KlikMojok – Di tengah deru mesin dan laju waktu, setiap palang pintu perlintasan kereta api adalah garis batas antara rutinitas dan potensi bahaya. Di Kabupaten Lamongan, sebuah wilayah yang terus berdenyut dengan mobilitas warganya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mengambil langkah proaktif yang signifikan. Sebanyak 24 petugas penjaga baru kini diturunkan untuk mengawal 17 titik perlintasan sebidang di Lamongan, sebuah inisiatif krusial yang bertujuan memperkuat pengamanan dan meningkatkan keselamatan bagi perjalanan kereta api maupun para pengguna jalan hingga akhir tahun 2026. Penambahan personel ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan komitmen KAI dalam menciptakan harmoni antara kecepatan kereta dan keamanan di jalan raya.
Langkah strategis ini dimulai pada 10 Oktober 2026, dengan penempatan personel yang dijadwalkan berlangsung hingga 31 Desember 2026. Lebih lanjut, enam titik Jalur Perlintasan Langsung (JPL) yang dianggap prioritas juga telah mulai dijaga petugas KAI sejak 13 Oktober 2026. Mahendro Trang Bawono, Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, menegaskan bahwa penambahan personel ini adalah bagian integral dari upaya menyeluruh untuk meningkatkan pengamanan di perlintasan kereta api Lamongan. Penempatan petugas di titik-titik vital ini, imbuhnya, telah dikoordinasikan secara matang dengan pemerintah daerah setempat. “Penguatan penjagaan di perlintasan sebidang merupakan salah satu langkah KAI untuk mendukung keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan. Melalui penempatan petugas di titik-titik prioritas serta koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lamongan, kami berupaya agar pengamanan perlintasan berjalan optimal dan berkelanjutan,” ujar Mahendro, pada Rabu (21/10/2026). Pernyataan ini menggarisbawahi sinergi antara KAI dan Pemkab Lamongan dalam menjaga keselamatan publik.
Penguatan penjagaan ini memiliki latar belakang yang lebih dalam: rencana peralihan tugas pengamanan perlintasan sebidang dari petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lamongan kepada petugas KAI. Sebuah proses transisi yang membutuhkan perencanaan cermat, KAI Daop 8 Surabaya telah menjalin koordinasi intensif dengan Dishub Lamongan di kantor dinas setempat pada Selasa (20/10/2026). Pertemuan penting itu tidak hanya membahas serah terima tanggung jawab, tetapi juga pemanfaatan aset vital berupa palang pintu dan perlengkapan lain milik Dishub yang masih terpasang di lokasi perlintasan. Ini adalah detail penting yang menunjukkan upaya kolaboratif untuk memastikan tidak ada kekosongan pengamanan selama masa transisi. “Perlengkapan tersebut dapat dimanfaatkan hingga fasilitas pos penjaga milik KAI dibangun, sehingga kebutuhan pengamanan selama masa transisi tetap dapat didukung,” jelas Mahendro, menyoroti pendekatan pragmatis yang diambil untuk menjamin keberlanjutan keselamatan. Menurutnya, penempatan petugas dan koordinasi erat dengan pemerintah daerah adalah kunci untuk memastikan pengamanan perlintasan berjalan optimal, terutama selama periode krusial peralihan pengelolaan penjagaan di Lamongan.
Namun, upaya pengamanan yang optimal tidak hanya bertumpu pada kehadiran petugas. Di sisi lain, KAI secara konsisten mengingatkan masyarakat akan peran fundamental mereka dalam menjaga keselamatan di jalur kereta api. Disiplin adalah kunci. Pengguna jalan diminta untuk senantiasa mematuhi rambu dan sinyal, tidak menerobos palang pintu yang sudah tertutup, serta selalu mendahulukan perjalanan kereta api. Pesan ini adalah edukasi berkelanjutan yang tak kalah penting dari penempatan penjaga. Masyarakat diimbau untuk berhenti total ketika sinyal peringatan berbunyi atau ketika kereta api sudah terlihat akan melintas, dan baru melanjutkan perjalanan setelah kereta benar-benar lewat serta kondisi perlintasan dipastikan aman dari segala potensi bahaya. “Keselamatan di perlintasan sebidang membutuhkan kedisiplinan dan kepedulian semua pihak. Kami mengajak masyarakat untuk selalu mematuhi aturan, tidak mengambil risiko saat melintasi jalur kereta api, serta bersama-sama menjaga keselamatan agar perjalanan kereta api dan mobilitas pengguna jalan dapat berlangsung dengan aman,” pungkas Mahendro, menekankan bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama, sebuah pelajaran yang harus terus diinternalisasi.
Penambahan 24 petugas penjaga baru ini, ditambah dengan koordinasi erat bersama Pemerintah Kabupaten Lamongan, adalah sebuah investasi jangka panjang dalam keselamatan publik. KAI Daop 8 Surabaya berharap, melalui upaya komprehensif ini, pengamanan di perlintasan sebidang Lamongan dapat berjalan lebih optimal dan efektif. Lebih dari sekadar menjaga, ini adalah tentang membangun kesadaran kolektif, menekan risiko kecelakaan yang melibatkan kereta api dan pengguna jalan, serta pada akhirnya, menciptakan ekosistem transportasi yang lebih aman dan teratur bagi semua. Ini adalah langkah nyata menuju masa depan di mana setiap perjalanan melintasi rel adalah perjalanan yang diliputi rasa aman dan ketenangan.












