KlikMojok – Pada Jumat, 30 Oktober 2026, TK Aisyiyah 1 Kota Probolinggo menerima kunjungan khusus dari tim dewan juri Anugerah Inklusif V “Aku Anak Hebat” Kota Probolinggo. Kehadiran tim penilai ini menjadi momen penting untuk mengevaluasi program anak inklusi yang diterapkan sekolah, yang diawali dengan sambutan unik dari para siswa inklusi.
Tim dewan juri Anugerah Inklusif V “Aku Anak Hebat” Kota Probolinggo Tahun 2026 secara resmi mendatangi TK Aisyiyah 1 Kota Probolinggo pada hari Jumat tersebut. Tujuan utama kunjungan ini adalah untuk melaksanakan penilaian komprehensif terhadap sekolah yang aktif menjalankan program pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus atau inklusi.
Sebanyak empat orang anggota tim dewan juri yang berasal dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo turut serta dalam proses penilaian ini. Mereka adalah Sri Utami Ratna Ningrum, S.Pd., M.Pd., Kurniawati Indayanah, S.Pd., M.M., Susi Suhartami, S.Pd., M.M., dan Fian Arie Irawan, S.A.P.
Kedatangan tim dewan juri di sekolah pada pukul 08.00 WIB disambut dengan cara yang istimewa oleh empat orang siswa inklusi TK Aisyiyah 1 Kota Probolinggo. Dengan keramahan, mereka menyambut tim juri sambil mengalungkan selendang batik, memberikan kesan pertama yang hangat dan tak terlupakan.
Setelah momen penyambutan yang berkesan tersebut, tim juri kemudian diarahkan menuju ruang guru. Di sana, mereka mengikuti serangkaian kegiatan presentasi yang disampaikan oleh Kepala PAUD Aisyiyah 1 Kota Probolinggo dan Guru Pendamping Khusus (Inklusi) sekolah.
Acara dilanjutkan dengan sesi pembukaan yang dipandu oleh MC Fian Arie. Kemudian, salah satu anak inklusi, Ken Raditya Pamungkas, dari Kelompok B2, menampilkan kebolehannya dengan menghafal Surah Al-Qoriah dari Al-Qur’an, menunjukkan potensi dan bakatnya di hadapan para juri.
Usai sambutan yang disampaikan oleh perwakilan juri, Sri Utami Ratna Ningrum, dan sambutan dari Kepala PAUD Aisyiyah 1 Kota Probolinggo, Aryzana Maharanny, M.Pd., giliran Guru Pendamping Khusus (GPK), Safitri Dua Pramita, M. Pd., untuk menyampaikan presentasinya.
Safitri, yang akrab disapa dengan nama panggilannya, menjelaskan filosofi di balik program inklusi mereka. Ia menyatakan, “Kegiatan kelas inklusi ini bukan hanya tanggung jawab Guru Pendamping Khusus (GPK). Melainkan kerjasama dengan tenaga yang lain, dari guru kelas sampai tenaga kependidikan. Ini karena memiliki rasa untuk membina dan mendidik siswa inklusi.”
Setelah sesi presentasi selesai, tim penilai dibagi menjadi dua kelompok. Dua orang anggota tim berkeliling untuk mengamati kelas bridging (inklusi) dan kegiatan para siswa. Bertepatan dengan hari Jumat, kegiatan siswa saat itu hanya terfokus pada ekstrakurikuler. Sementara itu, dua anggota tim penilai lainnya bertugas meninjau dan memeriksa administrasi serta berbagai berkas terkait.
Rangkaian kegiatan penilaian Anugerah Inklusif V ditutup dengan sesi ramah tamah. Tim juri berinteraksi santai ditemani oleh perwakilan dari Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Probolinggo, Kepala PAUD, dan Guru Pendamping Khusus (GPK), mengakhiri kunjungan penilaian yang penuh makna.












