Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Perkuat Pendidikan Lingkungan & Kebinekaan, Eco Bhinneka Berkolaborasi dengan Kemendikdasmen

badge-check

Perkuat Pendidikan Lingkungan & Kebinekaan, Eco Bhinneka Berkolaborasi dengan Kemendikdasmen Perbesar

KlikMojok – Eco Bhinneka Muhammadiyah baru-baru ini mengambil langkah strategis dengan menjajaki kerja sama bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk memperkuat pendidikan lingkungan dan menumbuhkan nilai kebinekaan di lingkungan sekolah. Inisiatif kolaborasi penting ini dibahas dalam sebuah pertemuan resmi dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, yang berlangsung di kantor Kemendikdasmen, Jakarta, pada Rabu, 28 Oktober 2026.

Dalam kesempatan pertemuan tersebut, Hening Parlan, selaku Direktur Eco Bhinneka Muhammadiyah, berkesempatan untuk memaparkan dan berbagi pengalaman mengenai berbagai inisiatif yang telah berhasil dilaksanakan oleh anak muda dari berbagai latar belakang iman di sejumlah daerah.

Berbagai inisiatif yang disampaikan oleh Hening mencakup beragam program, mulai dari edukasi tentang lingkungan hidup, pengembangan wirausaha yang berwawasan lingkungan, kampanye untuk meningkatkan kesadaran akan isu lingkungan, upaya efisiensi dan transisi energi, hingga pemberdayaan bagi kelompok difabel. Melalui serangkaian kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama ini, para pemuda lintas iman tidak hanya diajak untuk turut serta dalam mengatasi berbagai permasalahan lingkungan, tetapi juga didorong untuk bersama-sama membangun sebuah tatanan masyarakat yang lebih terbuka dan mampu menghargai setiap perbedaan.

Hening Parlan menjelaskan tujuan dari pertemuan tersebut, dengan menyatakan, “Kami ingin berbagi pembelajaran dari berbagai wilayah sekaligus mendapatkan arahan untuk memperkuat inisiatif yang telah berjalan. Kami berharap upaya membangun kepedulian lingkungan dan merawat keberagaman dapat menjangkau lebih banyak anak muda, termasuk melalui lingkungan sekolah.”

Menanggapi pemaparan yang disampaikan oleh Direktur Eco Bhinneka tersebut, Menteri Abdul Mu’ti kemudian menekankan betapa krusialnya upaya untuk membangun budaya ASRI, sebuah akronim dari Aman, Sehat, Resik, dan Indah, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat luas.

Menurut pandangan Menteri Abdul Mu’ti, kepedulian terhadap isu-isu lingkungan harus ditumbuhkan secara berkelanjutan melalui penerapan kebiasaan-kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan tersebut mencakup tindakan-tindakan sederhana seperti mengurangi produksi sampah, memanfaatkan kembali barang-barang yang masih layak pakai, hingga penggunaan energi secara lebih bijak dan bertanggung jawab.

Lebih lanjut, ia memberikan dorongan kepada Eco Bhinneka Muhammadiyah agar dapat memperluas jangkauan edukasi lingkungan di berbagai sekolah. Hal ini bisa diwujudkan, antara lain, melalui penyelenggaraan kegiatan ekstrakurikuler yang memberikan kesempatan nyata bagi para peserta didik untuk terlibat langsung dalam pengelolaan sampah dan bahkan mengembangkan produk-produk yang memiliki nilai guna.

“Budaya peduli lingkungan dapat dibangun melalui kegiatan di sekolah, termasuk kegiatan ekstrakurikuler yang mengajak siswa mengelola sampah dan mengolahnya menjadi produk yang bermanfaat,” demikian tutur Prof. Abdul Mu’ti menegaskan.

Peluang kolaborasi yang sedang dijajaki ini memiliki keselarasan yang kuat dengan program “1000 Cahaya Muhammadiyah” yang saat ini tengah dijalankan oleh Eco Bhinneka. Program ini secara spesifik bertujuan untuk mendorong peningkatan efisiensi energi dan mendukung transisi menuju penggunaan energi yang lebih bersih. Hingga saat ini, melalui pelaksanaan program tersebut, pelatihan-pelatihan relevan telah berhasil diselenggarakan di 50 sekolah.

Ke depannya, program “1000 Cahaya Muhammadiyah” ini direncanakan akan terus berlanjut dan diperluas, dengan fokus pada penguatan kapasitas para tenaga pendidik atau guru, serta melalui jalinan kerja sama yang erat dengan sekolah-sekolah yang memiliki latar belakang lintas iman.

Selain fokus utama pada pendidikan lingkungan, penguatan karakter peserta didik dan penanaman nilai-nilai kebinekaan juga diidentifikasi sebagai bidang lain yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut melalui jalinan kerja sama ini.

Rusprita Putri Utami, yang menjabat sebagai Kepala Pusat Pengembangan Prestasi dan Pembinaan Karakter Kemendikdasmen, turut menjelaskan bahwa kementeriannya telah mengembangkan sebuah inisiatif bernama Forum Perjumpaan Tunas Bhinneka. Forum ini dirancang untuk diintegrasikan secara khusus dalam rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), terutama pada hari pertama pelaksanaannya.

Tujuan utama dari Forum Perjumpaan Tunas Bhinneka adalah untuk mendorong terciptanya lingkungan sekolah sebagai sebuah ruang perjumpaan yang kondusif, di mana para peserta didik dapat saling mengenal satu sama lain, belajar menghargai, dan menghormati berbagai bentuk perbedaan, termasuk perbedaan dalam hal keyakinan atau agama.

Menurut Rusprita, pendekatan yang diusung oleh forum tersebut sangat selaras dengan berbagai inisiatif yang dijalankan oleh Eco Bhinneka, yang memang secara konsisten mempertemukan anak-anak muda dari berbagai latar belakang iman melalui kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan bersama.

Rusprita menegaskan pentingnya peran sekolah dalam membangun karakter siswa dengan menyatakan, “Sekolah perlu menjadi ruang perjumpaan bagi anak-anak untuk belajar saling mengenal, menghargai, dan menghormati perbedaan.”

Selain itu, Rusprita juga menambahkan bahwa literasi keagamaan yang memadai serta penciptaan budaya sekolah yang aman dan nyaman merupakan faktor-faktor penting yang turut berperan signifikan dalam proses pembentukan karakter yang kuat pada diri setiap peserta didik.

Pertemuan penting ini dihadiri oleh sekitar 20 pengelola program dari Eco Bhinneka Muhammadiyah, yang berasal dari tingkat nasional serta sembilan wilayah berbeda. Secara keseluruhan, pertemuan ini menandai sebuah langkah awal yang prospektif dalam penjajakan kerja sama antara Eco Bhinneka Muhammadiyah dan Kemendikdasmen, dengan tujuan akhir untuk semakin memperkuat pendidikan lingkungan dan penanaman nilai-nilai kebinekaan di seluruh sekolah di Indonesia.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Di Balik Kabut Asap yang Tak Kunjung Usai: Jeritan Napas 75 Ribu Balita Korban Karhutla

1 Nov 2026 - 21:03 WIB

Di Balik Kabut Asap yang Tak Kunjung Usai: Jeritan Napas 75 Ribu Balita Korban Karhutla

Jejak Rantai di Jalan Aspal: Polemik Excavator Melintas di Pusat Kota Bojonegoro

1 Nov 2026 - 21:02 WIB

Jejak Rantai di Jalan Aspal: Polemik Excavator Melintas di Pusat Kota Bojonegoro

Jejak Nasionalisme di Era Digital: Ketika Media Siber Menghidupkan Kembali Ingatan Kolektif Pemuda

1 Nov 2026 - 18:46 WIB

Jejak Nasionalisme di Era Digital: Ketika Media Siber Menghidupkan Kembali Ingatan Kolektif Pemuda

Misteri di Balik Keheningan: Penemuan Mayat Perempuan di Bekas Wisata Suwono Ngawi

1 Nov 2026 - 18:45 WIB

Misteri di Balik Keheningan: Penemuan Mayat Perempuan di Bekas Wisata Suwono Ngawi

Menguak Kriteria Orang Terbaik dan Amalan Paling Dicintai Allah dalam Pengajian PDM Trenggalek

1 Nov 2026 - 18:44 WIB

Menguak Kriteria Orang Terbaik dan Amalan Paling Dicintai Allah dalam Pengajian PDM Trenggalek
Trending di Pendidikan