KlikMojok – Pada Selasa, 6 Oktober 2026, suasana apel pagi di SD Alam Islami (SDAI) Internasional eLKISI, Pungging, Kabupaten Mojokerto, tampak berbeda dari hari biasa. Apel ini, yang dipimpin langsung oleh Kepala SDAI Internasional eLKISI, Ardian Zahroni, S.T., M.Pd., bersama jajaran asatizah, menandai dimulainya pelaksanaan Sumatif Tengah Semester (STS) Ganjil. Uniknya, sebelum menghadapi ujian tulis, para santri di SDAI Internasional eLKISI diwajibkan untuk menuntaskan ujian prasyarat berupa tahfiz Al-Qur’an, tahfiz hadis, dan tahsin.
Dalam amanat yang disampaikannya, Ardian Zahroni mengimbau seluruh santri untuk mempersiapkan diri secara optimal dan menjalani setiap tahapan ujian dengan kesungguhan. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan dalam menyelesaikan ujian dengan baik merupakan manifestasi dari rasa tanggung jawab terhadap seluruh proses pembelajaran yang telah mereka lalui.
Menekankan pentingnya integritas, Ardian menyatakan, “Ujian adalah alat ukur kemampuan kita. Dalam ujian juga harus bersikap jujur, tidak boleh menyontek.”
Lebih lanjut, Ardian menegaskan bahwa tujuan utama ujian bukan semata-mata untuk meraih nilai tinggi. Melalui pelaksanaan STS ini, setiap santri diharapkan dapat mengevaluasi dan memahami sejauh mana penguasaan serta pemahaman mereka terhadap materi pelajaran yang telah diberikan.
Oleh karena itu, hasil dari ujian ini diharapkan mampu merefleksikan secara akurat kemampuan individual masing-masing santri. Tiga pilar utama yang sangat ditekankan sebelum para santri memasuki ruang ujian adalah kejujuran, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab.
Sistem pelaksanaan STS Ganjil di SDAI eLKISI dirancang agar tidak langsung memulai dengan ujian tulis. Sebaliknya, para santri diwajibkan untuk menempuh serangkaian ujian prasyarat terlebih dahulu.
Ujian prasyarat ini mencakup penguasaan tahfiz Al-Qur’an, tahfiz hadis, dan juga tahsin Al-Qur’an atau Al-Kayyis. Barulah setelah berhasil menuntaskan seluruh tahapan prasyarat tersebut, santri dapat melanjutkan untuk mengikuti ujian tulis sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Pola evaluasi seperti ini menunjukkan bahwa penilaian di SDAI eLKISI tidak hanya berfokus pada aspek kemampuan akademik semata, tetapi juga secara komprehensif mencakup capaian santri dalam hafalan dan kualitas bacaan Al-Qur’an mereka.
Acara apel pagi tersebut diakhiri dengan pembacaan Ikrar Santri secara serentak oleh seluruh peserta. Pembacaan ikrar ini berfungsi sebagai bentuk penguatan komitmen dan semangat bagi para santri sebelum mereka menjalani seluruh rangkaian pelaksanaan STS Ganjil.
Melalui pesan yang disampaikannya pada apel pagi itu, Ardian Zahroni berharap agar setiap santri dapat mengikuti ujian dengan kesungguhan hati dan meraih hasil yang murni berdasarkan kemampuan serta kerja keras mereka sendiri.












