Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Berita Terkini

Intel TNI Ditangkap Brimob? Wadan Panglima TNI Angkat Bicara!

badge-check

Intel TNI Ditangkap Brimob? Wadan Panglima TNI Angkat Bicara! Perbesar

Jagat maya mendadak heboh gara-gara kabar panas: ada anggota intelijen TNI yang katanya diciduk Brimob Polri pas kerusuhan demo tanggal 30 Agustus 2025. Nah, rumor yang bikin penasaran ini akhirnya direspons sama orang nomor dua di Korps Militer Indonesia, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita. Responnya? Lumayan bikin dahi berkerut.

Menurut Tandyo, kalaupun rumor penangkapan intelijen itu beneran kejadian, informasi sensitif kayak gini itu nggak seharusnya diumbar-umbar ke publik. “Begitu ini ditangkap kemudian keluar seperti itu, harusnya yang menangkap itu tidak menyebarkan itu, karena kan intelijen,” kata Tandyo saat ditemui di Gedung DPR RI, Senin (1/9/2025). Logis juga, ya. Namanya juga intel, kan kerjanya senyap.

Pernyataan Tandyo ini muncul setelah awak media menanyakan soal kabar penangkapan anggota TNI oleh Brimob Polri, termasuk satu orang yang disebut-sebut dari Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. Bukti? Nggak main-main, dokumentasi foto dan Kartu Tanda Anggota (KTA) oknum tersebut sampai ikutan viral di media sosial. Auto bikin geger, dong.

Tandyo juga menegaskan kalau kehadiran TNI dalam pengamanan demo kerusuhan itu tujuannya mulia. Bukan untuk bikin onar, apalagi jadi provokator. Justru, TNI ada di sana buat bantuin Polri meredam situasi biar tetap kondusif dan terkendali. Ia juga memastikan, dalam setiap tugasnya, TNI selalu tunduk pada konstitusi yang berlaku. “Saya sampaikan ya, namanya orang memberikan informasi itu kan kita harus masuk di dalam ya. Itu kita ikut mereka, kegiatan mereka (Polri),” jelasnya.

Namun, di tengah klarifikasi yang penting ini, Tandyo memilih untuk tidak menjawab secara gamblang soal kebenaran kabar intelijen TNI yang ditangkap itu. Ia langsung saja beranjak meninggalkan Gedung DPR RI, meninggalkan pertanyaan besar yang menggantung di udara.

Kabar Intel TNI Ditangkap Polisi: Drama Hoaks atau Fakta?

Sebelum Tandyo buka suara, pihak TNI sendiri sudah mengeluarkan pernyataan tegas. TNI menegaskan bahwa tidak ada satu pun prajuritnya yang ditangkap oleh kepolisian selama rangkaian demonstrasi pada Sabtu (30/8/2025). Lebih lanjut, TNI juga membantah keras tudingan bahwa ada anggotanya yang menjadi provokator massa aksi.

“Kami sangat menyayangkan framing negatif terhadap TNI, dan menindaklanjuti hal tersebut perlu saya tegaskan bahwa tidak ada anggota TNI yang ditangkap Polri maupun menjadi provokator dalam peristiwa tersebut, itu narasi bohong dan menyesatkan,” ujar Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah, dalam keterangannya, Minggu (31/8/2025). Jadi, intinya: SEMUA ITU HOAKS, kata TNI.

Freddy juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan jangan mudah terpancing oleh berita bohong alias hoaks. Apalagi, hoaks semacam ini biasanya punya tujuan tersembunyi, yaitu mengadu domba dan bikin keresahan di masyarakat. “TNI berkomitmen bekerja keras secara profesional menjaga stabilitas nasional dengan menciptakan situasi yang aman, damai, serta kondusif di seluruh wilayah Indonesia,” tegasnya, memberi jaminan keamanan.

Sebenarnya, apa sih yang bikin kabar ini jadi viral banget? Di media sosial, banyak beredar video yang memperlihatkan beberapa anggota Brimob Polri sedang menggiring dan mengamankan dua orang. Narasi yang menyertai video itu menyebut kalau dua orang ini adalah oknum TNI yang jadi provokator saat demo di depan Mako Brimob, Depok. Tapi, perlu diingat, dalam video yang viral itu tidak ada sumber jelas atau narasumber yang mengonfirmasi kejadian serta narasi tersebut. Jadi, antara yang terlihat di video dan narasi yang beredar, teka-tekinya masih belum terpecahkan.

Ringkasan

Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita menanggapi rumor penangkapan anggota intelijen TNI oleh Brimob Polri saat demo tanggal 30 Agustus 2025. Beliau menyatakan bahwa informasi penangkapan intelijen seharusnya tidak disebarluaskan ke publik. Tandyo juga menegaskan kehadiran TNI dalam pengamanan demo adalah untuk membantu Polri meredam situasi dan memastikan TNI selalu tunduk pada konstitusi.

Sebelumnya, pihak TNI telah membantah adanya prajurit yang ditangkap polisi atau menjadi provokator selama demonstrasi. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah menyebut narasi tersebut bohong dan menyesatkan, mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing hoaks. Beredar video di media sosial yang memperlihatkan anggota Brimob Polri mengamankan dua orang yang disebut sebagai oknum TNI provokator, namun tanpa sumber atau narasumber yang jelas.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Mewujudkan Sekolah Aman, Bersih, dan Nyaman Melalui Pemilahan Sampah

7 Okt 2026 - 10:41 WIB

Mewujudkan Sekolah Aman, Bersih, dan Nyaman Melalui Pemilahan Sampah

IYF #2 JSIT Probolinggo Jadi Wadah Pelajar Optimalkan Prestasi

20 Sep 2026 - 06:24 WIB

IYF #2 JSIT Probolinggo Jadi Wadah Pelajar Optimalkan Prestasi

Siswa SMP PGRI 6 Surabaya Unjuk Kemampuan di Science Olympiad 2026

16 Sep 2026 - 19:10 WIB

Siswa SMP PGRI 6 Surabaya Unjuk Kemampuan di Science Olympiad 2026

JSIT Jatim Gandeng BBPPMPV BOE Malang, Bidik Penguatan Kompetensi Guru dan Potensi Siswa

11 Sep 2026 - 04:37 WIB

JSIT Jatim Gandeng BBPPMPV BOE Malang, Bidik Penguatan Kompetensi Guru dan Potensi Siswa

Warga Bangunsari Madiun Tolak TPST, Sosialisasi DLH Berujung Mediasi Tanpa Keputusan Final

24 Agu 2026 - 10:54 WIB

Warga Bangunsari Madiun Tolak TPST, Sosialisasi DLH Berujung Mediasi Tanpa Keputusan Final
Trending di Berita Terkini