KlikMojok – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, pasokan listrik yang stabil seringkali dianggap sebagai keniscayaan. Namun, di balik setiap sakelar yang menyala, ada upaya tak henti untuk menjaga keandalan infrastrukturnya. Salah satu musuh tak terduga yang mengintai adalah pepohonan rindang yang tumbuh terlalu dekat dengan jalur energi. Di Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, potensi ancaman ini menjadi perhatian serius, mendorong PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Bojonegoro untuk bergerak cepat mengamankan jaringan listrik demi keselamatan dan kenyamanan warga.
Pohon yang merayap mendekati jaringan tegangan menengah 20 kilovolt (kV) bukan sekadar pemandangan biasa; ia adalah bom waktu yang dapat mengganggu keandalan pasokan listrik, bahkan membahayakan nyawa. Ranting atau dahan yang menyentuh kabel bertegangan tinggi dapat memicu korsleting, pemadaman listrik, hingga insiden fatal. Menyadari urgensi ini, PLN ULP Bojonegoro tak tinggal diam. Pada Selasa, 22 September 2026, mereka menggelar operasi masif bertajuk PACER+ (Pengamanan Cepat Eksekusi ROW + Konstruksi) di Kecamatan Dander, Bojonegoro.
Operasi ini bukanlah pekerjaan ringan. Sebanyak enam tim dengan total 32 personel diterjunkan untuk menyisir 240 titik kritis yang tersebar di sekitar jaringan listrik. Dimulai dengan apel bersama di GOR Dabonsia Bojonegoro, para petugas kemudian menyebar ke lokasi-lokasi target. Pekerjaan yang dilakukan beragam, mulai dari perabasan, pemangkasan, hingga penebangan pohon yang dinilai berpotensi mengganggu ruang bebas jaringan atau Right of Way (ROW). Lebih dari sekadar menebang, kegiatan ini juga mencakup pemeliharaan konstruksi jaringan listrik, sebuah langkah preventif untuk memastikan seluruh sistem berfungsi optimal dan aman.
Manager ULP Bojonegoro Kota, Saiful Amin, menekankan pentingnya kesadaran kolektif terhadap isu ini. Menurutnya, keberadaan pohon yang terlalu dekat dengan jaringan listrik adalah masalah yang harus menjadi perhatian bersama. “Dahan atau ranting yang menyentuh jaringan 20 kV berpotensi menyebabkan gangguan pada sistem kelistrikan,” jelasnya. Oleh karena itu, Saiful sangat berharap masyarakat dapat proaktif dan kooperatif. “Harapan kami masyarakat bisa memberikan izin kepada petugas di lapangan yang melakukan perapian dan perabasan pohon,” katanya.
Edukasi juga menjadi pilar penting dalam upaya pengamanan ini. Saiful mengingatkan masyarakat agar tidak sekali-kali melakukan pemangkasan pohon secara mandiri, terutama jika lokasinya berdekatan dengan jaringan listrik, apalagi yang bertegangan 20 kV. Penanganan oleh petugas profesional adalah keharusan mutlak demi menjaga keselamatan warga dan mencegah risiko yang tidak diinginkan. Untuk itu, PLN membuka kanal komunikasi resmi bagi warga yang menemukan potensi bahaya. “Jika ada pohon dekat jaringan atau menyentuh jaringan 20 kV, masyarakat bisa melaporkan kepada PLN melalui kanal resmi PLN, yaitu aplikasi PLN Mobile dan Call Center 123,” terangnya.
Keterlibatan masyarakat, imbuh Saiful, memiliki peran yang sangat vital dalam menjaga keamanan jaringan listrik. Selain aktif melaporkan potensi gangguan, warga juga diharapkan memberikan akses penuh kepada petugas saat proses perabasan maupun perapian pohon dilakukan. Dengan sinergi antara PLN dan masyarakat, target penanganan 240 titik di Kecamatan Dander dapat dicapai secara optimal. Upaya komprehensif ini, seperti yang dipungkas Saiful, “dilakukan untuk mengurangi potensi gangguan akibat pepohonan sekaligus menjaga jaringan listrik tetap aman dan andal bagi masyarakat.” Ini adalah investasi kolektif untuk masa depan yang lebih terang dan aman bagi seluruh warga Bojonegoro.












