Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Melawan Kemarau Panjang: Harapan Petani Mojokerto Bertumpu pada Alsintan dan Inovasi

badge-check

Melawan Kemarau Panjang: Harapan Petani Mojokerto Bertumpu pada Alsintan dan Inovasi Perbesar

KlikMojok – Langit biru cerah membentang di atas hamparan sawah Kabupaten Mojokerto, namun di balik keindahannya tersimpan kekhawatiran yang mendalam. Kemarau panjang, yang diprediksi bisa merenggut harapan panen hingga akhir tahun, menjadi bayangan menakutkan bagi para petani. Di tengah ancaman iklim ekstrem ini, sebuah angin segar berhembus dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, membawa tujuh unit alat dan mesin pertanian (alsintan) modern, menjadi penopang asa bagi petani Mojokerto untuk menghadapi tantangan yang ada.

Bantuan vital ini, yang terdiri dari dua unit combine harvester dan lima unit pompa air, secara simbolis diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada sejumlah kelompok tani di Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Tujuh kelompok tani yang beruntung menerima dukungan ini adalah Kelompok Tani Rukun Makmur 2, Tani Jaya, Sumber Makmur, Mardi Tani, Sejahtera 4, Makmur, dan Rukun Tani. Penyerahan ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah investasi pada masa depan pertanian lokal yang kini dihadapkan pada perubahan iklim yang tak terduga.

Wakil Bupati Mojokerto, Muhammad Rizal Octavian, menegaskan pentingnya bantuan alsintan ini sebagai langkah strategis menuju modernisasi pertanian. Ia menyoroti bagaimana teknologi ini menjadi jawaban atas berbagai persoalan klasik yang menghimpit petani, mulai dari keterbatasan tenaga kerja, melonjaknya biaya produksi, kebutuhan akan percepatan panen, hingga ketersediaan air yang kian menipis saat musim kemarau. “Bantuan combine harvester diharapkan dapat membantu petani dalam mempercepat proses panen, mengurangi kehilangan hasil, menghemat biaya dan tenaga kerja, serta meningkatkan efisiensi usaha tani,” ungkapnya, Minggu (4/10/2026).

Kehadiran pompa air, di sisi lain, diharapkan menjadi penyelamat pengairan lahan, khususnya bagi wilayah pertanian yang selama ini berjuang dengan keterbatasan sumber air. Wabup Rizal berharap pemanfaatan alsintan ini tidak hanya mendongkrak produktivitas, tetapi juga mampu menekan biaya usaha tani, yang pada akhirnya akan berujung pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani. Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan yang bijak. “Dengan dukungan alat dan mesin pertanian tersebut, kami berharap produktivitas pertanian dapat meningkat dan biaya usaha tani dapat ditekan. Jangan sampai bantuan yang telah diberikan menjadi tidak optimal karena kurangnya pemeliharaan ataupun pemanfaatan yang tidak sesuai peruntukannya. Mari kita bangun semangat gotong royong, berbagi manfaat, dan mengembangkan pengelolaan alsintan secara bersama-sama,” pesannya, menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dan pendidikan berkelanjutan bagi para petani dalam mengoptimalkan alat-alat tersebut.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyoroti ancaman kemarau yang diproyeksikan akan berlangsung lebih panjang dari biasanya, bahkan berpotensi melewati bulan Desember. Kondisi ini, menurutnya, menjadikan pemanfaatan sumber air dan pompa menjadi semakin krusial untuk menjaga denyut nadi pertanian. Khofifah juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah melakukan mitigasi melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak 6 September, yang telah berhasil menghasilkan hujan intensitas ringan hingga sedang ketika pergerakan awan memungkinkan penyemaian. Namun, upaya ini perlu diimbangi dengan kesiapsiagaan di tingkat petani.

“Mengingat adanya potensi kemarau yang bisa memanjang hingga melewati bulan Desember, kewaspadaan tetap diperlukan sehingga pemanfaatan sumur dan pompa-pompa air harus terus dimaksimalkan. Nama kelompok tani penerima bantuan mengandung doa dan harapan. Harapannya, nama-nama tersebut dapat mewujud menjadi kenyataan bagi para petani,” ujarnya, memberikan semangat dan motivasi. Secara keseluruhan, pada tahun 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengalokasikan 341 unit alsintan, yang terdiri dari 231 unit alat prapanen dan 110 unit alat pascapanen. Dari jumlah tersebut, tujuh unit secara spesifik dialokasikan untuk kelompok tani di Kabupaten Mojokerto. Penyerahan alsintan ini menjadi salah satu rangkaian penting dalam menyambut Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur yang akan diperingati pada 12 Oktober 2026, menandai komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian di tengah tantangan iklim global.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Senja di Tambakberas: Mengenang Nyai Mahfudhoh, Penjaga Lentera Pendidikan Putri Pendiri NU

5 Okt 2026 - 06:13 WIB

Senja di Tambakberas: Mengenang Nyai Mahfudhoh, Penjaga Lentera Pendidikan Putri Pendiri NU

SD Muhammadiyah Nganjuk Bekali Siswa Keterampilan Hadapi Kebakaran

5 Okt 2026 - 06:12 WIB

SD Muhammadiyah Nganjuk Bekali Siswa Keterampilan Hadapi Kebakaran

Outbound Edukatif SD Muhida: Melatih Keberanian dan Kerja Sama Sejak Dini

5 Okt 2026 - 06:11 WIB

Outbound Edukatif SD Muhida: Melatih Keberanian dan Kerja Sama Sejak Dini

Ketika Sumber Kehidupan Mengering: Kisah Perjuangan Warga Jatigunung Melawan Kekeringan Ekstrem dan Pelajaran dari El Nino

4 Okt 2026 - 21:06 WIB

Ketika Sumber Kehidupan Mengering: Kisah Perjuangan Warga Jatigunung Melawan Kekeringan Ekstrem dan Pelajaran dari El Nino

Jejak Api di Aspal Cerme Lor: Kisah Grand Livina yang Terbakar dan Pelajaran Perawatan Kendaraan

4 Okt 2026 - 21:05 WIB

Jejak Api di Aspal Cerme Lor: Kisah Grand Livina yang Terbakar dan Pelajaran Perawatan Kendaraan
Trending di Pendidikan