KlikMojok – Pada Kamis, 8 Oktober 2026, sebanyak 122 murid kelas I SDIT Al-Ibrah Gresik berpartisipasi dalam sebuah program pembelajaran yang unik. Melalui inisiatif ini, botol plastik bekas yang seringkali dianggap tidak berguna berhasil diubah secara kreatif menjadi pot tanaman hias yang menarik dan penuh warna, sekaligus menanamkan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan kepada para pelajar muda.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program “Belajar Kerja Nyata (BKN)” yang mengusung tema inspiratif “Pilah Sampah, Ciptakan Manfaat: Dari Sampah Menjadi Karya Hebat.” Melalui program ini, 122 siswa diajarkan bahwa kesadaran akan lingkungan dapat dimulai secara efektif dari tindakan-tindakan sederhana di sekitar mereka.
Acara yang diselenggarakan pada Kamis, 8 Oktober 2026 ini berfungsi sebagai sarana pembelajaran langsung dan praktis yang bertujuan untuk menanamkan kebiasaan ramah lingkungan pada anak-anak sejak usia dini.
Dengan menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning), para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoretis tentang sampah, tetapi juga secara aktif dibimbing untuk memahami, mempraktikkan, dan mengintegrasikan perilaku peduli lingkungan ke dalam rutinitas sehari-hari mereka.
Program diawali dengan sesi “ice breaking” yang dirancang untuk membangkitkan semangat dan konsentrasi siswa. Suasana menjadi semakin hidup ketika mereka mengikuti permainan pemilahan sampah bersama Tatik Erawati, yang menjabat sebagai Direktur Bank Sampah Jaya Makmur sekaligus praktisi lingkungan yang berdedikasi.
Melalui serangkaian permainan interaktif dan demonstrasi praktis, Tatik Erawati memperkenalkan anak-anak pada perbedaan antara sampah organik dan anorganik, menunjukkan metode yang benar untuk memilah sampah, serta menjelaskan dampak signifikan dari limbah plastik jika tidak dikelola secara bertanggung jawab.
Tatik menekankan pentingnya edukasi dini dalam pemilahan sampah, menyatakan, “Anak-anak perlu dikenalkan dengan kebiasaan memilah sampah sejak dini. Sampah tidak selalu menjadi sesuatu yang tidak berguna. Jika kita mampu mengelolanya dengan tepat, sampah tertentu bisa dimanfaatkan kembali menjadi barang yang bermanfaat.”
Ia lebih lanjut menjelaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dipupuk melalui kebiasaan sederhana sehari-hari, seperti membuang sampah pada tempatnya, memilahnya berdasarkan jenis, dan menggunakan kembali barang-barang yang masih memiliki nilai guna.
Keseruan berlanjut saat Tatik Erawati kemudian mendemonstrasikan proses langkah demi langkah dalam membuat pot tanaman dari botol plastik bekas. Para siswa dengan seksama mengamati instruksinya sebelum mulai membuat kreasi masing-masing.
Di bawah bimbingan cermat guru-guru mereka, anak-anak mulai mengolah dan menghias botol bekas, mengubahnya menjadi pot tanaman yang berbentuk karakter hewan. Penggunaan berbagai warna dan hiasan memastikan bahwa setiap produk akhir memiliki bentuk yang unik dan karakteristik yang khas.
Praktik langsung ini tidak hanya mengajarkan siswa cara memanfaatkan barang bekas, tetapi juga memberikan kesempatan luar biasa bagi mereka untuk mengembangkan keterampilan penting seperti kemandirian, ketelitian, kesabaran, dan kreativitas dalam menyelesaikan proyek-proyek mereka.
“Melalui kegiatan membuat pot dari botol bekas, anak-anak belajar bahwa barang yang sudah tidak terpakai masih bisa memiliki nilai guna. Kami berharap pengalaman ini membuat mereka semakin terbiasa memilah sampah dan tidak mudah membuang barang yang masih dapat dimanfaatkan,” jelas Tatik, mengulangi pesan inti dari kegiatan tersebut.
Seluruh rangkaian kegiatan diakhiri dengan pameran karya di masing-masing kelas. Para siswa dengan bangga mempresentasikan pot buatan tangan unik mereka kepada guru dan teman-teman.
Janan, S.Pd., selaku Kepala SDIT Al-Ibrah Gresik, menegaskan bahwa program BKN merupakan salah satu metode efektif sekolah untuk memberikan pengalaman belajar yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari siswa.
Janan mengartikulasikan filosofi sekolah, menyatakan, “Pendidikan tidak cukup hanya membuat anak mengetahui sesuatu, tetapi juga perlu membimbing mereka agar mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah fil ardh.”
Ia lebih lanjut menekankan bahwa kesadaran lingkungan harus dipupuk melalui pembiasaan dan teladan positif yang konsisten, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Oleh karena itu, pengalaman membuat pot dari botol bekas diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan satu kali. Para siswa secara aktif didorong untuk mengembangkan kebiasaan rutin memilah sampah, menjaga kebersihan, dan menggunakan sumber daya secara bijaksana dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Ia mengakhiri dengan mengungkapkan aspirasi yang mendalam: “Harapan kami, anak-anak tumbuh menjadi generasi Rabbani yang mandiri, kreatif, dan peduli terhadap lingkungan. Mereka perlu memahami bahwa menjaga alam ciptaan Allah Swt. merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.”
Melalui program BKN yang komprehensif ini, SDIT Al-Ibrah berhasil mengintegrasikan pengetahuan teoretis tentang pengelolaan sampah dengan aplikasi praktis langsung dan penanaman kebiasaan berkelanjutan. Dari sebotol plastik bekas sederhana, siswa menemukan bahwa barang-barang yang sering dianggap tidak berharga pun dapat didaur ulang dan diberi nilai baru.












