpasung

Evaluasi dan Pembinaan Perangkat Pembelajaran 13 Asatizah SMP eLKISI oleh Dinas Pendidikan Mojokerto

17 Sep 2026 - 15:18 WIB

Evaluasi dan Pembinaan Perangkat Pembelajaran 13 Asatizah SMP eLKISI oleh Dinas Pendidikan Mojokerto

LDKS Smedaka di Trawas: Menempa 72 Siswa Jadi Pemimpin Berkarakter dan Amanah

17 Sep 2026 - 15:16 WIB

LDKS Smedaka di Trawas: Menempa 72 Siswa Jadi Pemimpin Berkarakter dan Amanah

Nyala Peringatan Dini dari Lamongan: Tragedi Ledakan Pabrik Blesscon, Sebuah Pelajaran Mahal Keselamatan Industri

17 Sep 2026 - 09:46 WIB

Nyala Peringatan Dini dari Lamongan: Tragedi Ledakan Pabrik Blesscon, Sebuah Pelajaran Mahal Keselamatan Industri
Trending di Pendidikan