Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

PCNA Brondong Bekali Kader dengan Digital Marketing dan AI untuk Jangkau Pasar Lebih Luas

badge-check

PCNA Brondong Bekali Kader dengan Digital Marketing dan AI untuk Jangkau Pasar Lebih Luas Perbesar

KlikMojok – Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Brondong baru-baru ini menyelenggarakan Workshop Kewirausahaan bertema “Kewirausahaan Digital: Tools Marketing Masa Kini dari Teori hingga Praktik” di Perguruan Muhammadiyah Wedung, Brondong, Lamongan pada Jumat, 2 Oktober 2026. Acara ini bertujuan membekali kader dengan keterampilan digital marketing dan pemanfaatan AI untuk memperluas jangkauan pasar produk unggulan mereka. Setelah sukses memproduksi kerupuk ikan, tantangan utama yang dihadapi adalah strategi pemasaran yang lebih luas, sehingga para kader kini difokuskan untuk belajar membuat konten promosi, memahami dinamika pasar, serta mengoptimalkan kecerdasan buatan dalam upaya pemasaran.

Workshop yang dimulai sejak pukul 09.30 WIB tersebut menarik partisipasi aktif dari perwakilan setiap Pimpinan Ranting Nasyiatul ‘Aisyiyah (PRNA) yang berada di wilayah Cabang Brondong.

Beberapa tokoh penting turut hadir dalam kegiatan ini, termasuk Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Brondong, Drs. Mat Iskan; Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Brondong, Nanik Zuroida, S.H.; dan Sekretaris PCA Brondong, Aris Rahmawati, M.Pd.

Musfiroh, M.Pd., selaku Ketua PCNA Brondong, menjelaskan bahwa workshop ini merupakan tahapan lanjutan yang krusial dari program pemberdayaan ekonomi yang telah diinisiasi oleh para kader sebelumnya.

Musfiroh menegaskan, “Workshop ini menjadi pelengkap dan langkah konkret lanjutan dari agenda pemberdayaan ekonomi sebelumnya, yaitu produksi kerupuk ikan. Kami ingin memastikan produk yang dibuat kader tidak hanya bagus secara kualitas, tetapi juga memiliki strategi pemasaran digital yang kuat agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas.”

Sementara itu, Ketua PCM Brondong, Mat Iskan, menyatakan apresiasinya terhadap inisiatif PCNA Brondong dalam mengadopsi kemajuan teknologi sebagai upaya mendukung kemandirian ekonomi para kadernya.

Untuk sesi utama workshop, PCNA Brondong menghadirkan dua narasumber ahli, yaitu Muhammad Ridho Jundiansyah, seorang praktisi digital marketing sekaligus Founder Antaseno.id, serta Nashrullah.

Ridho memaparkan beragam perangkat dan strategi pemasaran digital, dimulai dari pengenalan konsep-konsep dasar hingga panduan praktis dalam menciptakan materi promosi yang efektif.

Ia menekankan bahwa meskipun suatu produk memiliki kualitas yang sangat baik, tetap diperlukan upaya untuk menarik perhatian calon konsumen agar produk tersebut dapat dikenal secara luas. Salah satu metode yang efektif adalah melalui pembuatan konten video singkat yang dirancang agar mampu mempertahankan minat penonton hingga sebagian besar durasi video tersebut.

“Misalnya setiap produk promosinya melalui video berdurasi 10 detik. Jika ada 100 orang yang melihat sampai delapan detik, nanti akan disebarkan oleh media sosial itu ke 1.000 orang. Kemudian jika mereka juga melihat sampai delapan detik, bisa dilempar ke 10.000 orang dan begitu seterusnya. Itu tandanya produk kita memiliki attention dari masyarakat,” jelas Ridho, alumnus Universitas Muhammadiyah Lamongan.

Selain itu, Ridho juga memberikan sejumlah masukan konstruktif mengenai produk kerupuk ikan hasil karya PCNA Brondong yang diberi nama Aruma, sebuah akronim dari Albirru Manittaqa.

Menurutnya, kemasan produk Aruma sudah tergolong baik dengan penggunaan plastik yang tebal. Akan tetapi, untuk dapat menembus pasar yang lebih kompetitif dan luas, produk ini memerlukan elemen pembeda yang signifikan dibandingkan dengan produk sejenis yang sudah ada di pasaran.

Ia menambahkan, “Produk ini bisa masuk e-commerce melalui mentahannya. Tapi, harus mampu bersaing dengan produk yang lain. Entah itu lebih murah atau dengan kualitas ditingkatkan.”

Masukan dan saran ini menjadi fokus perhatian khusus, mengingat Aruma sebelumnya memang dikembangkan sebagai bagian integral dari program pemberdayaan ekonomi yang dijalankan oleh PCNA Brondong.

Oleh karena itu, pelaksanaan workshop tidak hanya berkutat pada pembahasan teori pemasaran digital semata, melainkan juga langsung menyentuh aspek praktis pada produk nyata yang sedang dalam tahap pengembangan oleh para kader.

Selain materi tentang pemasaran digital, para peserta juga menerima penjelasan komprehensif mengenai pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (AI) dalam konteks bisnis.

Nashrullah memperkenalkan berbagai aplikasi AI yang dapat digunakan untuk membantu proses pembuatan materi promosi, memunculkan ide-ide konten kreatif, serta meningkatkan efisiensi seluruh proses pemasaran suatu usaha.

Kendati demikian, Nashrullah memberikan peringatan penting agar AI tidak sepenuhnya menggantikan peran dan fungsi manusia, terutama dalam proses pengambilan keputusan-keputusan strategis yang krusial.

“Kita gunakan AI itu sebagai asisten, tapi yang mengendalikan tetap kita. Misal untuk memutuskan sesuatu yang besar tetap kita, jangan AI dalam keseharian,” pesannya.

Setelah sesi teori, para peserta diberikan kesempatan untuk langsung mempraktikkan pembuatan materi pemasaran digital dan terlibat dalam diskusi mendalam mengenai implementasi strategi tersebut pada usaha yang sedang mereka jalankan masing-masing.

Musfiroh menambahkan bahwa melalui penyelenggaraan workshop ini, PCNA Brondong memiliki harapan besar agar setiap kader di tingkat ranting tidak hanya memiliki kapabilitas dalam memproduksi suatu barang, melainkan juga menguasai cara memperkenalkan produk, menciptakan konten yang menarik, dan secara efektif menjangkau konsumen melalui berbagai platform media digital.

Bagi PCNA Brondong, tantangan yang akan datang tidak lagi sebatas kemampuan memproduksi kerupuk ikan. Musfiroh menekankan, “Produk yang sudah ada harus menemukan jalannya menuju pasar. Teknologi digital dan AI kini mulai dikenalkan sebagai salah satu alat untuk membuka jalan tersebut.”

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Siswa SD Muri Latih Ketahanan Fisik dan Mental di 117 Anak Tangga Giri Kedaton

3 Okt 2026 - 18:45 WIB

Siswa SD Muri Latih Ketahanan Fisik dan Mental di 117 Anak Tangga Giri Kedaton

Ketika Naga Bersemi di Kediri: Ambisi Prestasi dan Geliat Pariwisata dalam Kejuaraan Barongsai

3 Okt 2026 - 15:18 WIB

Ketika Naga Bersemi di Kediri: Ambisi Prestasi dan Geliat Pariwisata dalam Kejuaraan Barongsai

Ketika Sumur Mengering: Perjuangan Warga Blitar Melawan Krisis Air Akibat Kemarau Panjang

3 Okt 2026 - 15:18 WIB

Ketika Sumur Mengering: Perjuangan Warga Blitar Melawan Krisis Air Akibat Kemarau Panjang

Mengubah Cerita Sekolah Jadi Berita: SMP Musasi Bekali Guru dan Murid Kemampuan Jurnalistik

3 Okt 2026 - 15:17 WIB

Mengubah Cerita Sekolah Jadi Berita: SMP Musasi Bekali Guru dan Murid Kemampuan Jurnalistik

Jejak Harmoni di Tanah Kelahiran: Dekananto Eko Purnomo, Peredam Konflik Tugu Silat, Pimpin Polda Jatim

3 Okt 2026 - 12:37 WIB

Jejak Harmoni di Tanah Kelahiran: Dekananto Eko Purnomo, Peredam Konflik Tugu Silat, Pimpin Polda Jatim
Trending di Pendidikan