Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Prestasi Mengagumkan: Alumni SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo Hafal 105 Hadis, eLKISI Tawarkan Edupark

badge-check

Prestasi Mengagumkan: Alumni SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo Hafal 105 Hadis, eLKISI Tawarkan Edupark Perbesar

KlikMojok – Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI baru-baru ini menjalin silaturahmi dengan SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo pada Rabu, 13 Oktober 2026. Kunjungan ini tidak hanya membuka potensi kerja sama pendidikan melalui penawaran Edupark sebagai laboratorium alam, tetapi juga menjadi momen inspiratif ketika Muhammad Salman Alfarisi, seorang alumni sekolah tersebut, menunjukkan kemampuannya menghafal 105 hadis.

Rombongan dari Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI tiba di SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo dengan membawa dua agenda utama. Pertama, mereka memperkenalkan Edupark eLKISI yang dapat berfungsi sebagai laboratorium alam untuk mendukung proses pembelajaran. Kedua, rombongan tersebut turut serta membawa Muhammad Salman Alfarisi, seorang alumnus dari SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo yang kini telah menjadi santri di eLKISI.

Muhammad Salman Alfarisi, santri kelas VII SMP eLKISI, menjadi sorotan dalam pertemuan tersebut. Di hadapan para guru dari sekolah dasarnya, Salman dengan bangga memperlihatkan salah satu pencapaiannya selama menempuh pendidikan di pesantren, yaitu kemampuannya menghafal sejumlah 105 hadis.

Kunjungan penting ini dipimpin oleh Kepala SMP eLKISI, Dr. Akhmad Kuncoro, M.Kom.I., didampingi oleh penulis artikel ini. Mereka disambut hangat oleh Kokom Julianto, M.Pd., yang merupakan perwakilan dari bagian tata usaha SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo.

Dr. Akhmad Kuncoro menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan wujud komitmen eLKISI untuk senantiasa menjaga tali silaturahmi dengan sekolah-sekolah asal para santrinya. Lebih lanjut, ia menyampaikan penghargaan dan apresiasi tinggi kepada SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo atas kontribusinya dalam mendidik alumni yang kemudian memilih untuk melanjutkan jenjang pendidikan di Pondok Pesantren eLKISI.

Selain mempererat hubungan, pertemuan silaturahmi tersebut juga menjadi ajang untuk membuka diskusi awal mengenai potensi kerja sama pendidikan yang lebih luas antara kedua lembaga.

Dalam kesempatan ini, eLKISI secara khusus menawarkan pemanfaatan Edupark mereka sebagai laboratorium alam yang inovatif bagi para siswa SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo.

Fasilitas Edupark ini dirancang untuk mendukung pembelajaran di luar ruang kelas, di mana lingkungan sekitar dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber belajar utama. Melalui Edupark, siswa memiliki kesempatan untuk melakukan pengamatan langsung, eksplorasi mendalam, serta mengaitkan materi pelajaran yang telah mereka terima di kelas dengan objek nyata yang mereka temui di lapangan.

Kuncoro lebih lanjut memaparkan bahwa kegiatan di Edupark dapat diadaptasi dan dikembangkan untuk memenuhi beragam kebutuhan pendidikan. Ini mencakup pembelajaran mata pelajaran seperti biologi dan fisika, pelaksanaan kegiatan yang menumbuhkan rasa cinta alam, program tahfiz Al-Qur’an, hingga Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS).

Diharapkan, pemanfaatan Edupark ini dapat terus ditingkatkan dan diperluas melalui jalinan kerja sama yang erat antara pihak sekolah dan pesantren.

Kuncoro menyatakan harapannya agar hubungan silaturahmi dengan SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo tidak hanya sebatas kunjungan semata, melainkan dapat berlanjut menjadi program-program pendidikan konkret yang memberikan manfaat nyata bagi para siswa.

Di tengah-tengah diskusi, fokus pertemuan beralih kepada Muhammad Salman Alfarisi. Kuncoro dengan bangga memperkenalkan perkembangan signifikan hafalan hadis Salman selama menempuh pendidikan di pesantren, menegaskan bahwa Salman telah berhasil menghafal sebanyak 105 hadis.

Dengan penuh percaya diri, Salman menyatakan kesiapannya untuk diuji secara acak oleh para guru dari sekolah lamanya, sebagai bukti dari kemampuan hafalannya.

Taufiqurrohman, seorang guru mengaji dari SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo, kemudian mengambil inisiatif untuk mengajukan beberapa hadis secara acak kepada Salman.

Salah satu hadis yang diujikan adalah mengenai adab makan, yang diriwayatkan dari Umar bin Abu Salamah r.a.: “عَنْ عُمَرَ بْنِ أَبِي سَلَمَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ : يَا غُلَامُ، سَمِّ اللَّهَ وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيْكَ” yang artinya, “Wahai anak kecil, bacalah Bismillah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang ada di dekatmu.” (Bukhari dan Muslim).

Kemudian, Taufiqurrohman melanjutkan ujian dengan hadis lain yang membahas larangan makan menggunakan tangan kiri, yang berasal dari riwayat Iyas bin Salamah bin Al-Akwa’ r.a., dari ayahnya: “عَنْ إِيَاسِ بْنِ سَلَمَةَ بْنِ الْأَكْوَعِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ أَبَاهُ حَدَّثَهُ: أَنَّ رَجُلًا أَكَلَ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ بِشِمَالِهِ فَقَالَ: كُلْ بِيَمِينِكَ قَالَ : لَا أَسْتَطِيعُ، قَالَ : لَا اسْتَطَعْتَ، مَا مَنَعَهُ إِلَّا الْكِبْرُ، قَالَ: فَمَا رَفَعَهَا إِلَى فِيهِ” yang terjemahannya, “Seorang laki-laki makan di samping Rasulullah saw. dengan tangan kirinya. Beliau bersabda, ‘Makanlah dengan tangan kananmu.’ Ia menjawab, ‘Aku tidak bisa.’ Beliau bersabda, ‘Semoga kamu benar-benar tidak bisa.’ Tidak ada yang menghalanginya selain kesombongan. Setelah itu, tangannya tidak dapat diangkat ke mulutnya.” (Muslim).

Kuncoro menekankan bahwa proses hafalan membutuhkan kesungguhan dalam belajar dan pengulangan yang konsisten agar hafalan tetap kuat dan terjaga. Oleh karena itu, kemampuan Salman untuk menjawab pertanyaan hadis secara acak menunjukkan keberhasilan dari metode pembinaan hafalan yang diterapkan di Pondok Pesantren eLKISI.

Lebih dari itu, pertemuan ini turut memberikan kesempatan berharga bagi para guru SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo untuk menyaksikan secara langsung perkembangan positif salah satu alumni mereka setelah menempuh pendidikan di lingkungan pesantren.

Kuncoro mengungkapkan harapannya agar jalinan hubungan baik antara eLKISI dan SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo dapat terus terpelihara dan berkesinambungan. Ia berpendapat bahwa sekolah asal memiliki peran penting sebagai bagian integral dari perjalanan pendidikan para santri sebelum mereka melanjutkan pembinaan lebih lanjut di pesantren.

Dengan demikian, komunikasi yang terjalin antar kedua lembaga pendidikan ini dapat membuka peluang besar bagi lahirnya berbagai program kolaborasi yang bermanfaat.

Salah satu bentuk kolaborasi yang potensial adalah pemanfaatan Edupark eLKISI, yang ditawarkan sebagai sarana bagi siswa untuk belajar langsung dari lingkungan alam. Program-program yang akan dikembangkan di Edupark ini dapat disesuaikan secara fleksibel dengan kebutuhan spesifik sekolah, baik untuk mendukung kegiatan pembelajaran akademik, aktivitas keagamaan, maupun untuk menguatkan aspek kepemimpinan pada diri siswa.

Kunjungan silaturahmi pada hari itu ditutup dengan keberhasilan menautkan dua agenda utama: membuka kesempatan bagi siswa SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo untuk memperoleh pengalaman belajar di Edupark eLKISI, serta secara nyata memperlihatkan kemajuan luar biasa dari Salman, sang alumni, yang kini telah berhasil menghafal 105 hadis.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Mengurai Simpul Harapan di Lereng Gunung: Mengapa Warga Ngadirenggo Membela Keberadaan PT Greenfields

13 Okt 2026 - 21:06 WIB

Mengurai Simpul Harapan di Lereng Gunung: Mengapa Warga Ngadirenggo Membela Keberadaan PT Greenfields

Jejak Pipa di Tambak Mayor: Pelajaran dari Insiden Kebocoran Petrokimia Gresik

13 Okt 2026 - 21:06 WIB

Jejak Pipa di Tambak Mayor: Pelajaran dari Insiden Kebocoran Petrokimia Gresik

Batik Fun Time: Inovasi Pembelajaran Budaya Berbasis Teknologi Antar Guru PAUD Ini Raih Juara

13 Okt 2026 - 21:04 WIB

Batik Fun Time: Inovasi Pembelajaran Budaya Berbasis Teknologi Antar Guru PAUD Ini Raih Juara

Bisikan Bumi dari Selatan Pacitan: Getaran Gempa M 4,5 yang Singgah Sekejap di Ponorogo

13 Okt 2026 - 18:48 WIB

Bisikan Bumi dari Selatan Pacitan: Getaran Gempa M 4,5 yang Singgah Sekejap di Ponorogo

Nyala Dini Hari di Dlanggu: Kisah Selamat dari Amukan Api yang Melahap Rumah di Mojokerto

13 Okt 2026 - 18:46 WIB

Nyala Dini Hari di Dlanggu: Kisah Selamat dari Amukan Api yang Melahap Rumah di Mojokerto
Trending di Pendidikan