Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Membatik Bersama Ibu-Anak: KB/TK ABA 8 Sidoarjo Lestarikan Batik & Perkuat Bonding

badge-check

Membatik Bersama Ibu-Anak: KB/TK ABA 8 Sidoarjo Lestarikan Batik & Perkuat Bonding Perbesar

KlikMojok – Pada Jumat, 9 Oktober 2026, KB/TK ABA 8 Sidodadi yang berlokasi di Candi, Sidoarjo, menyelenggarakan sebuah acara istimewa untuk memperingati Hari Batik Nasional. Kegiatan yang mengusung tema “Batikku, Kreasiku” ini berhasil mempertemukan para ibu dan anak dalam sebuah sesi membatik bersama. Inisiatif ini bertujuan untuk merayakan kekayaan warisan budaya Indonesia sembari mendorong kreativitas dan mempererat ikatan keluarga.

Kegiatan membatik yang melibatkan ibu dan anak ini menjadi metode unik yang dipilih oleh KB/TK ABA 8 Sidodadi, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional. Dengan mengusung tema “Batikku, Kreasiku”, pihak sekolah secara aktif mengajak para siswa beserta ibu mereka untuk tidak hanya berkreasi seni, tetapi juga untuk lebih mendalam mengenal serta mengapresiasi warisan budaya bangsa Indonesia yang kaya. Acara yang penuh makna ini dilaksanakan pada hari Jumat, 9 Oktober 2026, dimulai sejak pukul 07.30 WIB pagi, bertempat di lingkungan KB/TK ABA 8 Candi.

Selain memiliki tujuan utama untuk mengenalkan seni batik kepada anak-anak usia dini, kegiatan ini turut menciptakan sebuah momen kebersamaan yang sangat berarti dan tak terlupakan antara ibu dan anak. Sebagai informasi, batik sendiri telah resmi diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia sejak tanggal 2 Oktober 2009. Oleh karena itu, peringatan Hari Batik Nasional menjadi momentum krusial untuk memperkenalkan serta menanamkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap batik kepada generasi muda sejak usia yang sangat dini.

Melalui kegiatan bertajuk “Batikku, Kreasiku” ini, anak-anak tidak hanya sekadar mengenal batik sebagai salah satu warisan budaya bangsa yang luhur. Lebih jauh lagi, mereka juga diajak untuk belajar mengembangkan kreativitas mereka, melatih tingkat kesabaran dalam berkarya, meningkatkan koordinasi motorik halus melalui proses membatik, serta secara tidak langsung menumbuhkan rasa percaya diri pada setiap individu anak. Di samping manfaat edukatif tersebut, partisipasi aktif dari para ibu dalam setiap tahapan proses membatik juga memberikan pengalaman belajar yang unik dan berbeda bagi anak-anak. Dengan pendampingan langsung dari orang terdekat mereka, yaitu ibu, anak-anak dapat bereksplorasi secara bebas dan gembira dalam suasana yang penuh keceriaan dan dukungan.

Putri Mayasari, S.Pd., selaku Kepala KB/TK ABA 8 Candi, mengungkapkan bahwa kegiatan ini membawa makna yang jauh lebih dalam dibandingkan sekadar aktivitas seni biasa. “Ketika ibu mendampingi anak membatik, ada kebersamaan yang terjalin, ada senyuman yang tercipta, dan ada kenangan indah yang tersimpan dalam hati anak-anak. Bagi seorang anak, hasil karya bukanlah hal yang paling utama. Sebaliknya, waktu, perhatian, dan kasih sayang orang tua memiliki nilai yang sangat berarti,” jelas Putri Mayasari.

Antusiasme terhadap kegiatan ini juga terpancar dari para orang tua siswa, yang memberikan sambutan sangat positif. Mustika Saraini, S.IP., M.Sos., sebagai perwakilan dari Ikatan Wali Murid (Iwama), menyatakan rasa senangnya bisa turut serta dalam acara membatik tersebut. Menurut Mustika, kegiatan membatik yang dilakukan bersama ini tidak hanya sekadar menjadi kesempatan untuk lebih dekat mengenal kekayaan budaya Indonesia. Lebih jauh lagi, ia melihat kegiatan ini sebagai sebuah ruang berharga bagi ibu dan anak untuk mempererat ikatan dan membangun kedekatan emosional, khususnya dalam lingkungan sekolah. “Di tengah kesibukan sehari-hari, kegiatan seperti ini memberikan kesempatan bagi kami untuk meluangkan waktu, belajar, berkreasi, dan bergembira bersama anak. Selain itu, kegiatan ini membantu meningkatkan bonding atau kedekatan emosional antara orang tua dan anak,” ungkap Mustika Saraini.

Mustika melanjutkan dengan menambahkan bahwa meskipun hasil karya batik yang dihasilkan oleh para peserta mungkin terlihat sederhana, ia menekankan bahwa nilai kebersamaan yang terjalin selama seluruh proses membatik memiliki makna dan dampak yang jauh lebih besar. “Pada akhirnya, kegiatan ini bukan hanya tentang kain bermotif seni, melainkan juga tentang kebersamaan dan kasih sayang dalam momen belajar bersama anak-anak,” ujarnya lagi. Mustika juga tidak lupa menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada seluruh jajaran guru KB/TK ABA 8 Candi yang telah dengan sigap memfasilitasi terselenggaranya kegiatan edukatif ini.

Mustika mengungkapkan harapannya agar pihak sekolah dapat terus secara konsisten menghadirkan berbagai kegiatan pembelajaran yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga kaya akan makna bagi para siswa. Ia percaya bahwa dengan pendekatan seperti itu, anak-anak dapat tumbuh dan berkembang menjadi generasi penerus yang kreatif, sekaligus memiliki rasa cinta yang mendalam serta semangat untuk melestarikan budaya bangsa Indonesia. “Semoga KB/TK ABA 8 Candi semakin maju dan terus menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan. Semoga anak-anak juga tumbuh menjadi generasi yang mencintai serta meneruskan budaya bangsa Indonesia,” pungkasnya.

Secara keseluruhan, melalui inisiatif “Batikku, Kreasiku” ini, KB/TK ABA 8 Candi berhasil mengintegrasikan pendidikan budaya yang esensial dengan upaya penguatan hubungan dan ikatan emosional dalam keluarga. Pendekatan ini memastikan bahwa anak-anak tidak hanya memperoleh keterampilan dalam menciptakan sebuah karya seni, tetapi juga dapat merasakan dan menghargai arti penting kebersamaan serta kasih sayang yang tulus dari orang tua mereka.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Siswa Smamio Eksplorasi Sains dalam Al-Qur’an di Umsura, Asah Nalar Kritis dan Keimanan

10 Okt 2026 - 12:37 WIB

Siswa Smamio Eksplorasi Sains dalam Al-Qur’an di Umsura, Asah Nalar Kritis dan Keimanan

Eksplorasi Peternakan: Outing Class KB Cahaya Aisyiyah Tingkatkan Keberanian dan Pengetahuan Anak Usia Dini

10 Okt 2026 - 09:43 WIB

Eksplorasi Peternakan: Outing Class KB Cahaya Aisyiyah Tingkatkan Keberanian dan Pengetahuan Anak Usia Dini

Optogenetika: Sakelar Cahaya Revolusioner Menguak Misteri Otak dan Potensi Pengobatan Masa Depan

10 Okt 2026 - 09:42 WIB

Optogenetika: Sakelar Cahaya Revolusioner Menguak Misteri Otak dan Potensi Pengobatan Masa Depan

Pelampung Harapan dan Pelajaran Pahit: Kisah Irwan Bertahan Hidup di Laut Setelah KMP Virgo Transport 8 Tenggelam

10 Okt 2026 - 06:13 WIB

Pelampung Harapan dan Pelajaran Pahit: Kisah Irwan Bertahan Hidup di Laut Setelah KMP Virgo Transport 8 Tenggelam

Dari Lahan Madiun hingga Masa Depan Tanah: Pupuk Subsidi Melimpah, Petani Tak Wajib Paketan, dan Urgensi Pemupukan Berimbang

10 Okt 2026 - 06:12 WIB

Dari Lahan Madiun hingga Masa Depan Tanah: Pupuk Subsidi Melimpah, Petani Tak Wajib Paketan, dan Urgensi Pemupukan Berimbang
Trending di Pendidikan