KlikMojok – Murid kelas 5 SD Muhammadiyah Kompleks Gresik Kampus A (SD Mugres Kampus A) menunjukkan kreativitas dan semangat edukasi dengan mengajak pengunjung Gressmall membuat gelang simpul dari tali kur. Kegiatan interaktif ini merupakan bagian dari ajang Gresikan (Gelar Apresiasi Karya Seni, Sains, dan Literasi) yang diselenggarakan pada Sabtu, 26 September 2026.
Atrium Gressmall Gresik dipenuhi suasana meriah dan antusiasme tinggi ketika SD Mugres Kampus A menggelar pameran kreativitas ini. Sorotan utama pada kesempatan tersebut adalah tutorial interaktif cara membuat kerajinan tangan berupa gelang simpul dari tali kur, yang dipandu langsung oleh murid kelas 5 seperti Sri Maharani Kurniawan dan Amila Habiel Lahji.
Ajang ini bukan sekadar pameran seni biasa. Lebih dari itu, diselenggarakan pula lokakarya langsung yang sukses menarik partisipasi pengunjung mal, orang tua murid, dan juga para tamu undangan yang hadir.
Dari pantauan langsung di lokasi, terlihat jelas bagaimana murid-murid kelas 5 menunjukkan kepercayaan diri saat berada di atas panggung maupun di area stan interaktif. Mereka tampil dengan seragam khas sekolah, masing-masing memegang papan alas jepit yang berfungsi sebagai media peraga untuk proses merajut tali kur.
Antusiasme semakin meningkat saat para murid dengan telaten mempraktikkan setiap langkah pembuatan simpul tali, menghidupkan suasana di area tersebut. Mereka tidak hanya mengajarkan teknik dasar, tetapi juga berhasil menunjukkan cara membentuk pola gelang yang indah dan memiliki nilai estetika tinggi.
Keaktifan para murid tidak terbatas pada penampilan di panggung saja. Mereka juga secara langsung turun tangan mendampingi para pengunjung dan tamu undangan yang menunjukkan minat untuk mencoba membuat gelang simpul tersebut.
Fajar, salah satu tamu yang hadir, terlihat sangat antusias mengikuti panduan dari para murid. Dengan penuh keseriusan, ia mencoba merajut sehelai tali kur di atas papan jepit, dibimbing oleh seorang murid perempuan dengan sabar.
Setelah berhasil mencoba membuat gelang simpul, Fajar mengungkapkan kesannya. Ia menyatakan, “Awalnya terlihat sederhana, tetapi ternyata membutuhkan kesabaran dan ketelitian dalam mengatur simpulnya. Seru sekali, dan saya kagum melihat anak-anak kelas 5 SD Mugres begitu sabar dan telaten mengajari kami layaknya instruktur profesional.”
Aktivitas interaktif ini mendapatkan sambutan yang sangat positif dari para pengunjung mal. Penyelenggaraan tutorial kerajinan tangan di pusat perbelanjaan ini secara nyata memperlihatkan bahwa proses pembelajaran di SD Mugres Kampus A tidak hanya terbatas di dalam ruang kelas. Melalui kegiatan semacam ini, pihak sekolah juga secara efektif melatih keberanian, kemampuan komunikasi publik, serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada murid-murid sejak usia dini.
Aghnia Zena Amira, salah seorang murid kelas 5 yang bertindak sebagai pemandu tutorial, mengakui bahwa ia sempat merasakan gugup. Meskipun demikian, ia merasa sangat gembira bisa menjadi bagian dari ajang Gresikan ini. Dengan senyum ceria, Aghnia mengungkapkan perasaannya, “Senang sekali rasanya bisa tampil dan mengajari langsung para pengunjung, termasuk om dan tante yang datang ke sini. Awalnya gugup karena dilihat banyak orang di mal, tetapi senang karena banyak yang suka dengan gelang buatan kami.”












