KlikMojok – Di tengah hiruk-pikuk lini masa media sosial, sebuah rekaman video singkat tiba-tiba menyentak, menayangkan detik-detik mengerikan sebuah kecelakaan lalu lintas di Desa Podorejo, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung. Tayangan itu dengan jelas memperlihatkan bagaimana sebuah mobil pikap Mitsubishi L300 yang melaju kencang, bertabrakan dengan sepeda motor yang hendak menyeberang, sebelum akhirnya menabrak pagar rumah warga hingga ambruk dan terguling. Peristiwa ini bukan sekadar berita kecelakaan biasa; ia adalah cermin refleksi tentang betapa tipisnya batas antara perjalanan aman dan potensi bencana di jalan raya, sebuah pelajaran berharga dalam pendidikan keselamatan lalu lintas.
Insiden tragis yang terjadi sekitar pukul 14.15 WIB itu, seperti dikonfirmasi oleh Kapolsek Sumbergempol, AKP M Anshori, melibatkan mobil pikap bernomor polisi AG 8045 YI yang dikemudikan oleh Wiki Prastyawan (31) dari Desa Prigi, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek. Kendaraan tersebut melaju dari arah timur ke barat dengan kecepatan tinggi, membawa seorang kenek sebagai penumpang. “Mobil ini berpenumpang satu orang sebagai keneknya, mereka melaju dari arah timur ke barat,” ujar AKP M Anshori, menjelaskan detail awal kejadian.
Pada saat yang bersamaan, di lokasi yang sama, sebuah sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi AE 4249 UA yang dikendarai oleh Sugiyanto (50), warga Desa Betak, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, melintas dari arah selatan ke utara. Fatalnya, pengendara sepeda motor tersebut melintas tanpa memperhatikan kondisi sekitar jalan, sebuah kelalaian kecil yang berujung pada konsekuensi besar. Sopir pikap, dalam upaya putus asa menghindari tabrakan, sempat membunyikan klakson. Namun, jarak yang sudah terlampau dekat membuat upaya pencegahan itu sia-sia. “Sopir mobil pikap berusaha membunyikan klakson tapi karena jarak yang sudah sangat dekat kecelakaan tidak bisa terhindar,” tutur AKP M Anshori.
Benturan keras yang tak terhindarkan itu menyebabkan mobil pikap oleng tak terkendali. Kendaraan itu kemudian menabrak pagar rumah warga hingga ambruk, sebelum akhirnya terguling. Meski kerusakan material cukup parah dan suasana sempat mencekam, syukurlah tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. Baik pengendara mobil maupun motor, keduanya mengalami luka-luka dan segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. “Tidak ada korban jiwa, seluruh korban dibawa ke rumah sakit dan mengalami luka-luka,” pungkas AKP M Anshori. Kasus ini kini telah ditangani oleh Satlantas Polres Tulungagung untuk penyelidikan lebih lanjut.
Kecelakaan di Tulungagung ini, yang terekam dan menjadi viral, adalah pengingat keras bagi kita semua tentang pentingnya kewaspadaan ekstra dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas. Kecepatan berlebihan dan kurangnya perhatian, sekecil apa pun, dapat mengubah sebuah perjalanan rutin menjadi tragedi. Ini adalah pelajaran berharga bagi setiap pengguna jalan, baik pengendara maupun pejalan kaki, untuk selalu memprioritaskan keselamatan diri dan orang lain. Jalan raya adalah ruang bersama yang menuntut tanggung jawab dan kesadaran kolektif agar setiap perjalanan dapat berakhir dengan selamat.












