Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Dari Daring ke Tatap Muka: Biro Taarufmu Aisyiyah Jatim Pandu 78 Muda-Mudi Menuju Pernikahan Sakinah

badge-check

Dari Daring ke Tatap Muka: Biro Taarufmu Aisyiyah Jatim Pandu 78 Muda-Mudi Menuju Pernikahan Sakinah Perbesar

KlikMojok – Biro Taarufmu Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Timur sukses menyelenggarakan Sarasehan dan Silaturahmi Taarufmu angkatan ketiga 2026. Acara yang memfasilitasi 78 muda-mudi muslim ini berpuncak pada pertemuan langsung di Aula Mas Mansur, Gedung Muhammadiyah Jawa Timur, Surabaya, pada Sabtu (10/10/2026), setelah sebelumnya mereka berkenalan secara daring. Para peserta, yang datang dari berbagai daerah, berkesempatan menentukan dua nama calon pasangan untuk diproses ke tahap selanjutnya dalam ikhtiar menuju pernikahan.

Pada hari pertemuan tatap muka di Surabaya tersebut, satu per satu peserta maju ke depan Aula Mas Mansur. Mereka memperkenalkan diri secara langsung di hadapan peserta lain, yang beberapa hari sebelumnya hanya mereka kenal melalui layar gawai.

Peserta yang hadir berasal dari beragam wilayah, tidak hanya dari berbagai daerah di Jawa Timur, tetapi juga dari kota-kota lain seperti Semarang, Jakarta, Bekasi, Tangerang Selatan, hingga Samarinda, Kalimantan Timur.

Sebanyak 78 muda-mudi muslim ini mengikuti Sarasehan dan Silaturahmi Taarufmu angkatan ketiga 2026 yang diselenggarakan oleh Biro Taarufmu Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Timur.

Kegiatan ini mengusung tema “Dari Talking Stage ke Akad Stage: Ikhtiar Menuju Keluarga Sakinah”, yang secara jelas menggambarkan tujuannya. Peserta tidak hanya berhenti pada tahap saling mengenal, melainkan juga mendapatkan pembekalan komprehensif sebelum membuat keputusan untuk melanjutkan proses menuju jenjang pernikahan.

Pertemuan langsung di Surabaya ini merupakan tahap lanjutan dari proses taaruf. Enam hari sebelumnya, tepatnya pada Ahad (4/10/2026), seluruh peserta telah lebih dulu mengikuti sesi taaruf secara daring.

Ketua PWA Jawa Timur, Dra. Rukmini Amar, M.AP., membuka pertemuan daring pertama tersebut. Ia mengungkapkan rasa syukurnya karena program Taarufmu dapat kembali dilaksanakan setelah banyak pihak menanyakannya. “Sudah banyak yang bertanya dan menunggu, alhamdulillah akhirnya terlaksana,” ujarnya.

Rukmini bahkan menyampaikan harapannya agar Biro Taarufmu di masa mendatang dapat mengembangkan program khusus yang ditujukan bagi para orang tua yang sedang mencari pasangan untuk anak-anak mereka, yang ia sebut sebagai program “Cari Mantu”.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Dra. Rukmini Amar membacakan doa yang termaktub dalam Surah Al-Furqan ayat 74: “Rabbana hablana min azwajina wazurriyatina qurrata a’yunin waj’alna lilmuttaqina imama .” Doa tersebut memiliki arti, “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”

Pada sesi daring tersebut, para peserta mendapatkan materi berjudul “Menjemput Jodoh” yang disampaikan oleh Sekretaris Majelis Tabligh PWA Jawa Timur, Umi Thohiroh, S.Ag., M.Hum.

Selanjutnya, Koordinator Biro Taarufmu, Dwi Purwati, S.Ag., menjelaskan secara rinci tahapan-tahapan yang harus dilalui oleh setiap peserta. Setelah penjelasan tersebut, profil lengkap seluruh peserta ditampilkan sebagai langkah awal dalam proses perkenalan.

Barulah pada hari Sabtu (10/10/2026), para peserta berkesempatan untuk bertemu secara langsung di Surabaya.

Sekretaris PWA Jawa Timur, Dr. Nur Mukarromah, M.Kes., yang membuka acara tatap muka, memberikan nasihat penting kepada peserta. Ia mengingatkan agar tidak terburu-buru dalam menilai calon pasangan hanya dari hal-hal yang terlihat di permukaan. “Jangan menilai seseorang hanya dari penampilan, pekerjaan, gelar, atau ekonomi. Yang lebih utama adalah kesungguhan beragama, akhlak, kematangan sosial, tanggung jawab, dan visi kehidupan,” pesannya.

Kemudian, Ketua Majelis Tabligh dan Ketarjihan PWA Jawa Timur, Dr. Istikomah, M.Ag., mengajak seluruh peserta untuk memandang pernikahan jauh lebih dalam daripada sekadar menemukan pasangan. Menurutnya, sebuah rumah tangga harus dibangun dengan niat beribadah dan mengikuti sunah Rasulullah Saw. “Carilah orang yang bisa menerima diri kita apa adanya, tumbuh bersama, dan saling mengingatkan dalam kebaikan,” ujarnya.

Pembekalan berikutnya disampaikan oleh Sekretaris Majelis Tablig PWM Jawa Timur, Ustaz Munahar, S.H.I., M.Pd., C.STMI. Ia membawakan materi dengan judul “Kesiapan Diri, Ilmu, Mental, dan Finansial dalam Menikah”.

Sesi yang dipandu Ustaz Munahar berlangsung sangat interaktif dan cair, dengan disisipkannya permainan untuk membantu membangun kepercayaan diri para peserta.

Ustaz Munahar juga kembali menekankan bahwa faktor agama dan akhlak tetap menjadi pertimbangan utama dan penting ketika seseorang memilih calon pasangan. “Jika seseorang memiliki akhlak baik dan salatnya terjaga, pertimbangkanlah dengan serius. Jodoh itu unik—jika memang berjodoh, pasti dipertemukan,” katanya.

Pembahasan kemudian beralih ke aspek hubungan dengan keluarga. Ketua BIKKSA Jawa Timur, Sri Lestari, membawakan materi “Aku, Kamu, dan Orang Tua Kita”. Topik ini membuka wawasan peserta mengenai kenyataan bahwa pernikahan tidak hanya menyatukan dua individu, tetapi juga melibatkan orang tua dan keluarga dari kedua belah pihak yang akan menjadi bagian integral dari kehidupan rumah tangga.

Di tengah sesi pembekalan tersebut, Tofan Tri Nugroho, S,E., M.M. dan Ismi Nur Rachmawati, S.T. turut hadir untuk membagikan pengalaman inspiratif mereka. Keduanya adalah mantan peserta Taarufmu angkatan 2025 yang berhasil melanjutkan proses hingga jenjang pernikahan. Kisah mereka menjadi salah satu bagian yang paling menarik perhatian peserta, karena datang langsung dari orang yang sebelumnya telah melalui tahapan serupa.

Setelah berbagai sesi pembekalan yang mendalam, tibalah sesi perkenalan langsung antarpeserta. Satu per satu peserta maju dan memperkenalkan diri, memberikan kesempatan bagi mereka untuk tidak lagi hanya mengenal nama, foto, atau profil yang ditampilkan pada pertemuan daring, melainkan berinteraksi secara nyata.

Di akhir seluruh rangkaian kegiatan, setiap peserta diminta untuk menentukan dua nama calon pasangan yang ingin mereka kenal lebih lanjut.

Nama-nama yang telah dipilih tersebut kemudian diserahkan kepada tim Biro Taarufmu untuk diproses lebih lanjut. Jika kedua belah pihak menunjukkan kesediaan yang sama, proses akan berlanjut ke tahap taaruf ketiga.

Dwi Purwati mengonfirmasi bahwa peserta angkatan ketiga ini memiliki jangkauan wilayah yang cukup luas. Selain dari berbagai daerah di Jawa Timur, terdapat peserta yang berasal dari Semarang, Jakarta, Bekasi, Tangerang Selatan, hingga Samarinda.

Pertemuan di Aula Mas Mansur pada tanggal 10 Oktober 2026 ini bukanlah akhir dari perjalanan mereka. Dari dua nama yang telah dipilih oleh masing-masing peserta, Biro Taarufmu akan melanjutkan proses ke tahapan selanjutnya.

Bagi masyarakat yang berminat untuk mendaftar program Biro Taarufmu pada tahun 2027, dapat menghubungi Dwi Purwati melalui nomor WhatsApp 0857-3348-1879.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Harmoni di Balik Terik: Memahami Prakiraan Cuaca sebagai Kunci Kesiapan Warga di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik

12 Okt 2026 - 09:44 WIB

Harmoni di Balik Terik: Memahami Prakiraan Cuaca sebagai Kunci Kesiapan Warga di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik

Milad ke-78 Ponpes Karangasem Paciran Libatkan Ribuan Peserta, Fokus Tebar Kebaikan

12 Okt 2026 - 09:42 WIB

Milad ke-78 Ponpes Karangasem Paciran Libatkan Ribuan Peserta, Fokus Tebar Kebaikan

Denyut Nadi Pamekasan: Mengurai Kisah Penolakan Ritel, Panen Tembakau, dan Janji Keadilan

12 Okt 2026 - 06:12 WIB

Denyut Nadi Pamekasan: Mengurai Kisah Penolakan Ritel, Panen Tembakau, dan Janji Keadilan

Ketika Malam Blitar Mendidih: Balap Liar, Amarah Warga, dan Kisah Salah Sasaran

12 Okt 2026 - 06:11 WIB

Ketika Malam Blitar Mendidih: Balap Liar, Amarah Warga, dan Kisah Salah Sasaran

Mahasiswa KKN STIT Muhammadiyah Ngawi dan Kafilah Penuntun Wujudkan Bumi Perkemahan Ngrayudan Berkelanjutan

12 Okt 2026 - 06:10 WIB

Mahasiswa KKN STIT Muhammadiyah Ngawi dan Kafilah Penuntun Wujudkan Bumi Perkemahan Ngrayudan Berkelanjutan
Trending di Pendidikan