KlikMojok – Sebanyak 360 Pramuka Penggalang yang tergabung dalam 45 regu dari berbagai SMP/MTs se-Kabupaten Mojokerto memulai perkemahan dan perlombaan selama tiga hari di Camping Ground eLKISI. Acara ini merupakan Lomba Tingkat III (LT III) Pramuka Penggalang Kwartir Cabang Kabupaten Mojokerto yang dibuka pada Jumat sore, 2 Oktober 2026, pukul 16.00 WIB, dengan latar belakang megahnya Gunung Penanggungan dan Welirang. Di lokasi tersebut, para peserta tidak hanya diuji untuk meraih kemenangan, melainkan juga untuk mengembangkan kemandirian, kejujuran, dan kekompakan.
Dalam atmosfer yang sejuk setelah terik matahari mereda, ratusan peserta dari berbagai sekolah menengah pertama dan madrasah tsanawiyah di seluruh Kabupaten Mojokerto berkumpul. Mereka siap mengikuti serangkaian kegiatan kepramukaan yang akan berlangsung selama tiga hari penuh, mulai dari Jumat, 2 Oktober, hingga Ahad, 4 Oktober 2026.
Secara keseluruhan, 45 regu turut serta dalam ajang bergengsi ini. Kontingen putra diwakili oleh 20 regu dengan total 160 peserta, sementara kontingen putri melibatkan 25 regu dengan jumlah 200 peserta. Dengan demikian, sebanyak 360 Pramuka Penggalang akan terlibat aktif dalam beragam kegiatan dan perlombaan yang diselenggarakan di area Pondok Pesantren eLKISI.
Pembukaan acara ini juga melibatkan santri dari SMP eLKISI. Salah satu di antaranya adalah Ukasyah Romi, seorang siswa kelas IX, yang mendapatkan kepercayaan untuk bertugas sebagai pemimpin peleton.
Tanggung jawab tersebut menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi Ukasyah. Berada di hadapan ratusan peserta, ia memiliki kesempatan untuk mengasah kemampuan dalam memimpin barisan, memastikan ketertiban, serta melaksanakan tugas yang diamanahkan kepadanya dengan baik.
Upacara pembukaan diawali dengan lantunan lagu kebangsaan ‘Indonesia Raya’. Setelah itu, pembacaan teks Pancasila dilakukan oleh Ahsan Safaraz, siswa kelas IX SMP eLKISI.
Kemudian, Mohammad Farhan Kenzie, yang juga merupakan siswa kelas IX SMP eLKISI, bertugas membacakan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta Dasa Darma Pramuka.
Setelah itu, Adi Dwi Wahyu Purwanto, S.Pd., selaku Ketua Panitia Lomba Tingkat III (LT III), menyampaikan laporan mengenai berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan.
Acara pembukaan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Bapak Amsar Azhari Siregar, S.H., M.M., didampingi oleh para asatizah dari Pondok Pesantren eLKISI.
Dalam kesempatan sambutannya, Bapak Amsar menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan LT III, mulai dari panitia, para peserta, hingga Pondok Pesantren eLKISI sebagai tuan rumah.
Beliau mengingatkan bahwa gerakan Pramuka lebih dari sekadar aktivitas di alam terbuka atau arena untuk memperebutkan gelar juara. Lebih jauh, Pramuka merupakan wadah penting untuk membentuk karakter, melatih kemandirian, menumbuhkan rasa tanggung jawab, meningkatkan kedisiplinan, serta mengasah kemampuan kerja sama tim.
Selain itu, peserta juga ditekankan untuk senantiasa menjaga pelaksanaan ibadah tepat waktu dan mematuhi seluruh peraturan yang berlaku selama masa perkemahan berlangsung.
Aspek kejujuran dan sportivitas turut menjadi pesan penting lain yang disampaikan oleh Bapak Amsar.
Beliau berpesan kepada seluruh peserta, “Jangan melakukan kecurangan dalam perlombaan. Junjung tinggi kejujuran dan sportivitas.”
Di hadapan ratusan Pramuka Penggalang yang hadir, Bapak Amsar juga mengingatkan generasi muda untuk senantiasa menjaga diri dari bahaya narkoba, radikalisme, dan berbagai bentuk kenakalan remaja yang dapat merusak masa depan.
Menurutnya, masa muda merupakan periode krusial yang turut menentukan arah kehidupan seseorang di masa depan. Oleh karena itu, Lomba Tingkat III ini diharapkan tidak hanya melahirkan regu-regu berprestasi, tetapi juga semakin mempererat tali persaudaraan di antara seluruh Pramuka Penggalang yang berpartisipasi.
Setelah menyampaikan sebuah pantun, Bapak Amsar Azhari Siregar secara resmi membuka Lomba Tingkat III Pramuka Penggalang Kwartir Cabang Kabupaten Mojokerto.
Prosesi dilanjutkan dengan penyematan tanda peserta secara simbolis. Kemudian, ratusan peserta bersama-sama menyanyikan Hymne Satya Darma Pramuka dengan penuh semangat.
Rangkaian upacara pembukaan ditutup dengan pembacaan doa.
Meskipun upacara resmi telah usai, sore hari di Camping Ground eLKISI masih menyimpan kemeriahan. Perhatian seluruh peserta kembali terpusat ke tengah arena setelah acara formal berakhir.
Selanjutnya, penampilan atraktif dari Tapak Suci eLKISI menjadi sajian yang menghibur.
Galih, seorang siswa kelas X SMA eLKISI, membuka pertunjukan dengan menampilkan Seni Kipas yang memukau. Setelahnya, Akmal Hasani, siswa kelas XII, menunjukkan keahliannya melalui Jurus Harimau.
Rangkaian atraksi berlanjut dengan penampilan Seni Ganda oleh Fathur Efendi, siswa kelas XII, yang berpasangan dengan Hanan, siswa kelas X.
Sebagai penutup dari rangkaian pertunjukan seni bela diri, Azzam Widi Putra, siswa kelas IX B SMP eLKISI, memimpin penampilan Matahari Satu Bersama.
Gemuruh tepuk tangan dan sorak-sorai antusias dari para peserta mengiringi seluruh rangkaian atraksi tersebut.
Sore hari di lereng Gunung Penanggungan dan Welirang tersebut menandai dimulainya tiga hari penuh kegiatan yang akan diwarnai dengan suasana perkemahan, berbagai perlombaan, pelatihan disiplin, dan penguatan kerja sama. Bagi ke-360 peserta, Lomba Tingkat III ini bukan semata-mata tentang meraih gelar juara. Lebih dari itu, mereka akan diuji kemampuan hidup mandiri, efektivitas bekerja dalam sebuah regu, menjaga sportivitas, serta membangun jalinan persaudaraan dengan Pramuka dari berbagai sekolah lain.
Di bawah langit yang perlahan berubah warna senja, perkemahan akbar ini pun secara resmi dimulai.












