KlikMojok – Sabtu sore, 17 Oktober 2026, biasanya menjadi momen relaksasi bagi banyak keluarga di Surabaya Selatan. Namun, bagi sebagian warga, hari itu justru diwarnai dengan ketidaknyamanan yang mendalam: terhentinya pasokan air bersih. Sebuah pengumuman dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada mengonfirmasi adanya gangguan air PDAM di Surabaya Selatan yang berdampak pada aktivitas harian mereka.
Melalui akun resmi Instagramnya, PDAM Surya Sembada mengumumkan bahwa perbaikan pipa bocor berdiameter 200 mm harus dilakukan. Kebocoran ini, ironisnya, merupakan dampak tak terhindarkan dari proyek pembangunan rumah pompa banjir di Jalan Panjang Jiwo, tepat di samping SPBU. Sebuah gambaran nyata bagaimana upaya peningkatan infrastruktur kota terkadang membawa konsekuensi sementara yang menguji kesabaran dan kesiapan warganya.
Dalam keterangan resmi yang disiarkan, pihak PDAM Surya Sembada menjelaskan bahwa gangguan aliran air ini diperkirakan akan dimulai pukul 13.30 WIB, dengan estimasi waktu perbaikan kurang lebih lima jam. Selama rentang waktu tersebut, pelanggan di beberapa wilayah yang terdampak akan mengalami penurunan tekanan air yang signifikan, bahkan hingga aliran air sama sekali tidak mengalir. “Terkait pekerjaan perbaikan pipa bocor diameter 200 mm akibat dampak pembangunan rumah pompa banjir di Jl. Panjang Jiwo, samping SPBU, aliran air akan dimatikan sementara. Pelayanan distribusi air kepada pelanggan akan mengalami gangguan selama proses pekerjaan berlangsung,” tulis pihak PDAM dalam pengumumannya, menegaskan urgensi perbaikan demi keberlanjutan layanan jangka panjang.
Beberapa wilayah yang diperkirakan akan merasakan dampak langsung dari gangguan pasokan air bersih ini meliputi Panjang Jiwo Permai (Delta Permai), Prapen Indah Timur, Kaliwaru Pondok Boro, Tenggilis Lama, Tenggilis Mejoyo, dan area sekitarnya. Wilayah-wilayah ini merupakan kawasan padat penduduk yang sangat bergantung pada pasokan air PDAM untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi, mencuci, hingga memasak.
Menyadari potensi kesulitan yang akan dihadapi warga, PDAM mengimbau agar penduduk di kawasan tersebut menampung air lebih awal sebelum pekerjaan perbaikan dimulai. Langkah antisipatif ini merupakan bentuk edukasi akan pentingnya manajemen sumber daya rumah tangga, terutama dalam menghadapi situasi darurat atau gangguan layanan publik. Tujuannya adalah agar kebutuhan air rumah tangga tetap terpenuhi selama proses perbaikan berlangsung.
Sebagai bentuk mitigasi dan tanggung jawab sosial, PDAM Surya Sembada juga menyediakan layanan air tangki gratis bagi masyarakat yang terdampak. Setiap satu tangki air akan diperuntukkan bagi 5 hingga 7 kepala keluarga (KK), sebuah upaya kolektif untuk memastikan tidak ada warga yang benar-benar kehabisan air. “Warga terdampak yang membutuhkan air tangki gratis dapat menghubungi Call Center PDAM Surya Sembada di nomor 0-800-192-6666 (bebas pulsa, 24 jam) atau melalui WhatsApp Center di nomor 08123316666 (chat only). Permintaan ini akan dikoordinir oleh Ketua RT/RW setempat,” jelas PDAM, menekankan pentingnya koordinasi di tingkat komunitas untuk distribusi yang efektif.
Permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi turut disampaikan oleh pihak PDAM, seraya berharap pelanggan dapat memaklumi situasi ini. Kejadian seperti ini menjadi pengingat bahwa pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur perkotaan adalah sebuah proses berkelanjutan yang kadang menuntut pengorbanan sesaat demi kualitas hidup yang lebih baik di masa depan. Setelah pekerjaan perbaikan selesai, aliran air akan kembali normal secara bertahap, mengembalikan ritme kehidupan warga Surabaya Selatan seperti sedia kala, namun dengan pelajaran berharga tentang kesiapan dan resiliensi. Ini adalah bagian dari proses pendidikan non-formal yang dialami masyarakat urban, belajar beradaptasi dan berkolaborasi dalam menghadapi tantangan kota.












