KlikMojok – Pada petang Selasa, 3 November 2026, suasana senja di Kampung Dawuhan, Desa Wonokoyo, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, berubah mencekam. Bukan hanya bayangan malam yang merayap, melainkan juga teror alam yang datang tak terduga. Angin kencang menerjang, dan dalam sekejap, sebuah pohon mangga tua yang telah lama berdiri tegak, kini tumbang, menimpa dua rumah warga dan meninggalkan luka ringan bagi seorang di antaranya. Peristiwa ini bukan sekadar insiden pohon tumbang biasa, melainkan cerminan krusial akan pentingnya kesiapsiagaan dan pemahaman kita terhadap ancaman alam yang kian sering menguji ketahanan komunitas.
Sekitar pukul 18.30 WIB, ketika sebagian warga tengah bersantai di teras rumah, termasuk Sandiyanto (29) dan Feni Aniati (38), derak keras tiba-tiba memecah keheningan. Pohon mangga besar yang akarnya telah lapuk, tak kuasa lagi menahan terpaan angin kencang yang datang. “Angin kencang menyebabkan pohon mangga tumbang dan menimpa bagian depan dua rumah warga. Kondisi akar pohon yang sudah lapuk juga diduga menjadi faktor penyebab tumbangnya pohon tersebut,” ujar Puriyono, Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, saat dikonfirmasi pada Rabu pagi.
Kedua rumah permanen yang terdampak, milik Sandiyanto dan Feni Aniati, berlokasi di RT 002/RW 007 Kampung Dawuhan. Berdasarkan pendataan BPBD Situbondo, kedua bangunan tersebut mengalami kerusakan ringan dengan total kerugian material diperkirakan mencapai Rp3,25 juta. Rumah Sandiyanto menanggung kerugian sekitar Rp750 ribu, sementara kerusakan rumah Feni Aniati ditaksir mencapai Rp2,5 juta. Di tengah keriuhan dan kepanikan, insiden ini juga melukai Hj. Nisa atau Toyani, yang mengalami luka ringan pada bagian tangan akibat terkena seng. Beruntung, korban dapat melakukan perawatan secara mandiri di rumah. “Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, satu orang warga mengalami luka ringan akibat terkena seng saat pohon tumbang,” jelas Puriyono, menegaskan bahwa kerugian jiwa dapat dihindari.
Peristiwa ini menjadi pengingat nyata betapa rapuhnya kita di hadapan kekuatan alam, sekaligus menyoroti respons cepat komunitas dan lembaga terkait. Laporan kejadian baru diterima BPBD Situbondo pada Rabu (4/11/2026) sekitar pukul 06.30 WIB. Tanpa menunda, Pusdalops dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Situbondo segera bergerak, melakukan peninjauan lokasi dan kaji cepat untuk mengidentifikasi kerusakan dan dampak yang ditimbulkan. Penanganan pohon tumbang ini adalah cerminan kolaborasi lintas sektor yang kuat, melibatkan staf Kecamatan Kapongan, anggota Polsek dan Koramil Kapongan, Tagana Dinas Sosial Situbondo, Pemerintah Desa Wonokoyo, hingga partisipasi aktif warga setempat yang bahu-membahu membersihkan puing.
Dari kejadian di Situbondo ini, ada pelajaran berharga yang harus dipetik dan disebarluaskan. Puriyono mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya angin kencang yang memang kerap melanda wilayah Kabupaten Situbondo. “Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman angin kencang. Pohon-pohon yang kondisinya sudah lapuk dan berpotensi tumbang perlu diantisipasi agar tidak membahayakan warga maupun bangunan di sekitarnya,” pungkasnya. Imbauan ini adalah seruan untuk proaktif, untuk tidak menunggu bencana datang, melainkan untuk mengidentifikasi dan memitigasi risiko sejak dini melalui edukasi dan tindakan nyata, seperti memangkas dahan yang berisiko atau menanam jenis pohon yang lebih tahan angin.
Sebagai langkah lanjutan, BPBD Situbondo berencana melakukan pengkajian kebutuhan pascabencana (Jitupasna) di lokasi kejadian. Bantuan logistik juga telah disiapkan untuk meringankan beban warga yang terdampak. Namun, lebih dari sekadar bantuan pascabencana, pendidikan tentang kesiapsiagaan, pemahaman akan tanda-tanda alam, dan pentingnya pemeliharaan lingkungan—termasuk pohon-pohon di sekitar kita—adalah investasi jangka panjang yang tak ternilai harganya. Kisah pohon mangga di Situbondo ini adalah kurikulum alam yang mengajarkan kita untuk selalu waspada, belajar dari pengalaman, dan bersinergi demi keselamatan bersama dalam menghadapi tantangan lingkungan yang terus berubah.












