KlikMojok – Malam itu, Senin (5/10/2026), Dusun Wonokoyo yang biasanya tenang di Desa Kertosari, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, dikejutkan oleh kepulan asap kelabu yang membumbung tinggi, disusul pijar merah yang melahap bagian vital sebuah rumah. Dapur, jantung dari sebuah hunian tempat keluarga berkumpul dan beraktivitas, tiba-tiba menjadi saksi bisu amukan si jago merah. Insiden kebakaran rumah di Kutorejo, Mojokerto, ini segera memicu kepanikan, namun juga mengundang respons cepat dari berbagai pihak.
Kebakaran yang menghanguskan area dapur tersebut dilaporkan sekitar pukul 20.46 WIB. Sesaat setelah laporan diterima, tim tanggap darurat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto langsung bergerak cepat. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim, menjelaskan kronologi penanganan.
“Setelah menerima laporan dari masyarakat, satu unit Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto menuju lokasi untuk melakukan pemadaman dan pembasahan. Bagian rumah yang terbakar berada di area dapur dengan luas terdampak sekitar 6 x 6 meter,” ungkap Abdul Khakim, keesokan harinya, Selasa (6/10/2026). Area seluas 36 meter persegi itu, beserta seluruh isinya, ludes dilalap api, meninggalkan puing dan arang yang menghitam.
Dalam upaya memadamkan api, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) BPBD Kabupaten Mojokerto tidak bekerja sendiri. Mereka mendapat bantuan sigap dari aparat Polsek dan Koramil setempat, para relawan kemanusiaan, serta masyarakat sekitar yang bahu-membahu. Solidaritas warga dan kesigapan tim gabungan ini menjadi kunci dalam mengendalikan situasi, mencegah api menjalar ke bagian rumah lain atau bahkan ke rumah tetangga.
Proses pemadaman berlangsung intens selama kurang lebih 54 menit. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan dengan pembasahan menyeluruh untuk memastikan tidak ada lagi titik-titik api tersembunyi yang berpotensi menyala kembali. “Api juga membakar sejumlah barang dan isi yang berada di dalam dapur. Setelah dilakukan upaya pemadaman, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.40 WIB. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut,” tambah Abdul Khakim, lega.
Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa atau luka, kerugian material akibat kebakaran ini tentu tidak sedikit. Abdul Khakim menyatakan bahwa penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan, dan besaran kerugian akibat insiden tersebut juga masih dalam proses pendataan. Namun, lebih dari sekadar angka, yang terbakar adalah sebagian dari kenangan dan rutinitas sebuah keluarga. Petugas memastikan bahwa penanganan di lokasi akan terus dilakukan hingga kondisi dinyatakan benar-benar aman, tanpa potensi pemicu kebakaran lain.
Kisah kebakaran di Kutorejo ini bukan hanya tentang api dan kerugian, melainkan juga tentang ketahanan sebuah komunitas. Ini adalah pengingat betapa rentannya kehidupan di hadapan bencana, namun juga betapa kuatnya semangat gotong royong dan kesigapan dalam menghadapi cobaan. Dari setiap kepulan asap yang hilang, ada pelajaran berharga tentang kewaspadaan, persiapan, dan pentingnya saling membantu dalam balutan kemanusiaan.












