KlikMojok – Di tengah dinamika kehidupan yang terus berputar, kabar dari Kabupaten Mojokerto seolah menjadi lentera harapan, sebuah cerminan nyata dari upaya kolektif mewujudkan kesejahteraan dan kualitas hidup yang lebih baik. Pada tahun 2025, Angka Harapan Hidup (AHH) masyarakat di Bumi Majapahit ini diproyeksikan mencapai 75,28 tahun, sebuah pencapaian signifikan yang menandai kemajuan di berbagai sektor.
Data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mojokerto menunjukkan bahwa angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan narasi tentang kesehatan yang membaik dan kondisi sosial yang berkembang. Dibandingkan dengan capaian pada tahun 2024, angka ini meningkat sekitar empat bulan, melanjutkan tren positif yang telah terlihat dalam lima tahun terakhir. Peningkatan ini menjadi indikator penting dalam mengukur perkembangan kondisi kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
Kepala BPS Kabupaten Mojokerto, Dwi Yuhenny, menggarisbawahi pentingnya angka ini sebagai barometer kesehatan. “Pada tahun 2025 Angka Harapan Hidup Kabupaten Mojokerto sebesar 75,28 tahun,” ungkap Dwi pada Sabtu (3/10/2026), menegaskan proyeksi yang menggembirakan tersebut.
Lebih lanjut, Dwi menjelaskan bahwa AHH adalah perkiraan rata-rata tahun hidup yang dapat dijalani oleh seorang bayi yang baru lahir, dengan asumsi pola angka kematian yang berlaku saat itu terus berlanjut sepanjang hidupnya. Oleh karena itu, AHH berfungsi sebagai gambaran umum kondisi kesehatan penduduk, bukan sebagai prediksi usia individu secara spesifik. Angka ini secara tidak langsung juga merefleksikan akses terhadap layanan kesehatan yang memadai, sanitasi yang lebih baik, serta tingkat kesadaran dan pendidikan masyarakat mengenai gaya hidup sehat.
Kenaikan AHH Kabupaten Mojokerto yang konsisten, khususnya lonjakan empat bulan dari tahun sebelumnya, memperkuat optimisme terhadap masa depan wilayah ini. Tren positif ini adalah hasil dari berbagai intervensi dan program pemerintah daerah dalam bidang kesehatan dan pembangunan sosial.
“Peningkatan nilai Angka Harapan Hidup tersebut dapat menjadi salah satu indikator peningkatan derajat kesehatan Kabupaten Mojokerto. Tren peningkatan AHH dalam lima tahun terakhir tersebut menjadi salah satu gambaran perkembangan kondisi sosial,” tegas Dwi. Ini menunjukkan bahwa kemajuan tidak hanya terjadi di sektor medis, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas hidup secara holistik, termasuk akses pendidikan yang lebih merata yang berkontribusi pada peningkatan literasi kesehatan dan kesejahteraan umum. Angka ini adalah bukti bahwa investasi dalam kesehatan dan pendidikan akan selalu berbuah manis, membuka gerbang bagi masyarakat Mojokerto untuk menikmati hari tua yang lebih panjang dan berkualitas.












