Menu

Otomatis
Breaking News

Berita Terkini

Terungkap: Strategi Inkuiri Kolaboratif yang Dipakai Kepala SMP Swasta untuk Dongkrak Mutu Pendidikan

badge-check

Terungkap: Strategi Inkuiri Kolaboratif yang Dipakai Kepala SMP Swasta untuk Dongkrak Mutu Pendidikan Perbesar

Satu hal yang sering luput dari sorotan publik saat membahas kemajuan pendidikan di perkotaan: peran sekolah swasta yang terus bergerak maju melalui kolaborasi dan peningkatan kompetensi. Di Kecamatan Semampir, Surabaya Utara, geliat ini terasa nyata ketika para kepala sekolah swasta berkumpul dalam forum Sinau Bareng—sebuah ruang belajar yang mereka jalankan sendiri, untuk memecahkan persoalan pendidikan secara kolektif.

Pada Rabu pagi, 19 November 2025, ruang perpustakaan SMP Al Irsyad Surabaya menjadi saksi bagaimana 13 kepala sekolah swasta duduk bersama, bukan untuk sekadar rapat rutin, melainkan mendalami Penerapan Inkuiri Kolaboratif sebagai pendekatan efektif pemecahan masalah di satuan pendidikan. Mereka datang dari berbagai sekolah: SMP At Tarbiyah, SMP Al Ghozali, SMP Al Irsyad, SMP Al Khairiyah, SMP KHM Nur, SMP Ihyaus Salafiyah, SMP Kemala Bhayangkari 8, SMP Nasional, SMP PGRI 22, SMP PGRI 6, SMP Muhammadiyah 16, SMP Islam Al-Amal, hingga SMP Islam Lil Wathon.

Forum ini dipantik oleh pemateri sekaligus penulis artikel, Kepala SMP PGRI 6 Surabaya—sekolah yang berada di kawasan Bulak Rukem, Wonokusumo—yang juga menjabat sebagai Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara serta mahasiswa S2 RPL Manajemen Pendidikan UNESA. Ia berkolaborasi dengan Kepala SMP Al Irsyad dan Kepala SMP Muhammadiyah 16 untuk mengurai bagaimana inkuiri kolaboratif dapat menjadi jembatan bagi sekolah-sekolah swasta dalam menyelesaikan persoalan nyata di lapangan.

Pendekatan inkuiri kolaboratif sendiri mengajak pendidik untuk melihat masalah bukan sebagai beban, melainkan tantangan yang harus diteliti bersama. Segalanya dimulai dari pertanyaan otentik, dilanjutkan dengan pengumpulan data, analisis, penyusunan teori tindakan, uji coba solusi, hingga refleksi ulang. Model ini dipercaya lebih efektif karena menggabungkan banyak perspektif, sehingga diagnosis masalah menjadi lebih komprehensif dan solusi yang muncul lebih inovatif.

Dalam konteks sekolah swasta—yang sering menghadapi keterbatasan fasilitas hingga variasi kualitas input siswa—pendekatan kolektif seperti ini menjadi sangat relevan. Setiap kepala sekolah membawa sudut pandang unik, pengalaman berbeda, dan strategi yang sudah teruji di lingkungannya masing-masing. Ketika semua itu diramu dalam forum terbuka, lahirlah solusi yang lebih kaya dan aplikatif.

Melalui mekanisme seperti peer-coaching, komunitas belajar profesional, hingga praktik berbagi lintas sekolah, MKKS Semampir membuktikan bahwa peningkatan mutu tidak harus menunggu pelatihan pemerintah. Sekolah swasta justru menunjukkan kemandirian belajar yang kuat—sebuah karakter penting bagi institusi pendidikan yang ingin terus maju di tengah perubahan zaman.

Di akhir sesi, pesan yang mengemuka jelas: kemajuan sekolah swasta bukan hanya ditentukan oleh fasilitas, tetapi oleh kemauan para pemimpinnya untuk terus belajar bersama. Inkuiri kolaboratif bukan sekadar metode, melainkan cara berpikir—bahwa masalah pendidikan hanya bisa diselesaikan bila dihadapi secara kolektif, terarah, dan penuh rasa ingin tahu.

Masa depan sekolah swasta di Surabaya Utara tampak cerah ketika para pemimpinnya memilih untuk tidak berjalan sendiri. Sebab di era yang berubah cepat ini, kolaborasi adalah kunci, dan belajar bersama adalah langkah pertama menuju perubahan yang nyata.
Penulis: H. Banu Atmoko, S.Pd (Ketua SMP PGRI 6 dan Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

JSIT Jatim Gandeng BBPPMPV BOE Malang, Bidik Penguatan Kompetensi Guru dan Potensi Siswa

11 Sep 2026 - 04:37 WIB

JSIT Jatim Gandeng BBPPMPV BOE Malang, Bidik Penguatan Kompetensi Guru dan Potensi Siswa

Warga Bangunsari Madiun Tolak TPST, Sosialisasi DLH Berujung Mediasi Tanpa Keputusan Final

24 Agu 2026 - 10:54 WIB

Warga Bangunsari Madiun Tolak TPST, Sosialisasi DLH Berujung Mediasi Tanpa Keputusan Final

7 Hektare Lahan Jati di Gunung Bungkuk Magetan Hangus Terbakar, BPBD Ingatkan Warga Waspada

24 Agu 2026 - 06:13 WIB

7 Hektare Lahan Jati di Gunung Bungkuk Magetan Hangus Terbakar, BPBD Ingatkan Warga Waspada

Kecelakaan Maut Bojonegoro: Nenek 85 Tahun Tewas Terlindas Truk Saat Motor Salip dari Kiri

23 Agu 2026 - 16:58 WIB

Kecelakaan Maut Bojonegoro: Nenek 85 Tahun Tewas Terlindas Truk Saat Motor Salip dari Kiri

Jombang Siapkan 99 Masjid Ramah Muktamirin, Fasilitasi Ribuan Peserta Muktamar NU

23 Agu 2026 - 16:57 WIB

Jombang Siapkan 99 Masjid Ramah Muktamirin, Fasilitasi Ribuan Peserta Muktamar NU
Trending di Berita Terkini