KlikMojok – Pembelajaran di luar kelas yang diadakan oleh KB Cahaya Aisyiyah dirancang untuk mengenalkan anak-anak pada kehidupan kambing, mengajarkan keterampilan memancing, serta mengembangkan keberanian mereka melalui interaksi langsung dengan alam. Kegiatan outing class KB Cahaya Aisyiyah sukses menghadirkan pengalaman baru dan keceriaan bagi siswa-siswi. Bertempat di Keraton Ternak Giri 2, Gresik, kegiatan berlangsung selama dua hari penuh, yaitu pada Rabu dan Kamis (7–8/10/2026), di mana para peserta diajak menjelajahi dunia peternakan secara langsung.
Pembelajaran edukatif ini dilaksanakan dalam dua sesi berbeda demi mengakomodasi seluruh jumlah peserta didik. Sebelumnya, KB Cahaya Aisyiyah juga telah menginisiasi program belajar di luar kelas dengan mengunjungi markas Pemadam Kebakaran Gresik.
Untuk outing class kali ini, peternakan kambing dipilih sebagai lokasi utama pembelajaran. Seluruh anak-anak dari berbagai kelompok, seperti Melon, Mangga, Nanas, Jeruk, Apel, Semangka, Anggur, dan Leci, menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti setiap rangkaian kegiatan.
Dalam setiap sesi, kegiatan dibagi lagi menjadi dua kelompok kecil. Pembagian ini bertujuan untuk memastikan setiap siswa mendapatkan kesempatan optimal untuk berpartisipasi aktif dan mengeksplorasi seluruh aktivitas yang disediakan.
Di lokasi peternakan, anak-anak tidak hanya sekadar mengamati hewan dari jarak jauh. Mereka aktif belajar memahami kehidupan di peternakan melalui penjelasan mendalam, pengamatan langsung, dan interaksi nyata dengan hewan ternak.
Bagi anak-anak usia dini, pengalaman belajar seperti ini sangat fundamental karena membuka cakrawala mereka dalam mengenal lingkungan sekitar. Konsep-konsep yang sebelumnya hanya mereka dengar dalam materi di kelas kini dapat mereka saksikan dan alami secara langsung.
Outing class KB Cahaya Aisyiyah memulai rangkaian kegiatannya dengan sesi edukasi interaktif yang berfokus pada peternakan kambing.
Tim pengelola dari Keraton Ternak Giri 2 menyajikan materi edukasi dengan gaya bahasa yang sangat sederhana dan mudah dicerna, memastikan anak-anak dapat memahami setiap informasi yang disampaikan.
Dalam sesi tersebut, anak-anak diperkenalkan pada beragam jenis kambing serta jenis pakan yang esensial untuk menjaga kesehatan dan pertumbuhan hewan ternak.
Selain itu, para siswa juga mendapatkan wawasan mengenai berbagai produk olahan yang dihasilkan dari susu dan daging kambing.
Penjelasan komprehensif ini berfungsi sebagai gerbang awal bagi anak-anak untuk memahami siklus kehidupan hewan ternak. Mereka belajar bahwa aktivitas peternakan tidak hanya sebatas memelihara kambing, melainkan juga mencakup proses produksi berbagai jenis olahan.
Ibu Khusnun Fatinah, salah satu pengajar dari KB Cahaya Aisyiyah, menguraikan tujuan utama dari kegiatan pembelajaran ini. Menurut beliau, kegiatan di luar kelas memberikan peluang berharga bagi anak-anak untuk menginternalisasi pelajaran melalui pengalaman konkret dan nyata.
“Melalui outing class ini, kami ingin menumbuhkan rasa ingin tahu sekaligus keberanian anak-anak dalam mengeksplorasi alam sekitar dan hewan ternak,” ungkap Fatin, sapaan akrabnya.
Fatinah berpendapat bahwa pembelajaran berbasis pengalaman langsung jauh lebih membekas bagi anak-anak. Hal ini dikarenakan mereka tidak hanya sekadar mendengarkan penjelasan verbal, tetapi juga dapat melihat dan menyentuh objek pembelajaran secara langsung.
“Pembelajaran di luar kelas seperti ini sangat berkesan bagi mereka karena mereka tidak hanya mendengar cerita, tetapi bisa melihat, menyentuh, dan merasakan langsung pengalaman berinteraksi dengan hewan,” jelasnya lebih lanjut.
Suasana kegiatan semakin meriah dan penuh semangat saat anak-anak mulai berinteraksi secara langsung dengan hewan ternak. Mereka diberikan kesempatan untuk memberi makan kambing menggunakan rumput segar.
Beberapa anak dengan antusias mencoba memberikan susu menggunakan dot kepada anak kambing yang masih kecil. Tak hanya itu, mereka juga berkesempatan menggendong anak kambing, tentunya dengan pendampingan ketat dari para guru dan pengelola peternakan.
Berbagai aktivitas interaktif ini memberikan pengalaman yang unik dan berbeda bagi setiap individu anak. Sebagian anak menunjukkan keberanian untuk langsung mendekat dan berinteraksi, sementara yang lain membutuhkan sedikit waktu untuk beradaptasi dan merasa nyaman.
Meskipun demikian, kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan hewan ternak terbukti sangat membantu anak-anak dalam mengembangkan keberanian mereka secara bertahap. Selain itu, mereka juga diajarkan untuk menunjukkan rasa kasih sayang terhadap sesama makhluk hidup.
Setelah sesi bermain dan berinteraksi dengan kambing, para guru dengan sigap membimbing semua siswa untuk mencuci tangan menggunakan sabun, sebagai bagian dari persiapan sebelum melanjutkan ke aktivitas berikutnya.
Pembiasaan sederhana ini menanamkan pemahaman akan pentingnya menjaga kebersihan diri setelah beraktivitas bersama hewan. Dengan demikian, anak-anak belajar bahwa di samping kesenangan bermain, mereka juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga kesehatan diri mereka.
Keseruan petualangan berlanjut di area kolam pemancingan. Dengan bimbingan penuh dari para guru dan tim Keraton Ternak Giri 2, anak-anak diberikan kesempatan untuk mencoba teknik-teknik dasar memancing.
Anak-anak diajarkan cara memegang alat pancing dengan benar, bagaimana memperhatikan umpan, serta melatih kesabaran dalam menunggu ikan menyambar. Proses ini secara efektif melatih kesabaran mereka, mengingat hasil tangkapan tidak selalu bisa didapatkan secara instan.
Saat berhasil menangkap ikan, ekspresi wajah anak-anak memancarkan kebahagiaan dan keceriaan yang semakin nyata. Pihak pengelola bahkan mengizinkan mereka untuk membawa pulang ikan hasil tangkapan sebagai buah tangan dan kenang-kenangan dari kegiatan tersebut.
Bagi para siswa, ikan yang berhasil mereka bawa pulang bukan sekadar buah tangan dari petualangan singkat mereka. Lebih dari itu, pengalaman menunggu dengan sabar, mencoba berulang kali, dan akhirnya meraih hasil, menyimpan pelajaran yang sangat berharga dalam proses tumbuh kembang mereka.
Melalui serangkaian kegiatan ini, KB Cahaya Aisyiyah berhasil menyajikan model pembelajaran yang sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari anak-anak. Mereka tidak hanya mengenal berbagai jenis hewan, tetapi juga melatih keberanian, membangun rasa kepedulian, dan belajar tentang pentingnya kesabaran.
Dengan demikian, outing class di Keraton Ternak Giri 2 bukan hanya sekadar perjalanan rekreasi atau bersenang-senang. Kunjungan edukatif ini menjadi platform penting bagi anak-anak untuk berkembang dan tumbuh melalui pengalaman nyata yang mereka alami.
Di tengah hamparan rumput segar, interaksi dengan anak kambing, dan keseruan di kolam pemancingan, para siswa menemukan metode belajar yang menyenangkan dan efektif. Pengalaman tersebut tidak hanya membawa pulang cerita, melainkan juga menanamkan benih-benih kemandirian dan rasa ingin tahu yang kuat dalam diri mereka.












