Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Pengalaman Berharga di Atas Medali: Perjuangan Dua Siswa MI Mutwo di Final KSNR-8

badge-check

Pengalaman Berharga di Atas Medali: Perjuangan Dua Siswa MI Mutwo di Final KSNR-8 Perbesar

KlikMojok – Dua siswa unggulan dari MI Mutwo, madrasah yang terletak di wilayah pesisir Gresik, telah berhasil menembus babak final Kompetisi Sains Nasional Nalaria Realistik ke-8 (KSNR-8) yang diselenggarakan di Bogor pada hari Ahad, 18 Oktober 2026. Keberhasilan ini menjadi sorotan, menunjukkan potensi luar biasa dari madrasah kecil tersebut di kancah nasional.

Abdullah Azman Najiya, yang akrab disapa Azmi, kembali menunjukkan ketekunan luar biasa dengan melaju ke babak final KSNR untuk kali kedua. Sementara itu, bagi Rajendra Hamas Daryan, atau Hamas, partisipasi kali ini merupakan pengalaman pertamanya di panggung final. Meskipun memiliki latar belakang pengalaman yang berbeda, kedua siswa ini membawa tujuan yang serupa: memperdalam ilmu, berupaya semaksimal mungkin, dan membawa harum nama baik madrasah mereka.

Perjalanan inspiratif Azmi dan Hamas menuju Bogor dimulai pada Jumat sore, 16 Oktober 2026. Saat pelepasan, para guru dan anggota keluarga besar MI Muhammadiyah 2 (MI Mutwo) Campurejo turut hadir, memberikan doa restu serta dukungan penuh. Oleh karena itu, keberangkatan ini bukan sekadar perjalanan untuk berkompetisi, melainkan sebuah langkah kolektif yang dibangun di atas dasar kepercayaan dan harapan.

Di balik setiap upaya keras yang ditunjukkan oleh para siswa, terdapat peran vital dari guru yang tak henti membimbing, orang tua yang senantiasa memberikan penguatan, serta madrasah yang membuka ruang seluas-luasnya bagi perkembangan potensi. Dukungan menyeluruh ini menjadi bekal krusial bagi Azmi dan Hamas saat mereka berhadapan dengan peserta-peserta lain dari berbagai wilayah di Indonesia. Dengan demikian, proses menuju babak final KSNR-8 ini secara tidak langsung juga mengajarkan nilai-nilai penting tentang ketekunan dan kebersamaan.

Kompetisi Sains Nasional Nalaria Realistik (KSNR) edisi ke-8 diselenggarakan oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM) dengan tujuan utama mengasah kemampuan penalaran dan pemahaman sains para siswa. Melalui penerapan pendekatan nalaria realistik, kompetisi ini secara aktif mendorong peserta untuk mengembangkan pola pikir yang logis, kritis, kreatif, dan sistematis. Pada tahun ini, babak final KSNR-8 diikuti oleh total 1.623 siswa, yang berasal dari jenjang kelas I SD/MI hingga kelas XII SMA/MA, mewakili beragam sekolah di seluruh Indonesia.

Bagi Evi Syafi’ah, selaku guru pembimbing yang mendampingi, ajang kompetisi seperti KSNR-8 ini membuka kesempatan berharga bagi siswa untuk belajar di luar lingkungan kelas. Dia menjelaskan, “Selama lomba anak-anak bertemu dengan teman-teman dari berbagai sekolah.” Menurutnya, interaksi dan pertemuan dengan teman-teman sebaya dari latar belakang sekolah yang berbeda tersebut dapat secara signifikan menumbuhkan semangat kompetisi dan motivasi siswa untuk terus belajar.

Senada dengan pandangan tersebut, Kepala MI Mutwo, Nurkhan, menegaskan bahwa pengalaman yang didapat jauh lebih berharga dibandingkan hasil akhir semata. “Hasil KSNR nanti urusan belakang,” tegasnya. Beliau sangat menekankan pentingnya pengalaman dalam mengembangkan potensi sains siswa, melatih kepercayaan diri, serta menumbuhkan semangat untuk berprestasi di masa depan.

Oleh karena itu, keikutsertaan Azmi dan Hamas dalam ajang bergengsi ini merupakan bagian integral dari ikhtiar MI Mutwo untuk memberikan wadah bagi siswanya agar dapat terus berkembang. Selain menguji kemampuan akademik mereka, kedua siswa tersebut juga memperoleh kesempatan emas untuk membangun rasa percaya diri dan memperluas cakrawala pengalaman. Terlepas dari apa pun hasil akhirnya, perjalanan hingga mencapai babak final KSNR-8 ini telah menjadi bagian penting dan tak terpisahkan dari proses pembelajaran holistik mereka.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Nyala Abadi di Jantung Tengger: Duka Munawi dan Jejak Karhutla Bromo yang Tak Terhapus

19 Okt 2026 - 21:07 WIB

Nyala Abadi di Jantung Tengger: Duka Munawi dan Jejak Karhutla Bromo yang Tak Terhapus

Ketika Roda Logistik Tersendat: Antrean BBM di Pasuruan dan Kontras Klaim Stok Aman

19 Okt 2026 - 21:06 WIB

Ketika Roda Logistik Tersendat: Antrean BBM di Pasuruan dan Kontras Klaim Stok Aman

Mengukir Karakter: MIM Tempeh Lor Hadirkan Ekstrakurikuler Karawitan Gamelan

19 Okt 2026 - 21:05 WIB

Mengukir Karakter: MIM Tempeh Lor Hadirkan Ekstrakurikuler Karawitan Gamelan

SMPN 1 Pacitan Ubah Ampas Kopi Jadi Bio-Pot Inovatif, Edukasi Pengelolaan Limbah Organik

19 Okt 2026 - 18:44 WIB

SMPN 1 Pacitan Ubah Ampas Kopi Jadi Bio-Pot Inovatif, Edukasi Pengelolaan Limbah Organik

Mahasiswa FH UMM Edukasi Bahaya Narkotika: Bekal Hukum bagi Remaja

19 Okt 2026 - 18:44 WIB

Mahasiswa FH UMM Edukasi Bahaya Narkotika: Bekal Hukum bagi Remaja
Trending di Pendidikan