Menu

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Di Balik Selat Sunda yang Membeku: Jejak Surakman dan Asa yang Tak Padam untuk Jurnalis Arupadhatu I

badge-check

Di Balik Selat Sunda yang Membeku: Jejak Surakman dan Asa yang Tak Padam untuk Jurnalis Arupadhatu I Perbesar

KlikMojok – Ombak Selat Sunda tak pernah beristirahat, namun kadang ia menyimpan rahasia kelam di dasar biru yang membentang. Setelah 16 hari menjadi misteri yang menghantui banyak pihak, sebuah petunjuk getir akhirnya muncul, menyibak sedikit tabir hilangnya rombongan speedboat Arupadhatu I. Surakman (60), salah satu awak kapal (ABK) yang turut serta dalam peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau, dipastikan telah ditemukan meninggal dunia di perairan Pulau Enggano, Bengkulu.

Kabar ditemukannya jasad Surakman menjadi titik terang setelah berhari-hari pencarian tanpa hasil. Identitasnya dikonfirmasi melalui hasil uji DNA yang dinyatakan identik dengan ABK Arupadhatu I. Konfirmasi ini disampaikan langsung oleh Kapolda Banten Irjen Pol Hengki pada Rabu, 23 September 2026, membawa campuran duka dan harapan bagi keluarga korban dan rekan-rekan jurnalis yang masih menunggu.

Speedboat Arupadhatu I sendiri membawa delapan individu penting: lima jurnalis foto dan tiga awak kapal, yang semuanya dilaporkan hilang kontak sejak 7 September 2026. Mereka kala itu tengah menjalankan tugas mulia, mengabadikan momen erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda. Penemuan jasad Surakman ini menjadi bukti nyata pertama setelah operasi pencarian dan pertolongan gabungan yang dipimpin Basarnas resmi dihentikan pada hari ke-10, tepatnya 17 September 2026.

Ketua Umum Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pusat, Dwi Pambudo, menyampaikan duka cita mendalam atas ditemukannya salah satu kru kapal. Namun, di balik kesedihan itu, ia melihat penemuan ini sebagai petunjuk krusial yang dapat mengubah arah pencarian. “Penemuan jasad salah satu kru kapal ini merupakan bukti autentik pertama sejak hilangnya rombongan. Ini mematahkan segala spekulasi dan menjadi petunjuk arah baru mengenai keberadaan kapal serta para penyintas (survivor) lainnya,” ujar Dwi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 23 September 2026.

Berdasarkan temuan baru yang sangat vital ini, PFI secara resmi mendesak Basarnas bersama tim SAR gabungan TNI/Polri untuk segera membuka kembali operasi pencarian. PFI meminta agar penyisiran dilakukan secara intensif, dengan fokus di sekitar lokasi ditemukannya jasad Surakman serta jalur perairan yang membentang dari Selat Sunda menuju Enggano. “Harapan kami dan pihak keluarga sama sekali belum padam. Kami meminta negara hadir secara maksimal untuk melacak keberadaan lima rekan jurnalis kami dan dua kru kapal lainnya yang masih berstatus hilang. Waktu sangat berharga, dan setiap detiknya berarti bagi keselamatan mereka,” tegas Dwi, menyuarakan jeritan hati keluarga dan komunitas jurnalis.

PFI juga mengingatkan kembali komitmen yang pernah disampaikan otoritas SAR ketika operasi pencarian dihentikan pekan lalu. Saat itu, disebutkan bahwa operasi penyelamatan akan dibuka kembali secara otomatis apabila ditemukan petunjuk atau tanda-tanda baru mengenai keberadaan para korban. “Penemuan ini menjadi alasan kuat untuk kembali melakukan pencarian. Kami berharap temuan tersebut tidak berhenti sebagai informasi, tetapi ditindaklanjuti dengan operasi SAR kembali,” demikian sikap PFI yang disampaikan melalui rilis resminya, menekankan pentingnya menepati janji.

Hingga saat ini, masih ada tujuh orang dari rombongan Arupadhatu I yang berstatus hilang. Mereka adalah Yudistiro Pranoto dari iNews, Donal Husni (jurnalis lepas), Arie Basuki (Merdeka.com), Firdaus Wajidi (Anadolu Agency), dan Muhammad Bagus Khoirunas (LKBN Antara), serta dua kru kapal lainnya. PFI Pusat, bersama seluruh pengurus daerahnya, menyatakan komitmen untuk terus memberikan pendampingan kepada keluarga kelima jurnalis yang masih hilang, serta memastikan akan mengawal proses pencarian dan penanganan kasus tragis ini hingga tuntas. Harapan untuk menemukan mereka masih menyala, di tengah luasnya samudra dan waktu yang terus berjalan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Nisan Tua dan Narasi yang Hilang: Jejak Pencurian Batu Yoni di Situs Cagar Budaya Jember

24 Sep 2026 - 12:40 WIB

Nisan Tua dan Narasi yang Hilang: Jejak Pencurian Batu Yoni di Situs Cagar Budaya Jember

Rentetan Kontroversi dan Tekanan yang Mengakhiri Jabatan Rektor UINSA Akh. Muzakki dalam Delapan Hari

24 Sep 2026 - 12:39 WIB

Rentetan Kontroversi dan Tekanan yang Mengakhiri Jabatan Rektor UINSA Akh. Muzakki dalam Delapan Hari

Siswa Miosi Aktif Verifikasi Teori Perubahan Zat Fisika dan Kimia dalam Praktikum IPA

24 Sep 2026 - 12:36 WIB

Siswa Miosi Aktif Verifikasi Teori Perubahan Zat Fisika dan Kimia dalam Praktikum IPA

Murid Spemdalas GKB Berimajinasi Gambar Gresik Masa Depan Asri dalam Science Camp

24 Sep 2026 - 09:45 WIB

Murid Spemdalas GKB Berimajinasi Gambar Gresik Masa Depan Asri dalam Science Camp

Bekal Kepemimpinan Kader IPM Smamsatu: Mengenal Peran Organisasi dan Karakter Kemuhammadiyahan

24 Sep 2026 - 09:43 WIB

Bekal Kepemimpinan Kader IPM Smamsatu: Mengenal Peran Organisasi dan Karakter Kemuhammadiyahan
Trending di Pendidikan