KlikMojok – Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-98 di SMP Muhammadiyah 4 Kebomas (Spemupat), Gresik, pada Rabu, 28 Oktober 2026, dimeriahkan dengan gelaran Festival Sumpah Pemuda (Festmuda). Acara yang berlangsung di lapangan sekolah ini dibuka dengan penampilan paduan suara dan berhasil mengumpulkan 150 murid yang antusias untuk menyaksikan sekaligus mengikuti serangkaian perlombaan.
Festmuda ini secara khusus digerakkan oleh para kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Spemupat. Mereka mengorganisir berbagai lomba, yaitu paduan suara, pidato, debat, dan mewarnai, sebagai wujud peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-98.
Di antara kompetisi yang ada, peserta lomba paduan suara tampil dengan maksimal, berupaya menyelaraskan setiap nada dan irama lagu yang dibawakan. Penampilan mereka semakin menarik dengan beragam aksesori yang dikenakan untuk menunjang visualisasi.
Setelah sesi paduan suara, panggung beralih kepada para peserta lomba pidato. Mereka dengan berani dan penuh kecakapan berbicara, menyampaikan gagasan mengenai tema perjuangan dan semangat pemuda secara lantang di hadapan dewan juri yang hadir.
Faridatul Asri’ah, S.Ag., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Ismuba yang juga bertindak sebagai salah satu juri dalam lomba pidato, menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan kerja keras para kader IPM dalam mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan Festmuda ini.
“Secara pribadi saya berikan ‘applause’ kepada jajaran kader IPM yang baru. Berkat kerja keras mereka, acara Fesmuda tahun ini dapat berjalan lancar,” ujar Faridatul.
Meskipun udara masih terasa dingin akibat hujan yang turun pada malam sebelumnya, suasana di arena lomba debat justru dipenuhi ketegangan. Kedua tim peserta saling berhadapan, secara bergantian menyampaikan argumen-argumen mereka untuk menanggapi pertanyaan yang diajukan oleh dewan juri.
Berbeda dengan suasana di lapangan, perpustakaan sekolah menjadi lokasi lomba mewarnai yang diikuti oleh murid-murid inklusi. Mereka tampak asyik memadupadankan berbagai warna pada lembar kertas bergambar, sesekali diselingi percakapan ringan dengan teman-teman dan panitia yang mendampingi.
“Nina, kok warna wajahnya hitam semua?” celetuk salah seorang siswa bernama Duta, saat mengamati hasil karya temannya.
Di tengah konsentrasi para peserta yang sibuk menyelesaikan gambarnya, Cindy, salah satu panitia, mengingatkan tentang sisa waktu yang tersedia.
“Ayo…, waktunya tinggal 3 menit,” kata Cindy.
“Sabar dong, sedikit lagi nih,” sahut Duta.
Dari lapangan hingga ke perpustakaan, Festmuda berhasil memberikan wadah bagi para murid untuk menunjukkan beragam kemampuan mereka melalui berbagai cabang lomba. Seluruh rangkaian kegiatan ini secara apik memadukan unsur kreativitas, keberanian, dan semangat cinta tanah air, selaras dengan esensi peringatan Sumpah Pemuda.
Faridatul berharap, melalui gelaran Festmuda ini, Spemupat dapat melahirkan generasi pemuda-pemudi yang tangguh dan memiliki karakter kuat. Mereka diharapkan siap untuk meneruskan estafet perjuangan dan memberikan kontribusi positif yang signifikan bagi kemajuan bangsa di masa depan.












