KlikMojok – Fajar dini hari di Dusun Banyak, Desa Cabean, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun, pada Sabtu (17/10/2026) seharusnya membawa janji baru bagi H. Mursaid, seorang peternak yang baru saja mengisi kandangnya dengan ribuan nyawa kecil. Namun, alih-alih harapan, pagi itu justru menyuguhkan pemandangan horor: kobaran api yang melahap habis kandang beserta 13 ribu anak ayam di dalamnya, menyisakan kerugian ditaksir mencapai Rp1 miliar.
Sekitar pukul 03.00 WIB, belasan ribu bibit ayam baru saja menempati rumah barunya. Aroma khas anak ayam yang baru menetas, dengungan mesin penghangat, dan potensi kehidupan yang akan tumbuh, memenuhi udara. Namun, kehangatan itu berubah menjadi bara mematikan tak lama setelah proses pengisian bibit selesai. Hanya berselang satu jam, sekitar pukul 04.00 WIB, api mulai membesar dan melalap bangunan kandang.
Kasi Trantib Kecamatan Sawahan, Achmad Badrudin Khoir, membenarkan kejadian nahas tersebut. “Laporan yang masuk kepada kami menyebutkan kebakaran terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Petugas pemadam kebakaran menerima informasi kejadian tersebut pada pukul 04.20 WIB,” ungkapnya, menggambarkan betapa cepatnya musibah itu terjadi.
Dugaan awal mengarah pada hubungan arus pendek listrik sebagai pemicu tragedi ini. Sebuah percikan kecil, mungkin tak terlihat, cukup untuk menyulut material kandang yang sebagian besar terbuat dari bambu. Bambu, yang dikenal mudah terbakar, membuat api menjalar dengan kecepatan mengerikan. Ditambah lagi, embusan angin kencang yang menyapu area tersebut pada dini hari itu, seolah menjadi sekutu api, mempercepat kobaran meluas ke seluruh bagian kandang. “Api sudah membesar ketika petugas sampai di lokasi. Seluruh bagian kandang terbakar, termasuk anak-anak ayam yang ada di dalamnya,” jelas Badrudin, menggambarkan situasi tak terkendali yang dihadapi tim penyelamat.
Ketika tim pemadam kebakaran tiba di lokasi, yang mereka saksikan hanyalah lautan api yang melahap habis bangunan. Upaya penyelamatan belasan ribu anak ayam yang tak berdosa itu pun menjadi sia-sia. Mereka tak sempat diselamatkan, terperangkap dalam kepungan api yang datang begitu tiba-tiba. Peristiwa ini bukan hanya tentang kerugian materiil, tetapi juga tentang hilangnya ribuan potensi kehidupan yang baru saja dimulai, serta hancurnya mimpi dan kerja keras seorang peternak.
Penanganan kebakaran ini melibatkan sinergi dari berbagai pihak: petugas pemadam kebakaran, personel Polsek Sawahan, Koramil, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Pemerintah Desa Cabean. Mereka berkoordinasi untuk memadamkan api dan mengamankan lokasi, meskipun kerugian besar sudah tak terhindarkan. Hingga kini, dugaan awal penyebab kebakaran tetap pada hubungan arus pendek listrik. Total kerugian yang diperkirakan mencapai Rp1 miliar tersebut meliputi hangusnya bangunan kandang dan musnahnya sekitar 13 ribu anak ayam, meninggalkan duka mendalam bagi H. Mursaid dan keluarganya.
Tragedi ini menjadi pengingat pahit akan kerapuhan usaha di sektor peternakan, di mana sebuah insiden kecil dapat memusnahkan investasi besar dan harapan dalam sekejap. Bagi H. Mursaid, fajar yang seharusnya membawa kehidupan baru, justru menjadi saksi bisu atas luluh lantaknya harapan dan kerja kerasnya, menyisakan puing dan abu di lahan yang sebelumnya penuh potensi.












