KlikMojok – Pagi di Malang, riuh rendah suara kendaraan bercampur tawa dan langkah kaki anak-anak sekolah. Di tengah hiruk pikuk itu, jalan raya tak hanya menjadi urat nadi kota, tapi juga arena yang menyimpan potensi bahaya tak terduga. Menyadari kerentanan ini, Polres Malang bergerak. Bukan sekadar menindak pelanggaran, melainkan merangkul dan menanamkan kesadaran sejak dini. Dalam bingkai Operasi Patuh Semeru 2026, mereka menyambangi sekolah-sekolah, menyapa para pelajar, dan membentangkan karpet merah edukasi keselamatan lalu lintas, sebuah investasi penting bagi masa depan.
Angka kecelakaan yang melibatkan usia muda seringkali menjadi catatan kelam yang menghantui. Oleh karena itu, Polres Malang tak hanya fokus pada penindakan, melainkan juga pada pencegahan proaktif. Peningkatan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada para pelajar sekolah, yang diintegrasikan dalam pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026, adalah sebuah upaya strategis. Tujuannya jelas: menanamkan kedisiplinan di jalan raya sejak dini, sekaligus meminimalisir risiko kecelakaan yang kerap menimpa kalangan pelajar, membentuk generasi yang lebih sadar dan bertanggung jawab di ruang publik.
Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satuan Lalu Lintas Polres Malang menjadi garda terdepan dalam misi ini. Mereka menyambangi berbagai institusi pendidikan, mulai dari jenjang dasar hingga menengah pertama. Beberapa sekolah yang berkesempatan menerima edukasi ini antara lain SDN Saptorenggo di Kecamatan Pakis, SMPN 1 Pakis, hingga SMP Muhammadiyah 4 Singosari. Di sana, para petugas dengan sabar dan interaktif memberikan pemahaman komprehensif. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan rambu-rambu lalu lintas yang esensial, aturan berkendara yang wajib ditaati, pentingnya penggunaan perlengkapan keselamatan seperti helm, hingga bagaimana menjaga perilaku aman dan etis saat berada di jalan raya.
AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Malang, menegaskan bahwa edukasi yang menyasar pelajar ini merupakan pilar utama dalam strategi preventif Operasi Patuh Semeru 2026. Ia menekankan urgensi memperkenalkan konsep keselamatan berlalu lintas sejak usia dini, agar nilai-nilai tersebut dapat terinternalisasi dan menjadi kebiasaan sehari-hari. “Operasi Patuh Semeru tidak hanya mengedepankan penindakan terhadap pelanggaran. Edukasi juga menjadi bagian penting untuk membangun kesadaran masyarakat, termasuk para pelajar, agar lebih memahami pentingnya keselamatan di jalan,” ujar Chelvin, Rabu (28/10/2026).
Lebih lanjut, Chelvin menguraikan bahwa pondasi pemahaman tentang lalu lintas harus diletakkan sejak bangku sekolah. Dengan bekal pengetahuan ini, para pelajar diharapkan mampu mengidentifikasi potensi bahaya di jalan, serta sigap mengambil tindakan yang tepat untuk melindungi diri sendiri dan sesama pengguna jalan. “Anak-anak perlu memahami bahwa jalan raya memiliki risiko yang harus diwaspadai. Mengenal rambu, mematuhi aturan, dan tidak melakukan tindakan yang membahayakan merupakan hal mendasar yang perlu dibiasakan sejak dini,” jelasnya.
Namun, upaya edukasi tak akan maksimal tanpa dukungan dari lingkungan terdekat, yakni keluarga. Chelvin menekankan bahwa orang tua memegang peran krusial sebagai teladan. Mereka diharapkan memberikan contoh nyata dalam kepatuhan berlalu lintas, terutama terkait penggunaan helm dan ketaatan pada aturan saat mengantar atau menjemput anak ke sekolah. “Kami berharap orang tua ikut memberikan contoh yang baik. Saat mengantar anak ke sekolah, misalnya, pastikan menggunakan helm bagi pengendara dan penumpang sepeda motor serta tidak mengabaikan aturan lalu lintas,” tuturnya.
Senada dengan itu, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Malang, AKP M. Budiono, turut menyampaikan imbauan penting. Ia secara tegas mengingatkan agar pelajar tidak memaksakan diri mengendarai kendaraan bermotor jika belum memenuhi syarat usia dan belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) yang sah. Budiono menganjurkan para pelajar untuk memilih moda transportasi yang aman dan selalu mengikuti arahan orang tua saat beraktivitas di jalan. “Keselamatan harus menjadi prioritas. Jangan sampai keinginan untuk cepat sampai tujuan membuat kita mengabaikan aturan dan membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” tambah Budiono.
Akhirnya, Operasi Patuh Semeru bukan hanya tentang angka pelanggaran atau statistik kecelakaan. Ia adalah tentang membangun peradaban di jalan, menanamkan nilai-nilai keselamatan pada tunas-tunas bangsa. Dengan sinergi antara kepolisian, sekolah, dan keluarga, harapan akan terciptanya generasi yang lebih bertanggung jawab dan jalan raya yang lebih aman bukan lagi sekadar impian, melainkan sebuah cita-cita yang sedang diukir bersama di setiap persimpangan dan ruas jalan di Malang.












