Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Semangat Sumpah Pemuda di SDMM Gresik: Dorong Siswa Bersatu dalam Belajar untuk Raih Prestasi

badge-check

Semangat Sumpah Pemuda di SDMM Gresik: Dorong Siswa Bersatu dalam Belajar untuk Raih Prestasi Perbesar

KlikMojok – Peringatan Hari Sumpah Pemuda di SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik pada Senin, 26 Oktober 2026, menjadi momentum penting yang menginspirasi para murid. Melalui upacara bendera yang khidmat, semangat Sumpah Pemuda ditekankan sebagai pengingat bagi setiap siswa untuk terus mengembangkan kemampuan, berkolaborasi, dan berani mencoba hal-hal baru. Mereka diajak mengisi kemerdekaan bangsa dengan belajar tekun serta memberikan karya terbaik yang dapat dibanggakan.

Sebuah perumpamaan sederhana namun penuh makna disampaikan dalam upacara tersebut: sebatang lidi akan mudah dipatahkan, namun ketika banyak lidi diikat menjadi satu, kekuatannya akan berlipat ganda. Analogi ini menjadi pengingat utama tentang betapa fundamentalnya persatuan dalam peringatan Sumpah Pemuda yang diselenggarakan di SDMM Gresik.

Dalam kesempatan tersebut, Pembina Upacara, Dr. M. Fadloli Aziz, S.Si., M.Pd., memimpin para murid untuk kembali menelusuri sejarah Sumpah Pemuda dan merenungkan maknanya yang mendalam bagi perjalanan bangsa Indonesia hingga saat ini.

Ia menegaskan bahwa Sumpah Pemuda lahir dari tekad bulat para pemuda dari beragam latar belakang daerah yang bersatu padu sebagai satu bangsa. Pada tanggal 28 Oktober 1928, mereka dengan lantang mengikrarkan tiga janji suci: satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia.

Melanjutkan perumpamaan lidi, Aziz menjelaskan bahwa persatuan merupakan kunci utama yang memberikan kekuatan jauh lebih besar. Ia menekankan bahwa perbedaan yang ada di tengah masyarakat bukanlah hambatan untuk melangkah bersama, melainkan potensi besar. Ketika setiap individu saling menghargai dan bekerja sama, perbedaan tersebut justru dapat menjadi sumber kekuatan yang luar biasa bagi Indonesia.

Semangat kebersamaan dan persatuan ini, lanjutnya, juga dapat dipupuk dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah. Hal ini menjadi landasan penting bagi pembentukan karakter siswa.

“Anak-anak dapat belajar bekerja sama dengan teman, menghargai pendapat orang lain, serta saling membantu untuk mencapai tujuan bersama,” ungkap Aziz, mendorong para siswa untuk mempraktikkan nilai-nilai tersebut secara konkret.

Sebagai Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Gresik, Aziz dalam amanatnya juga mengajak seluruh murid untuk memaknai kemerdekaan sebagai sebuah kesempatan emas untuk terus belajar dan mengukir prestasi. Ia memaparkan adanya perbedaan perjuangan antara generasi dahulu dan sekarang.

“Jika dahulu para pemuda berjuang untuk mewujudkan persatuan bangsa, generasi masa kini dapat mengisi kemerdekaan dengan mengembangkan kemampuan dan memberikan yang terbaik melalui bidangnya masing-masing,” jelasnya, menyoroti peran strategis generasi muda saat ini.

Lebih lanjut, Aziz menekankan bahwa pencapaian prestasi bukanlah hal yang mustahil. Prestasi dapat diraih melalui semangat belajar yang tinggi, ketekunan yang tak kenal menyerah, dan keberanian untuk terus mencoba berbagai hal baru, meskipun menghadapi tantangan.

Para murid juga diajak untuk senantiasa belajar dari berbagai sumber dan siapa pun yang mereka temui. Sumber belajar tersebut tidak hanya terbatas pada guru di sekolah, tetapi juga teman sebaya, anggota keluarga, lingkungan sekitar, dan setiap pengalaman yang mereka hadapi setiap hari.

Menurutnya, peringatan Sumpah Pemuda bukan hanya sekadar mengenang peristiwa bersejarah, tetapi juga merupakan kesempatan berharga untuk mengambil hikmah dan pelajaran darinya. Semangat persatuan yang telah tertanam kuat ini terbukti mampu memperkuat rasa kebangsaan Indonesia di tengah keberagaman suku, budaya, dan bahasa yang begitu kaya.

“Hingga kini, semangat tersebut tetap dibutuhkan untuk menjaga kebersamaan dan membangun masa depan Indonesia,” pesan Aziz, menegaskan relevansi nilai-nilai Sumpah Pemuda di era modern.

Melalui upacara peringatan ini, Dr. M. Fadloli Aziz mengajak murid-murid SDMM untuk memahami bahwa mencintai Indonesia dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana. Langkah-langkah tersebut meliputi menghargai perbedaan, menjaga persatuan di antara sesama, rajin belajar untuk meningkatkan kapasitas diri, dan senantiasa berusaha memberikan karya terbaik yang bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Menyulam Kualitas, Merajut Asa: Peran Proaktif BSPJI Surabaya dalam Sertifikasi Halal dan SNI IKM di Jatim

28 Okt 2026 - 15:21 WIB

Menyulam Kualitas, Merajut Asa: Peran Proaktif BSPJI Surabaya dalam Sertifikasi Halal dan SNI IKM di Jatim

Mengupas Strategi “FISIB Mbois”: Visi Dekan Bangun Sentosa untuk Kemajuan FISIB UTM dalam Setahun

28 Okt 2026 - 15:20 WIB

Mengupas Strategi “FISIB Mbois”: Visi Dekan Bangun Sentosa untuk Kemajuan FISIB UTM dalam Setahun

Membangun Lingkungan Sekolah Aman: Komitmen Multisektoral Melawan Perundungan di Pendidikan

28 Okt 2026 - 15:18 WIB

Membangun Lingkungan Sekolah Aman: Komitmen Multisektoral Melawan Perundungan di Pendidikan

Pelita Persaudaraan yang Padam: Mengenang Wahyu Subakdiono, Ketua PSHT Bojonegoro

28 Okt 2026 - 12:40 WIB

Pelita Persaudaraan yang Padam: Mengenang Wahyu Subakdiono, Ketua PSHT Bojonegoro

Merajut Asa, Menjaga Warisan: Sumpah Pemuda di Pamekasan sebagai Simpul Kepedulian dan Kreativitas

28 Okt 2026 - 12:38 WIB

Merajut Asa, Menjaga Warisan: Sumpah Pemuda di Pamekasan sebagai Simpul Kepedulian dan Kreativitas
Trending di Pendidikan