Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Jurnalistik sebagai Media Dakwah: Santri SMA eLKISI Mendalami Etika dan Teknik Penulisan Berita

badge-check

Jurnalistik sebagai Media Dakwah: Santri SMA eLKISI Mendalami Etika dan Teknik Penulisan Berita Perbesar

KlikMojok – Pada Rabu, 7 Oktober 2026, santri kelas XII SMA eLKISI mengikuti sesi pembelajaran jurnalistik yang dibimbing oleh Drs. H. Nuim Hidayat di Ruang Briefing Pondok Pesantren eLKISI, Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Dalam kegiatan tersebut, para siswa diajak untuk memahami esensi penulisan yang baik dan benar, bukan hanya sebagai sebuah keterampilan semata, melainkan juga sebagai sarana dakwah yang efektif. Ustaz Nuim Hidayat menekankan bahwa aktivitas menulis secara akurat dan bertanggung jawab dapat menjadi bagian integral dari upaya dakwah.

Drs. H. Nuim Hidayat, yang dikenal sebagai seorang jurnalis, dosen, dan penulis buku pemikiran Islam, serta pengurus Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Kota Depok, Jawa Barat, hadir untuk membekali para santri. Selama sesi di Ruang Briefing Pondok Pesantren Islamic Centre (PPIC) eLKISI, Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, beliau tidak hanya memperkenalkan dasar-dasar jurnalistik, tetapi juga menyoroti pentingnya tanggung jawab seorang penulis dalam menyajikan informasi kepada publik.

Menurut penjelasan Nuim, sebuah berita tidak hanya cukup sekadar menyampaikan informasi semata. Lebih dari itu, sebuah berita juga harus mengandung nilai-nilai tertentu yang menjadikan suatu peristiwa patut dan layak untuk diketahui oleh para pembaca.

Beliau kemudian memperkenalkan beberapa nilai berita utama, meliputi consequences atau dampak signifikan suatu peristiwa terhadap masyarakat, human interest yang menonjolkan sisi kemanusiaan, prominence yang berkaitan dengan keterkenalan tokoh yang terlibat, proximity atau kedekatan geografis maupun emosional dengan pembaca, serta timeliness yang merujuk pada aktualitas atau kebaruan informasi.

Nuim lebih lanjut menguraikan bahwa semakin besar dampak yang ditimbulkan oleh suatu peristiwa terhadap masyarakat, maka semakin tinggi pula nilai beritanya. Demikian pula halnya dengan peristiwa yang memiliki kedekatan dengan kehidupan sehari-hari pembaca atau melibatkan tokoh-tokoh yang sudah dikenal luas oleh masyarakat, akan memiliki nilai berita yang lebih tinggi.

Selain itu, para santri juga menerima materi tentang artikel reportase. Nuim menjelaskan bahwa reportase adalah bentuk tulisan jurnalistik yang bertujuan untuk menggambarkan suatu peristiwa berdasarkan fakta-fakta konkret. Fakta-fakta ini diperoleh melalui serangkaian metode seperti pengamatan langsung, wawancara dengan narasumber, serta pengumpulan data secara langsung di lapangan.

Oleh karena itu, seorang reporter memiliki kewajiban untuk melakukan pencarian fakta secara menyeluruh sebelum memulai proses penulisan. Informasi yang telah berhasil dikumpulkan juga harus melalui tahapan cek dan ricek yang ketat guna memastikan tidak adanya kesalahan saat berita tersebut nantinya akan dipublikasikan.

Selanjutnya, Nuim memperkenalkan pentingnya menentukan angle atau sudut pandang dalam sebuah tulisan. Meskipun satu peristiwa dapat diamati dari berbagai perspektif, seorang reporter harus mampu menentukan fokus utama agar tulisan yang dihasilkan menjadi lebih tajam dan tidak menyimpang dari inti permasalahan.

Setiap berita juga wajib memenuhi unsur-unsur dasar 5W+1H, yang mencakup what (apa peristiwa yang terjadi), who (siapa saja yang terlibat), when (kapan peristiwa itu berlangsung), where (di mana lokasi kejadian), why (mengapa peristiwa itu terjadi), dan how (bagaimana kronologi peristiwanya).

Setelah seluruh proses penulisan berita rampung, tugas seorang reporter ternyata belum selesai. Nuim memperkenalkan tahapan penting yang disebut press clear atau zero error, yaitu proses pemeriksaan ulang naskah secara menyeluruh sebelum akhirnya berita tersebut dipublikasikan.

Pada tahap press clear ini, penulis dituntut untuk memastikan bahwa tidak ada satu pun kesalahan, baik itu pada fakta yang disajikan, penulisan nama, angka, tanggal, lokasi, kutipan, ejaan, maupun tata bahasa yang digunakan dalam naskah.

Melalui pembelajaran yang komprehensif ini, siswa kelas XII SMA eLKISI tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai teori-teori dasar jurnalistik semata. Lebih jauh, mereka juga diajak untuk memahami secara mendalam seluruh proses yang harus dilalui sebelum sebuah informasi dapat tersampaikan dengan baik kepada pembaca.

Proses tersebut meliputi tahapan mencari fakta secara akurat, melakukan cek dan ricek terhadap kebenaran informasi, menentukan angle atau sudut pandang yang tepat, melengkapi semua unsur berita yang diperlukan, hingga akhirnya memeriksa kembali naskah secara teliti sebelum dipublikasikan.

Nuim secara khusus menekankan bahwa kemampuan menulis harus selalu diiringi dengan ketelitian yang tinggi dan rasa tanggung jawab. Dengan mempraktikkan prinsip ini, sebuah tulisan tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga memiliki potensi untuk membawa pesan-pesan kebaikan yang bermanfaat.

Baginya, kegiatan menulis dengan baik dan benar adalah salah satu bentuk nyata dari dakwah yang dapat dilakukan oleh siapa saja.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Pelajaran Berharga: Siswa Smamsatu Gresik Renungkan Bakti Orang Tua Lewat Film ‘Jangan Buang Ibu’

8 Okt 2026 - 21:04 WIB

Pelajaran Berharga: Siswa Smamsatu Gresik Renungkan Bakti Orang Tua Lewat Film ‘Jangan Buang Ibu’

Wajah Garang di Kota Wisata: Mengurai Akar Permasalahan Pengemis dan Pengamen di Blitar

8 Okt 2026 - 18:45 WIB

Wajah Garang di Kota Wisata: Mengurai Akar Permasalahan Pengemis dan Pengamen di Blitar

Bukan Sekadar Jabatan: Gus Salam Jombang dan Makna Khidmah A’wan PBNU

8 Okt 2026 - 18:45 WIB

Bukan Sekadar Jabatan: Gus Salam Jombang dan Makna Khidmah A’wan PBNU

FSPPB Dorong RUU Migas 2026: Integrasi Penuh Tata Kelola Migas

8 Okt 2026 - 15:19 WIB

FSPPB Dorong RUU Migas 2026: Integrasi Penuh Tata Kelola Migas

Peran Aktif Mahasiswa dan Sekolah Atasi Kekeringan di Pamekasan Melalui Penyaluran Air Bersih

8 Okt 2026 - 12:37 WIB

Peran Aktif Mahasiswa dan Sekolah Atasi Kekeringan di Pamekasan Melalui Penyaluran Air Bersih
Trending di Pendidikan