Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Salat Istiska PCM Sangkapura: Tiga Makna Doa di Balik Kemarau Bawean

badge-check

Salat Istiska PCM Sangkapura: Tiga Makna Doa di Balik Kemarau Bawean Perbesar

KlikMojok – Untuk menghadapi kemarau panjang yang melanda wilayah Bawean, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sangkapura menyelenggarakan salat Istiska di halaman Masjid As-Shalihin pada Ahad, 25 Oktober 2026, pukul 06.15 WIB. Kegiatan spiritual ini diikuti oleh puluhan jemaah yang meliputi pimpinan, anggota, dan simpatisan Muhammadiyah yang berdomisili di Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Khutbah yang disampaikan dalam salat Istiska tersebut secara khusus menguraikan tiga makna penting: pengabulan doa, ketundukan, dan pertolongan Allah.

Dalam pelaksanaan salat Istiska dua rakaat tersebut, Zakariyah, Lc., seorang Anggota Majelis Tablig PCM Sangkapura, mengemban tugas ganda sebagai imam sekaligus khatib. Setelah memimpin salat, beliau melanjutkan dengan menyampaikan khutbah.

Penyelenggaraan salat Istiska ini merupakan respons dan tindak lanjut dari Maklumat Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.1/E/2026. Maklumat resmi tersebut secara eksplisit menyerukan umat Islam untuk melaksanakan salat Istiska, melakukan muhasabah diri, dan berikhtiar bersama dalam menghadapi tantangan kemarau panjang serta ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Secara umum, salat Istiska memang ditujukan untuk memohon rahmat Allah agar menurunkan hujan. Di Pulau Bawean sendiri, dampak kemarau panjang telah terasa sejak bulan Juli hingga Oktober, menyebabkan ketersediaan air bersih menjadi sangat terbatas.

Kondisi kekurangan air bersih ini, misalnya, dialami oleh masyarakat Desa Pudakit Barat, yang juga merupakan desa asal Ketua PCM Sangkapura, Hairuddin, S.Pd., M.Pd. Akibatnya, warga di desa tersebut harus bergantung pada pasokan air bersih yang didistribusikan oleh pemerintah desa setempat.

Dalam kesempatan khutbahnya, Ustaz Zakariyah secara mendalam menguraikan tiga makna esensial yang terkandung dalam pelaksanaan salat Istiska.

Makna pertama yang dijelaskan adalah pengabulan doa. Melalui salat ini, para jemaah diajak untuk memanjatkan segala permohonan tulus kepada Allah SWT, dengan keyakinan dan harapan penuh akan rahmat serta terkabulnya setiap doa yang dipanjatkan.

Selanjutnya, makna kedua adalah ketundukan. Salat Istiska berfungsi sebagai manifestasi nyata dari ketundukan seorang hamba di hadapan Allah, sebuah pengakuan atas kehendak-Nya dalam setiap kondisi yang terjadi di alam semesta.

Makna ketiga, yaitu pertolongan. Dengan melaksanakan salat Istiska, umat Islam secara kolektif memohon pertolongan Allah SWT dengan kesungguhan hati untuk mengatasi berbagai kesulitan dan tantangan yang sedang mereka hadapi.

Ustaz Zakariyah juga tidak lupa memberikan nasihat penting kepada seluruh jemaah. Beliau mengingatkan agar tidak mudah berputus asa apabila permohonan yang telah dipanjatkan belum juga terwujud. Beliau menekankan bahwa pengabulan doa senantiasa mengikuti kehendak dan pilihan Allah SWT.

Nasihat ini selaras dengan salah satu hikmah berharga yang tertulis dalam kitab Al-Hikam, sebuah karya monumental dari Ibnu Athaillah As-Sakandari. Hikmah tersebut menyatakan bahwa “keterlambatan datangnya pemberian tidak semestinya membuat seseorang kehilangan harapan.” Hal ini menegaskan kembali bahwa pengabulan setiap doa akan terjadi sesuai dengan pilihan dan waktu yang telah ditetapkan serta dikehendaki oleh Allah.

Lebih lanjut, Ustaz Zakariyah menjelaskan bahwa terkadang pengabulan doa dapat terwujud dalam bentuk yang berbeda dari apa yang diinginkan atau dibayangkan oleh orang yang memohon. Oleh karena itu, seorang hamba dianjurkan untuk senantiasa terus berdoa dan menyerahkan sepenuhnya hasil serta ketentuannya kepada Allah SWT.

Beliau kemudian melanjutkan khutbahnya dengan mengingatkan para jemaah bahwa kebutuhan akan turunnya hujan tidak hanya dirasakan oleh manusia semata, melainkan juga oleh seluruh makhluk hidup lainnya di bumi.

“Perlu diingat bersama, tidak hanya kita yang meminta hujan ketika terdesak pada suatu keadaan, tetapi makhluk hidup lain juga meminta hujan itu,” ujar Ustaz Zakariyah, menegaskan pentingnya air bagi seluruh ekosistem.

Ustaz Zakariyah menambahkan bahwa air memegang peranan vital bagi kelangsungan hidup seluruh makhluk di alam semesta ini. Kebutuhan mendesak akan air semakin terasa intens, terutama saat musim kemarau panjang melanda dan insiden kebakaran hutan marak terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

Sebagai penutup khutbahnya yang penuh makna, Ustaz Zakariyah menyampaikan sebuah poin penting bahwa setiap doa yang dipanjatkan oleh seorang hamba sejatinya merupakan bentuk awal dari pengabulan yang diberikan oleh Allah SWT.

Beliau sekali lagi mengingatkan seluruh jemaah bahwa jawaban atas doa yang dipanjatkan bisa jadi hadir dalam wujud atau bentuk yang berbeda, tidak selalu identik dengan apa yang diinginkan atau diharapkan secara spesifik oleh pemohon.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Dentuman Pesta, Racun di Balik Gempita: Candu Alkohol dalam Pusaran Sound Horeg Blitar

25 Okt 2026 - 21:07 WIB

Dentuman Pesta, Racun di Balik Gempita: Candu Alkohol dalam Pusaran Sound Horeg Blitar

Dari Ngontel Bareng Hari Santri, Siswa SMP Muhammadiyah 1 Nganjuk Tak Sangka Bawa Pulang Kerbau

25 Okt 2026 - 21:05 WIB

Dari Ngontel Bareng Hari Santri, Siswa SMP Muhammadiyah 1 Nganjuk Tak Sangka Bawa Pulang Kerbau

Bayangan Melata di Atap: Kisah Evakuasi Ular Piton Dua Meter di Gresik

25 Okt 2026 - 15:18 WIB

Bayangan Melata di Atap: Kisah Evakuasi Ular Piton Dua Meter di Gresik

Ketika Depresi Mengusir Pulang: Kisah Ujang Kusmin, 30 Tahun Hilang, dan Akhir Pencarian di Mojokerto

25 Okt 2026 - 15:17 WIB

Ketika Depresi Mengusir Pulang: Kisah Ujang Kusmin, 30 Tahun Hilang, dan Akhir Pencarian di Mojokerto

Lebih dari Sekadar Candaan: Psikolog Ajarkan Siswa Spemdalas Kenali Emosi dan Rancang Masa Depan

25 Okt 2026 - 15:17 WIB

Lebih dari Sekadar Candaan: Psikolog Ajarkan Siswa Spemdalas Kenali Emosi dan Rancang Masa Depan
Trending di Pendidikan