KlikMojok – Muhammad Wira Adinegara, seorang siswa berprestasi dari kelas VIII SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta, sukses menorehkan catatan gemilang. Dalam kurun waktu kurang dari dua pekan, ia berhasil meraih tiga gelar juara dalam berbagai ajang kompetisi sains bergengsi, meliputi medali emas Olimpiade IPA tingkat Kota Surakarta, medali emas Kompetisi Sains Nalaria Realistik (KSNR) tingkat nasional, serta juara III Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Provinsi Jawa Tengah. Prestasi ini menunjukkan dedikasi dan ketekunan Wira dalam bidang sains.
Rangkaian prestasi membanggakan ini dimulai pada Sabtu, 10 Oktober 2026, saat Wira berhasil meraih juara III bidang IPA dalam Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Provinsi Jawa Tengah. Selanjutnya, pada Ahad, 18 Oktober 2026, ia kembali menunjukkan kemampuannya dengan meraih medali emas pada Kompetisi Sains Nalaria Realistik (KSNR) tingkat nasional yang diselenggarakan di Bogor. Puncaknya, pada Selasa, 20 Oktober 2026, Wira menambah koleksi medalinya dengan meraih medali emas Olimpiade IPA dalam kejuaraan Ikatan Kepala Sekolah Swasta (IKSS) tingkat Kota Surakarta, yang berlangsung di Sahid Jaya Solo.
Muhammad Wira mengungkapkan bahwa pencapaiannya ini merupakan realisasi dari janjinya kepada kedua orang tua. Ketertarikannya pada olimpiade IPA bermula sejak ia duduk di bangku kelas III sekolah dasar. Kala itu, Wira sempat mengikuti kompetisi hingga tingkat provinsi namun belum berhasil meraih gelar juara. Alih-alih menyerah, pengalaman tersebut justru membakar semangatnya untuk belajar lebih tekun. Tekadnya terbayar tuntas ketika di kelas IV, ia kembali berkompetisi dalam olimpiade IPA dan sukses meraih medali emas tingkat nasional.
Mengenai awal mula ketertarikannya pada dunia sains, Wira menuturkan, “Awalnya saya merasa tertantang. Setelah mengikuti lomba IPA, saya merasa menemukan passion di bidang ini.”
Ketertarikan Wira terhadap Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) semakin berkembang berkat dukungan penuh dari guru-guru di sekolah dan kedua orang tuanya. Ia merasa sangat menyukai pelajaran ini karena memungkinkannya menggunakan penalaran untuk menguraikan berbagai fenomena alam yang terjadi di sekitar. Bagi Wira, keberhasilan menemukan solusi atas persoalan-persoalan sains menghadirkan kepuasan tersendiri. Sejak usia dini, Wira memang dikenal gemar melakukan eksperimen sederhana di rumah, seperti membuat simulasi gunung meletus. Kedua orang tuanya pun senantiasa mendukung minatnya dengan menyediakan beragam buku dan sumber belajar.
Dalam mempersiapkan diri menghadapi berbagai olimpiade, Wira memiliki rutinitas belajar yang konsisten, yakni sekitar tiga jam setiap hari yang difokuskan khusus pada materi IPA. Ia juga menerapkan strategi belajar yang berbeda untuk setiap cabang ilmu. Untuk materi biologi, Wira memilih metode mencatat kembali materi baru dan mengulanginya secara berkala. Sementara untuk fisika, ia memperkuat pemahaman pada konsep dasar, perhitungan, rumus, serta simbol-simbol. Sedangkan materi kimia dipelajarinya melalui praktik eksperimen langsung atau dengan memanfaatkan aplikasi daring yang relevan.
Selain belajar secara mandiri, Wira juga sangat aktif dalam mencari informasi dari berbagai sumber resmi di internet dan rajin membaca ensiklopedia sains. Ia bahkan mengoleksi banyak buku IPA sebagai upaya untuk terus memperluas wawasan dan pengetahuannya di bidang tersebut.
Wira menjelaskan bahwa setiap kompetisi yang diikutinya memiliki tingkat tantangan yang unik. Sebagai contoh, dalam Kompetisi Sains Nalaria Realistik (KSNR) tingkat nasional, peserta dihadapkan pada 32 soal yang harus diselesaikan dalam waktu 90 menit. Kompetisi ini, menurutnya, sangat efektif melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi dan penalaran terhadap berbagai fenomena. Tantangan yang berbeda ia temui saat mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Provinsi Jawa Tengah, di mana soal-soal disajikan dalam bahasa Arab. Hal ini menuntut Wira untuk mempelajari kosakata baru agar dapat memahami setiap pertanyaan dengan baik.
Untuk masa mendatang, Wira telah menetapkan target ambisius, yaitu berpartisipasi dalam Junior Science Technology Olympiad (JSTO), International Kangaroo Science Competition (IKSC), dan Olimpiade Sains Nasional (OSN). Ia bertekad untuk terus mengasah kemampuannya sekaligus memperkaya pengalaman berkompetisi di bidang sains. Meskipun fokus pada prestasi akademik, Wira tidak melupakan prioritas utamanya, yaitu keluarga dan ibadah. Ia memiliki cita-cita mulia untuk menjadi seorang dokter dan berharap setiap prestasinya dapat membanggakan serta membahagiakan kedua orang tuanya.
Sang ayah, Sugiyoto, senantiasa memberikan wejangan kepada Wira agar mampu menyikapi setiap hasil perlombaan dengan bijaksana. “Kalah menang dihadapi dan harus melihat ke depan dengan optimistis. Tingkatkan ibadah kepada Allah,” demikian pesan berharga yang menjadi pegangan kuat bagi Wira dalam menapaki perjalanan belajarnya.
Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah PK Kottabarat, Muhdiyatmoko, M.Pd., turut menyampaikan apresiasi tinggi atas prestasi luar biasa yang telah diraih Wira. Ia berpesan agar Wira senantiasa konsisten dalam belajar dan terus mengukir prestasi. Muhdiyatmoko menambahkan, “Harapannya prestasi tersebut mampu memotivasi siswa lain untuk belajar dan terus berprestasi.”












