Menu

Mode Gelap
Peluang Guru Honorer 35 Tahun di CPNS 2027: Kemendikdasmen Ungkap Fakta Krusial! Sekolah Wajib Ciptakan “Ruang Aman” Agar Murid Punya Mental Juara! Jejak Persaudaraan Nasionalis-Religius: PDI Perjuangan Ziarahi Pendiri NU Jelang Muktamar Merayakan Keberagaman: SD Muhammadiyah Sidayu Gelar Karnaval Budaya Meriah dengan Konvoi Bus Tayo ke Wagos OMI Kemenag Guncang Madrasah: KSM dan MyRES Kini Bersatu, Siap Cetak Talenta Unggul! DigiSkillBadge Bikin Geger! Murid SMK Ditantang Bangun Reputasi Profesional Sejak Dini, Ijazah Saja Tak Cukup Lagi?

Berita Terkini

Pestapora 2025 Krisis: Puluhan Band Cabut, Kiki Ucup Minta Maaf!

badge-check


					Pestapora 2025 Krisis: Puluhan Band Cabut, Kiki Ucup Minta Maaf! Perbesar

Direktur Festival Pestapora, Kiki Aulia Ucup, akhirnya angkat bicara dan meminta maaf. Bukan kaleng-kaleng, permintaan maaf ini dilayangkan karena banyaknya penampil yang memilih mundur dari acara musik akbar itu. Pemicunya? Isu kerja sama dengan PT Freeport Indonesia yang langsung bikin geger publik dan musisi.

“Kami memastikan tak ada sepeser pun aliran dana yang kami terima dari PT Freeport Indonesia,” tegas Ucup lewat akun Instagram @pestapora pada Sabtu, 6 September 2025. Klarifikasi ini langsung menanggapi desas-desus yang menyebar cepat bak kilat.

Pilihan Editor: Melihat Hindia dan Bernadya Saling Tukar Lagu di Pestapora 2025

Ucup, yang dikenal sebagai sosok di balik festival-festival musik besar, mengaku menyadari betul kelalaian di balik keputusan untuk bekerja sama dengan Freeport. Nggak pake lama, sejak Jumat malam, 5 September 2025, pihak Pestapora langsung gercep memutuskan kontrak kerja sama tersebut. “Kami juga memastikan tak ada kehadiran PT Freeport Indonesia di Pestapora 2025,” imbuhnya, menekankan komitmen mereka untuk merespons kegelisahan publik dan para penampil.

Pestapora 2025 Tetap Terlaksana dengan Perubahan Line-Up

Soal segala beban dan implikasi dari pemutusan kerja sama dengan Freeport ini, Ucup mengatakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pestapora. Ia juga berjanji ke depannya akan lebih selektif, memastikan dengan cermat setiap pihak yang diajak berkolaborasi, dan akan terus menampung masukan dari berbagai pihak. “Pestapora akan tetap terlaksana, tapi dengan update line-up yang memutuskan mundur,” ujarnya, mencoba menenangkan para penonton yang mungkin khawatir acaranya batal.

Sorotan tajam terhadap kerja sama Pestapora dengan Freeport ini mulai ramai setelah munculnya unggahan video di Instagram Pestapora yang menunjukkan keterlibatan perusahaan tambang itu, hanya sehari sebelum acara dimulai. Puncaknya, di hari pertama festival, terlihat jelas ada pawai dengan banner bertuliskan “Tembaga ikutan berpestapora” yang diusung dua orang diiringi marching band perusahaan tambang tersebut. Momen ini langsung viral dan memicu protes besar.

Tim Tempo sendiri sudah mencoba menghubungi VP Corporate Communications PT Freeport Indonesia, Katri Krisnati, pada Sabtu, 6 September 2025, untuk meminta komentar. Namun, pihak Freeport memilih bungkam dan enggan memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini.

Respons Musisi yang Mundur

Gelombang penarikan diri musisi dari gelaran Pestapora terjadi bertubi-tubi, baik dari mereka yang dijadwalkan tampil di hari kedua maupun ketiga. Nama-nama besar seperti Sukatani, Negatifa, Rrag, Rekah, Ornament, Durga, hingga The Panturas secara serentak mengumumkan pembatalan penampilan mereka di Pestapora. Sikap para musisi ini jelas menunjukkan solidaritas mereka terhadap isu yang lebih besar.

Salah satu yang paling disorot adalah The Panturas. Band ini sempat merasa bingung dan berniat tetap tampil dengan perasaan bersalah. Namun, akhirnya mereka mengambil keputusan bulat. “Kami memilih untuk membatalkan penampilan kami di Pestapora tahun ini. Seluruh keuntungan penjualan merchandise yang tersedia di Pestapora 2025 akan kami donasikan untuk masyarakat Papua melalui Walhi,” tulis mereka, memberikan contoh konkret dari sikap mereka.

Band folk legendaris, Banda Neira, juga tak ketinggalan mengumumkan pembatalan penampilan di hari kedua Pestapora melalui Instagram mereka. Mereka menyatakan tidak akan naik ke panggung Riang Gembira Stage pada pukul 15.20 WIB dan meminta maaf sebesar-besarnya kepada seluruh penonton yang sudah menanti.

Personel Banda Neira. Foto: Banda Neira.

Banda Neira mengaku baru mengetahui keterlibatan Freeport pada Jumat tengah malam, padahal mereka baru saja manggung di hari pertama. “Kami ingin sikap dan perbuatan kami sehari-hari sesuai dengan apa-apa yang kami lantangkan di panggung. Musik bagi kami itu seperti janji pada diri sendiri, agar apa yang kami lakukan sejalan dengan nurani, dan selalu memikirkan yang tersisih dan terpinggirkan,” tulis mereka, menjelaskan prinsip moral di balik keputusan sulit ini.

Tak hanya itu, .Feast dan Hindia juga merasakan kekecewaan mendalam terhadap Pestapora 2025. “Hanya hitungan jam setelah kita bisa punya harapan sedikit di tengah situasi yang memanas, kita kembali dibuat kecewa. Kami .Feast dan Hindia memutuskan untuk mundur dari Pestapora 2025,” tegas mereka, menunjukkan kekecewaan yang tak tertahankan.

Sementara itu, band punk asal Bali, Rebellion Rose, mengambil pendekatan berbeda. Mereka mengatakan akan tetap naik ke atas panggung untuk menghormati pendengarnya yang sudah datang dari berbagai daerah. Namun, panggung itu akan mereka manfaatkan untuk berbincang mengenai kepedulian terhadap sekitar. “Kami akan mengembalikan 100 persen pembayaran dan transport tanpa potongan apapun. Kemudian kami akan turun panggung dan bernyanyi dengan gitar unplugged seadanya dengan siapa saja yang hadir di arena kami,” kata mereka, menunjukkan cara unik untuk menyuarakan protes.

Di sisi lain, band horor-punk asal Jakarta, Kelelawar Malam, langsung memutuskan tak terlibat dalam Pestapora melalui akun Instagramnya dengan mengunggah layar bertuliskan “Pestapora Cancel.” “KAMI MUNDUR DARI PESTAPORA! Pecut solidaritas untuk rakyat Papua, semoga kompeni ini bisa cepat pergi dari tanah kalian,” tulis mereka dalam keterangan unggahan. Senada dengan itu, band metalcore asal Surabaya, Ornament, juga mengumumkan mundur dari festival musik tahunan itu. “Kami menyatakan mundur dari Pestapora 2025. Di hari-hari kedap cahaya seperti sekarang solidaritas untuk semua yang tertindas, entah di Papua, entah di Palestina, dan di jalanan seperti hari-hari belakangan,” tulisnya, menyoroti isu global dan lokal.

Daftar Puluhan Band yang Mundur

Hingga saat ini, puluhan penampil telah membatalkan aksi panggungnya karena alasan kerja sama Pestapora dengan Freeport. Keputusan ini menunjukkan kekuatan solidaritas para musisi terhadap isu-isu sosial dan lingkungan. Berikut daftar lengkap musisi yang mundur dan menyatakan kekecewaan dengan Pestapora 2025:

  • Banda Neira
  • Bilal Indrajaya
  • Centra
  • Cloudburst
  • Durga
  • .Feast
  • Filler
  • Hindia
  • Keep It Real
  • Kelelawar Malam
  • Kenya
  • Leipzig
  • Morad
  • Navicula
  • Negatifa
  • Ornament
  • Pelteras
  • Petra Sihombing
  • Poris
  • Rebellion Rose
  • Rekah
  • Reruntuh
  • Rrag
  • Silampukau
  • Skandal
  • Sprayer
  • Sukatani
  • Swellow
  • taRRkam
  • Texpack
  • The Cottons
  • The Jeblogs
  • The Panturas
  • Tribute to Barefood
  • White Chorus
  • Xin Lie

EKA YUDHA SAPUTRA berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Pilihan Editor: Penampil Ramai-ramai Mundur dari Pestapora karena Isu Freeport

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Bangunsari Madiun Tolak TPST, Sosialisasi DLH Berujung Mediasi Tanpa Keputusan Final

24 Agustus 2026 - 10:54 WIB

7 Hektare Lahan Jati di Gunung Bungkuk Magetan Hangus Terbakar, BPBD Ingatkan Warga Waspada

24 Agustus 2026 - 06:13 WIB

Kecelakaan Maut Bojonegoro: Nenek 85 Tahun Tewas Terlindas Truk Saat Motor Salip dari Kiri

23 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Jombang Siapkan 99 Masjid Ramah Muktamirin, Fasilitasi Ribuan Peserta Muktamar NU

23 Agustus 2026 - 16:57 WIB

Sekdes di Probolinggo Digerebek di Hotel Bersama Istri Warga, Pemkab Tunggu Laporan Resmi

23 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Trending di Berita Terkini