Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Foskam SD/MI Gresik Verifikasi Draf LKPD Mewah: Kunci Pembelajaran Interaktif Siswa

badge-check

Foskam SD/MI Gresik Verifikasi Draf LKPD Mewah: Kunci Pembelajaran Interaktif Siswa Perbesar

KlikMojok – Tim penulis Lembar Kerja Peserta Didik Mitra Belajar Siswa Muhammadiyah (LKPD Mewah) berkomitmen untuk menciptakan karya yang aplikatif, berbasis aktivitas, dan menyenangkan bagi seluruh siswa melalui kegiatan ini.

Pada Sabtu, 10 Oktober 2026, Forum Silaturahmi dan Komunikasi Kepala Sekolah Muhammadiyah SD/MI (Foskam SD/MI) Kabupaten Gresik menyelenggarakan sebuah kegiatan strategis berupa pendampingan dan verifikasi draf awal penulisan Lembar Kerja Peserta Didik Mitra Belajar Siswa Muhammadiyah (LKPD Mewah) untuk tahun ajaran 2027. Inisiatif ini digagas untuk memastikan kualitas dan relevansi materi pembelajaran yang akan digunakan oleh siswa.

Acara penting ini berlangsung di Ruang Pertemuan Berlian Primary School (SD Muhammadiyah GKB 2 Gresik), berlokasi di Jalan Berlian VIII Nomor PPS Manyar, Gresik, dan menjadi momen krusial bagi para guru yang terlibat sebagai penulis LKPD.

Tim yang terdiri dari guru-guru pilihan dari SD/MI Muhammadiyah se-Kabupaten Gresik ini berfokus untuk menajamkan draf awal LKPD. Mereka berharap dapat menciptakan materi yang tidak hanya aplikatif tetapi juga adaptif sesuai kebutuhan belajar siswa.

Dr. Noor Amirudin, M.Pd.I., yang bertindak sebagai fasilitator pendampingan, memberikan pengarahan mendalam yang menjadi poin utama dalam pertemuan tersebut.

Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) tersebut menegaskan pentingnya merancang LKPD dengan pendekatan yang kreatif dan inovatif.

Ia mengingatkan seluruh penulis untuk menghindari membuat LKPD hanya sebagai lembaran tugas rutin. Sebaliknya, LKPD harus dikemas menjadi sarana belajar yang menyenangkan dan interaktif, mampu memicu keterlibatan aktif siswa.

Untuk mencapai tujuan tersebut, para penulis diharapkan menyajikan beragam aktivitas dalam LKPD Mewah, termasuk variasi bentuk soal. Dr. Noor Amirudin menjelaskan bahwa LKPD harus mampu menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna.

Penyusunan aktivitas ini dapat dilakukan dengan mengadopsi prinsip Taksonomi Bloom. Rangkaian kegiatan yang dimaksud mencakup tahapan mengamati, menanya, mencoba, mengolah informasi, menganalisis, mengomunikasikan, hingga mengevaluasi pemahaman.

Di hadapan para penulis, ia memaparkan, “LKPD yang berkualitas harus memenuhi beberapa kriteria dasar. Perangkat ini wajib selaras dengan tujuan pembelajaran, menyampaikan instruksi dengan jelas, memicu siswa aktif, serta menantang peserta didik untuk berpikir kritis.”

Lebih lanjut, Dr. Amirudin menambahkan bahwa kegiatan yang termuat dalam LKPD harus dapat dilaksanakan secara terukur (feasible), bersifat inklusif untuk mengakomodasi berbagai karakter siswa, dan tersusun dengan rapi.

Selain itu, Dr. Amirudin juga mengingatkan para penulis agar meminimalkan berbagai kesalahan umum yang sering terjadi dalam proses penyusunan LKPD.

Ia memberikan contoh beberapa kesalahan yang kerap ditemukan, antara lain penyajian teks yang terlalu padat, atau sekadar membuat kumpulan soal tanpa adanya proses pembelajaran yang mendampingi.

Hal lain yang juga menjadi perhatian penting adalah petunjuk kegiatan yang kurang jelas atau ambigu, alokasi waktu yang tidak proporsional, absennya sesi refleksi bagi siswa, serta kurangnya keterkaitan yang jelas dengan instrumen asesmen yang akan digunakan.

Mengenai bentuk penilaian, Dr. Amirudin menegaskan bahwa LKPD Mewah ini harus mencakup asesmen proses dan asesmen produk. Kedua jenis asesmen tersebut harus dilengkapi dengan rubrik penilaian yang sederhana namun tetap terukur.

Pada kesempatan yang sama, Farikha, S.Pd., selaku Koordinator Penulis LKPD Mewah, menjelaskan bahwa timnya merancang kegiatan verifikasi draf awal ini dengan tujuan utama menjaga mutu dan standar penyusunan perangkat pembelajaran.

Farikha mengungkapkan, “Foskam menghadirkan Ustaz Amir dalam kegiatan verifikasi proses penulisan LKPD hari ini sebagai upaya agar draf yang tersusun benar-benar sesuai dengan kaidah penulisan LKPD berbasis aktivitas.”

Ia juga menambahkan bahwa tim penulis sangat memerlukan pendampingan yang intensif selama seluruh proses penyusunan LKPD.

Farikha melanjutkan, “Tentunya memerlukan reviu dan pendampingan berkelanjutan. Langkah ini memastikan penulisan betul-betul terarah, sehingga produk akhir yang dihasilkan dapat memberikan manfaat sesuai harapan.”

Senada dengan pernyataan tersebut, Sary Nadhifah Choirunnisa, S.Hum., salah satu penulis LKPD Al-Islam untuk kelas IV, memberikan respons positif terhadap pengarahan mendalam yang disampaikan oleh fasilitator.

Menurutnya, pendampingan ini telah memberikan arah yang lebih konkret bagi para penulis. Hal ini memungkinkan mereka untuk mengemas materi keagamaan dengan cara yang lebih mudah dicerna dan disukai oleh siswa.

Sary Nadhifah menjelaskan, “Masukan dan arahan dari Ustaz Amir sangat membuka perspektif kami sebagai penulis. Kami jadi lebih paham mengenai cara menyusun aktivitas Al-Islam yang tidak hanya teoretis. Kami ingin mengajak siswa mengalami langsung proses belajarnya melalui kegiatan yang bervariasi dan kontekstual.”

Meskipun demikian, Sary tidak menyangkal bahwa terdapat berbagai tantangan teknis yang dihadapi selama proses penulisan perangkat ajar tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan waktu, mengingat jadwal penulisan bertepatan dengan pelaksanaan Sumatif Tengah Semester (STS).

Sary membeberkan, “Saya harus berbagi fokus menyelesaikan berbagai tugas. Selain masalah waktu, kami juga harus menyusun bahasa instruksi yang singkat, mudah siswa pahami. Juga merancang tampilan visual LKPD agar menarik dan tidak monoton.”

Proses penyusunan LKPD Mewah ini melibatkan sinergi dan kolaborasi erat dari para pendidik yang berasal dari berbagai institusi Muhammadiyah di Kabupaten Gresik.

Untuk mata pelajaran Al-Islam, kontribusi penulis terbagi sebagai berikut: Rahmat Syayid S., S.HI., S.Pd., M.Pd.I., dari SD Muhammadiyah 1 Wringinanom (SD Muwri) bertanggung jawab atas materi kelas III. Sary Nadhifah C., S.Hum., dari SD Mugeb menyusun materi untuk kelas IV. Fatma Hajar Islamiyah, M.Pd., dari SD Berlian mengampu materi kelas V. Sementara itu, Nur Asiyah, S.Pd.I., dari SDMM mengembangkan materi untuk kelas VI.

Di sisi lain, beberapa pendidik berprestasi turut memperkuat tim penulis untuk mata pelajaran Kemuhammadiyahan. Raffah Wardani H., S.H., dari SD Mugeb menyusun materi kelas III. Asmaul Husna, S.Pd.I., juga dari SD Mugeb, mengampu materi kelas IV. Abizar Purnama, S.S., M.Pd., dari SD Mugres Kampus A merancang materi untuk kelas V, dan Shofan Hariyanto, M.Pd., dari SDMM menggarap materi kelas VI.

Untuk mata pelajaran Bahasa Arab, Rofiqoh, S.Pd., dari MI Muhammadiyah 2 Karangrejo, bertanggung jawab atas pengembangan materi kelas III. Farida Rachmania, S.Si., dari SD Kreatif Muhammadiyah 1 Menganti, mengampu materi kelas IV. Terakhir, Wafiq Amiqoh, M.Pd.I., dan Nugra Heny Apriliah, M.Pd., keduanya dari SD Berlian, masing-masing mengampu materi untuk kelas V dan VI.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Gelombang Angkatan Kerja Mojokerto: Antara Asa Partisipasi dan Tantangan Kualitas Sumber Daya Manusia

10 Okt 2026 - 18:46 WIB

Gelombang Angkatan Kerja Mojokerto: Antara Asa Partisipasi dan Tantangan Kualitas Sumber Daya Manusia

Di Balik Tikungan Curam Lawu: Kisah Dua Pelajar dan Bahaya yang Mengintai di Jalur Plaosan-Cemoro Sewu

10 Okt 2026 - 18:45 WIB

Di Balik Tikungan Curam Lawu: Kisah Dua Pelajar dan Bahaya yang Mengintai di Jalur Plaosan-Cemoro Sewu

Sosiologi UMM Beri Motivasi Kuliah Lewat Program “Back to School” di SMK Muhammadiyah Lumajang

10 Okt 2026 - 18:45 WIB

Sosiologi UMM Beri Motivasi Kuliah Lewat Program “Back to School” di SMK Muhammadiyah Lumajang

Gelombang Duka di Perairan Tuban: Kisah Tragis dan Pencarian Korban Tenggelamnya KM Khatulistiwa 8

10 Okt 2026 - 15:17 WIB

Gelombang Duka di Perairan Tuban: Kisah Tragis dan Pencarian Korban Tenggelamnya KM Khatulistiwa 8

Melangkah untuk Harapan: Ketika Surabaya Merayakan Solidaritas dalam Bulan Kepedulian Kanker Payudara

10 Okt 2026 - 15:17 WIB

Melangkah untuk Harapan: Ketika Surabaya Merayakan Solidaritas dalam Bulan Kepedulian Kanker Payudara
Trending di Pendidikan