KlikMojok – Empat siswi berprestasi dari SMK Muhammadiyah 4 Sangkapura, Pulau Bawean, akhirnya berhasil memulai perjalanan laut menuju Gresik pada Selasa malam (13/10/2026) pukul 23.00 WIB, menumpang Kapal Gili Iyang. Keberangkatan ini menjadi langkah penting bagi Nouriel Aulia Syaqifah, Heny Mariska, Fajriya, dan Diana Bahtreza untuk mengikuti Festival Faqih Usman (FFU) X setelah sebelumnya gagal tampil luring pada ajang serupa karena kendala transportasi. Mereka akan membawa tiga bidang lomba berbeda, didampingi oleh Kepala SMK Muhammadiyah 4 Sangkapura Hasin Kholuqi, serta guru pendamping Bella Sistra Damayanti dan Sony Elvianto Hermawan.
Destinasi akhir perjalanan para siswi ini adalah Universitas Muhammadiyah Gresik, tempat digelarnya Festival Faqih Usman (FFU) X pada Sabtu (17/10/2026). Festival Faqih Usman X sendiri direncanakan akan diramaikan oleh 1.000 peserta dari 79 sekolah, menunjukkan skala kompetisi yang besar.
Perjalanan menuju festival kali ini membawa kisah tersendiri bagi SMK Muhammadiyah 4 Sangkapura. Pada Festival Faqih Usman sebelumnya, sekolah tersebut juga telah mempersiapkan perwakilannya. Namun, harapan untuk tampil secara luring harus pupus karena jadwal keberangkatan kapal yang tidak terealisasi.
Sony Elvianto Hermawan, salah satu guru pendamping, menjelaskan pengalaman sebelumnya. Ia menyatakan, “Keikutsertaan siswa dari SMK Muhammadiyah 4 Sangkapura ini bukan kali pertama. Pada lomba Faqih Usman sebelumnya, sekolah kami juga mengirimkan peserta terbaik. Namun, karena kendala kapal yang tidak berangkat saat itu (karena cuaca buruk), mereka gagal mengikuti lomba secara luring.”
Tidak menyerah, pihak sekolah kembali berupaya tahun ini. Keempat siswi diberangkatkan lebih awal, menempuh perjalanan laut semalaman untuk tiba di Gresik. Keempat siswi tersebut akan berkompetisi dalam bidang lomba yang berbeda-beda. Heny Mariska, siswi kelas X Akuntansi, akan menunjukkan kemampuannya dalam Lomba Pidato Bahasa Inggris.
Sementara itu, Diana Bahtreza dari kelas XII Akuntansi dipercaya sebagai Duta Sekolah, memperkenalkan Rajut SMB, salah satu karya unggulan dari SMK Muhammadiyah 4 Sangkapura. Adapun Nouriel Aulia Syaqifah dari kelas XI Akuntansi dan Fajriya dari kelas XII Akuntansi akan berkolaborasi dalam ajang Lomba Karya Ilmiah. Selama perjalanan dan selama festival, keempat siswi ini didampingi oleh dua guru pembimbing, yaitu Sony Elvianto Hermawan dan Bella Sistra Damayanti.
Sony Elvianto Hermawan diketahui merupakan guru Matematika sekaligus pembina Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), sedangkan Bella Sistra Damayanti adalah guru IPAS yang juga mengemban jabatan sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan.
Bagi kontingen dari Pulau Bawean, perjalanan menuju lokasi lomba bukanlah hal yang mudah, berbeda dengan sekolah-sekolah yang berada di daratan Jawa. Ketersediaan dan jadwal kapal menjadi faktor krusial yang menentukan waktu keberangkatan dan kelancaran rencana perjalanan mereka. Oleh karena itu, keberangkatan yang sukses dari Pelabuhan Sangkapura pada malam itu menandai sebuah tahapan penting dan melegakan sebelum mereka dapat benar-benar bersaing di arena perlombaan.
Festival Faqih Usman ini menjadi platform berharga bagi para siswi untuk menguji dan menampilkan kemampuan serta persiapan yang telah mereka latih selama di sekolah. Heny akan mempresentasikan kemampuan berbahasa Inggrisnya, Diana akan memperkenalkan identitas unik sekolah melalui Rajut SMB, sementara Nouriel dan Fajriya akan menyajikan karya ilmiah hasil kolaborasi mereka.
“Pihak sekolah berharap bahwa partisipasi ini bukan hanya tentang meraih kemenangan, melainkan juga tentang pengalaman berharga. Kesempatan untuk tampil, berinteraksi dengan peserta dari sekolah lain, dan keberanian membawa nama sekolah keluar dari Bawean merupakan aspek penting dari perjalanan edukatif ini. Bagi SMK Muhammadiyah 4 Sangkapura, keberangkatan di tahun ini sekaligus menjadi penuntas keinginan yang sempat tertunda pada ajang festival sebelumnya. Berbeda dengan pengalaman lalu, kali ini kapal berhasil berangkat sesuai jadwal. Keempat siswi tersebut pun meninggalkan Pulau Bawean dengan semangat untuk memperjuangkan tiga bidang lomba yang telah mereka persiapkan di Gresik.












