KlikMojok – Memanfaatkan barang bekas menjadi media pembelajaran yang efektif dan menyenangkan merupakan salah satu inovasi di dunia pendidikan. Di SD Kreatif Baratajaya, siswa diajak belajar sains dengan cara yang unik dan interaktif, yakni mengubah botol bekas menjadi mainan ubur-ubur. Kegiatan ini memungkinkan mereka bereksperimen, berkreasi, serta menikmati keseruan praktik langsung.
Botol plastik bekas yang seringkali dianggap sampah dan dibuang, ternyata dapat menjadi sumber keseruan dan pembelajaran berharga. Melalui tangan kreatif para siswa SD Kreatif Baratajaya, benda sederhana ini bertransformasi menjadi mainan ubur-ubur yang menarik dan edukatif.

Keseruan dalam belajar sains ini terlihat jelas dalam kegiatan ekstrakurikuler Sains Club yang diadakan di SD Muhammadiyah 16 Surabaya (yang juga dikenal sebagai SD Kreatif Baratajaya) pada hari Selasa, 1 September 2026.
Inisiatif ini bertujuan mengajak para siswa untuk memanfaatkan barang-barang sederhana yang ada di sekitar mereka sebagai sarana pembelajaran sains melalui praktik langsung.
Untuk membuat mainan ubur-ubur yang inovatif ini, siswa dibekali dengan beberapa bahan dasar. Mereka menggunakan botol plastik bekas, sedotan, klip kertas, gunting, dan spidol permanen. Dengan bahan-bahan tersebut, mereka berhasil menciptakan mainan yang menyerupai ubur-ubur.
Lebih dari sekadar melatih kreativitas, kegiatan ini juga mendorong siswa untuk mengamati fenomena sains secara langsung. Hal ini menjadikan proses belajar tidak hanya bergantung pada penjelasan teoritis, melainkan juga pada pengalaman praktis yang mereka alami sendiri.
Setelah jam pelajaran berakhir, tepat pukul 14.00 WIB, Ibu Ita Ariffiah, S.Pd., selaku guru pembina ekstrakurikuler Sains Club, memulai kegiatan dengan memastikan semua bahan yang telah disiapkan pada pertemuan sebelumnya sudah tersedia lengkap.
“Apakah bahan sudah siap semua?” tanya Ita kepada para siswa, memulai sesi praktik mereka.
Setelah mendapatkan konfirmasi bahwa semua bahan telah siap, Ibu Ita membimbing siswa untuk memulai proses pembuatan mainan secara bertahap. Ia memberikan arahan dan contoh langkah demi langkah guna memastikan setiap siswa dapat mengikuti instruksinya dengan benar.
“Botol plastik bekas, sedotan, clip, gunting, dan spidol permanen. Selanjutnya kita akan membuat mainan. Ikuti ustadzah,” terangnya, sambil menunjukkan bahan-bahan yang akan digunakan.
Dengan penuh konsentrasi, para siswa mulai membentuk ubur-ubur menggunakan sedotan dan klip kertas. Mereka mengikuti setiap tahapan yang diinstruksikan oleh guru pembimbing dengan seksama.
Setelah berhasil menyelesaikan bentuk ubur-ubur, langkah selanjutnya adalah mengisi botol plastik dengan air. Kemudian, ubur-ubur buatan tangan mereka dimasukkan dengan hati-hati ke dalam botol yang sudah berisi air.
“Pertama membuat bentuk ubur-ubur dari sedotan dan clip. Kedua isi botol dengan air. Ketiga masukkan ubur-ubur ke dalam botol,” ujar Ita, mengulang kembali urutan langkah-langkahnya.
Tahap berikutnya merupakan momen yang paling dinanti-nantikan oleh para siswa, yaitu menunggu ubur-ubur bergerak. Dengan rasa penasaran, mereka mulai menekan botol dan mengamati bagaimana posisi ubur-ubur berubah di dalam air.
“Keempat, amati ubur-ubur ketika botol ditekan,” lanjutnya, memberikan instruksi terakhir untuk percobaan tersebut.
Seketika mainan ubur-ubur mulai menunjukkan pergerakan, suasana kelas langsung berubah menjadi riuh rendah. Para siswa dengan antusias saling menunjukkan hasil karya mereka kepada teman-teman di sekitarnya.
Bahkan, beberapa siswa tidak puas hanya dengan satu kali percobaan. Mereka kembali mencoba menekan botol untuk memastikan mainan ubur-ubur buatan mereka dapat bergerak sesuai dengan yang diharapkan.
Salah satu siswa yang berhasil menciptakan mainan ubur-ubur bergerak adalah Andra Kenzie Pratama. Ia tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya setelah melihat hasil percobaan yang berhasil.
“Alhamdulillah, aku berhasil,” ujar Andra dengan senyum lebar.
Kegembiraan serupa juga dirasakan oleh Baskara Rizki Herdiansyah. Ia mengungkapkan rasa senangnya karena tidak hanya berhasil menyelesaikan mainan, tetapi juga dapat menyaksikan langsung hasil dari percobaan sains yang mereka lakukan.
“Hore… akhirnya berhasil juga. Aku sangat suka,” ungkap Hedi, sapaan akrab Baskara, penuh antusias.
Keseruan dalam proses belajar ini menjadikan kegiatan Sains Club terasa istimewa dan berbeda bagi para siswa. Mereka tidak hanya membuat sebuah mainan, melainkan juga berkesempatan untuk mengamati dan memahami hasil percobaan sains secara langsung.
Rochima Fauqa Muamalah, S.Pd., selaku guru pendamping Sains Club, menjelaskan bahwa kegiatan ini memberikan peluang berharga bagi siswa untuk belajar melalui pengalaman langsung. Ia menambahkan bahwa tingkat antusiasme siswa dalam mengikuti ekstrakurikuler ini sangat tinggi.
“Mereka sangat antusias mengikuti ekstrakurikuler. Bagi mereka, Sains Club menjadi media untuk bermain dan belajar yang realistis dengan praktik secara langsung,” ujarnya, menyoroti dampak positif kegiatan tersebut.
Rochima juga menekankan bahwa penggunaan bahan-bahan sederhana sangat membantu siswa dalam memahami konsep pembelajaran sains. Ia berpendapat bahwa sains tidak selalu harus melibatkan peralatan yang rumit dan mahal.
“Dengan bahan yang sederhana, mereka bisa membuat sesuatu, mencoba, kemudian melihat hasilnya sendiri. Proses seperti ini membuat anak-anak lebih tertarik untuk belajar,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pengalaman belajar yang menyenangkan ini juga efektif dalam menumbuhkan kreativitas siswa. Anak-anak diajak untuk melihat dan mempertimbangkan kembali fungsi dari berbagai barang yang ada di lingkungan sekitar mereka.
“Botol bekas yang biasanya dibuang ternyata bisa bermanfaat menjadi media belajar. Anak-anak belajar membuat, mencoba, mengamati, dan memperbaiki ketika hasilnya belum sesuai,” terangnya, memberikan contoh konkret.
Dengan demikian, melalui kegiatan Sains Club ini, siswa tidak hanya memperkaya pengetahuan mereka tentang fenomena sains. Mereka juga memperoleh pengalaman berharga dalam mengolah barang-barang sederhana menjadi sebuah karya yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga sangat edukatif.













