KlikMojok – Di tengah hiruk pikuk persiapan laga besar, sebuah transformasi senyap namun fundamental tengah terjadi di jantung Kota Kediri. Stadion Brawijaya, arena kebanggaan Persik Kediri, kini berdiri dengan wajah baru, ditandai oleh kokohnya pagar yang membentang. Pembangunan pagar baru Stadion Brawijaya Kediri sepanjang 94 meter ini ditargetkan rampung untuk tahap awal pada Kamis, 8 Oktober 2026, menjadi penanda komitmen terhadap keselamatan dan pembelajaran dari masa lalu, terutama menjelang pertandingan krusial kontra Madura United.
Proyek revitalisasi ini bukan sekadar upaya kosmetik, melainkan respons mendalam terhadap kebutuhan akan infrastruktur yang lebih aman dan terstandar. Pengerjaan pagar dilakukan secara bertahap, sebuah strategi cerdas agar tidak mengganggu gaung sorak sorai suporter dalam laga Persik Kediri kontra Madura United yang dijadwalkan pada Jumat, 9 Oktober 2026. Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persik Kediri, Widodo, menegaskan bahwa tahap awal ini akan dituntaskan tepat waktu.
“Untuk pengerjaan besok sudah selesai untuk target yang pertama. Hari ini hari terakhir, finishing untuk membersihkan seluruh material yang ada di seputaran pagar,” ujar Widodo di Stadion Brawijaya, Rabu (7/10/2026), menggambarkan kesigapan tim di lapangan. Setelah deru pertandingan mereda, pengerjaan pagar akan kembali dilanjutkan secara bertahap, dengan target penyelesaian total mendekati 22 Oktober 2026. Saat ini, pagar baru telah terpasang membingkai area tribun B, C, D, E, serta sebagian tribun F, sementara pintu gerbang yang sebelumnya tertutup permanen akan dilengkapi sistem pagar yang dapat dibuka dan ditutup, menjanjikan fleksibilitas dan keamanan yang lebih baik.
Belajar dari Masa Lalu, Merancang Masa Depan yang Aman
Keputusan untuk membangun pagar secara bertahap mencerminkan perencanaan yang matang dan koordinasi yang apik. Widodo menjelaskan bahwa pendekatan ini memastikan pembangunan tidak mengganggu jalannya pertandingan, sebuah pelajaran penting dalam manajemen proyek dan fasilitas publik. Panpel juga telah menjalin koordinasi erat dengan Dinas PUPR Kota Kediri, serta melewati asesmen ketat dari Polda Jawa Timur.
Aspek keselamatan menjadi perhatian utama, bukan tanpa alasan. Ingatan akan insiden robohnya pagar stadion di masa lalu menjadi cambuk sekaligus pendorong untuk merancang ulang struktur yang lebih kuat dan aman. Desain akses keluar-masuk kini mempertimbangkan skenario darurat. Sejumlah pintu yang dapat dibuka-tutup disiapkan secara khusus untuk mendukung proses evakuasi penonton, baik jika terjadi kerusuhan maupun keadaan lain yang membutuhkan pengosongan tribun dengan cepat.
“Kalau terjadi chaos, keributan atau apapun, yang paling aman memang di lapangan. Di sini banyak pintu,” jelas Widodo, menekankan pentingnya jalur evakuasi yang efisien. Keberadaan pagar baru ini, lanjut Widodo, melampaui sekadar fungsi keamanan; ia juga mempercantik tampilan Stadion Brawijaya. Struktur pagar yang kini dinilai lebih kuat diharapkan dapat mencegah terulangnya insiden robohnya pagar di kemudian hari. “Dari sisi keamanan juga pagarnya kuat, tidak rawan roboh seperti yang sudah-sudah. Mudah-mudahan peristiwa kemarin tidak akan terjadi lagi,” harapnya.
Evaluasi kesiapan stadion pun terus menunjukkan progres positif. Setelah berbagai catatan dari penilaian sebelumnya dikoreksi oleh panpel bersama pihak terkait, skor kesiapan stadion mengalami peningkatan signifikan, dari 62 persen menjadi 65,15 persen. Peningkatan ini, meskipun pengerjaan pagar secara keseluruhan belum rampung, menjadi indikator keberhasilan dalam menerapkan standar keamanan yang lebih tinggi. “Kalau kemarin 62 skornya, sekarang menjadi 65,15 persen. Jadi justru naik skornya, meskipun belum selesai total,” ungkap Widodo, menyoroti efektivitas perbaikan yang telah dilakukan.
Antisipasi Laga dan Akses yang Lebih Lancar
Menyambut laga Persik Kediri kontra Madura United, Panpel telah menyiapkan sekitar 6.000 tiket dengan kategori dan harga yang sama seperti sebelumnya: ekonomi Rp50 ribu, utama Rp100 ribu, dan VIP Rp150 ribu. Penjualan tiket daring telah dimulai sejak Selasa, 6 Oktober 2026, pukul 18.00 WIB, memudahkan akses bagi para suporter.
Sistem masuk stadion juga dibuat lebih sederhana dan efisien. Penonton yang membeli tiket secara online akan memperoleh barcode yang berfungsi sebagai kunci akses masuk Stadion Brawijaya. Penggunaan barcode ini diharapkan dapat mempercepat proses pemeriksaan dan mengurangi antrean panjang di pintu masuk, menambah kenyamanan bagi ribuan suporter yang akan memadati stadion. Dengan pengerjaan pagar yang terencana dan bertahap, serta sistem akses yang modern, Panpel Persik Kediri berupaya menempatkan keamanan, kelancaran, dan kenyamanan penonton sebagai prioritas utama dalam setiap gelaran pertandingan.
Transformasi di Stadion Brawijaya ini adalah lebih dari sekadar proyek fisik; ia adalah sebuah ‘pendidikan’ kolektif tentang pentingnya keselamatan, perencanaan yang matang, dan komitmen terhadap pengalaman terbaik bagi komunitas. Dari serpihan masa lalu, kini berdiri sebuah harapan baru yang kokoh, mengukuhkan janji bahwa setiap pertandingan akan menjadi perayaan, bukan lagi catatan kekhawatiran.












