KlikMojok – Langit di atas Dusun Banduarjo, Desa Sumberpetung, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, seolah enggan menumpahkan berkahnya. Kemarau panjang telah mencengkeram erat, mengeringkan sumur dan menipiskan persediaan air bersih, memaksa warga menghadapi perjuangan sehari-hari yang tak mudah. Namun, di tengah gersangnya alam, secercah harapan datang dalam bentuk 5.000 liter air bersih, disalurkan melalui kolaborasi antara Polres Malang dan BPBD Kabupaten Malang, membawa kelegaan yang sangat dinanti.
Setiap tetes air bersih menjadi sangat berharga di masa-masa sulit ini. Bagi warga di RT 37 hingga RT 45 Dusun Banduarjo, kebutuhan dasar ini seringkali menjadi kemewahan yang sulit dijangkau. Oleh karena itu, kedatangan satu tangki air bersih pada Sabtu (26/9/2026) bukan sekadar distribusi logistik, melainkan sebuah uluran tangan yang vital, menjamin keberlangsungan hidup dan kesehatan masyarakat.
Proses penyaluran bantuan ini tidak dilakukan sembarangan. Kapolsek Kalipare, AKP Fariz Kautsar Ramadhani, turun langsung ke lapangan, mengawal setiap tahapan distribusi. Bersama personel kepolisian, tim BPBD, pemerintah desa, dan unsur masyarakat, mereka memastikan bahwa pembagian air berlangsung tertib dan tepat sasaran, diterima oleh setiap keluarga yang membutuhkan. Ini adalah contoh nyata bagaimana sinergi antarlembaga dan partisipasi warga menjadi kunci dalam penanganan krisis.
Fariz menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan hasil koordinasi erat antara kepolisian, BPBD, dan pemerintah desa sebagai respons cepat terhadap kebutuhan mendesak warga. “Yang kami lakukan adalah memastikan bantuan air bersih bisa sampai kepada warga yang membutuhkan. Personel di lapangan ikut mengawal distribusi agar berjalan tertib dan lancar,” kata Fariz pada Senin (28/9/2026), menekankan komitmen mereka.
Ia juga menyoroti bahwa ketersediaan air bersih adalah prioritas utama di tengah kemarau yang terus melanda berbagai wilayah di Kabupaten Malang. “Kalau ada wilayah yang mengalami kesulitan air bersih, kami akan koordinasikan dengan BPBD dan pemerintah daerah untuk melihat kebutuhan di lapangan dan langkah penanganannya,” ujarnya, menunjukkan kesiapan untuk bertindak lebih lanjut dan pentingnya responsibilitas pemerintah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat.
Menyikapi kondisi ini, Kasihumas Polres Malang AKP M Budiono turut mengimbau agar warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih tidak ragu untuk segera menyampaikan kondisi tersebut kepada pemerintah desa atau Polsek setempat. “Informasi dari masyarakat penting agar kebutuhan air di wilayah yang terdampak bisa segera diketahui dan dikoordinasikan,” pungkasnya, menggarisbawahi pentingnya partisipasi aktif warga dalam upaya penanganan kekeringan dan pendidikan mengenai jalur pelaporan yang efektif.
Kisah di Dusun Banduarjo ini bukan hanya tentang 5.000 liter air bersih yang disalurkan. Ini adalah cerminan dari ketahanan sebuah komunitas di hadapan tantangan alam, sebuah bukti nyata bahwa solidaritas dan koordinasi antarpihak mampu menjelma menjadi oase di tengah kemarau yang paling gersang sekalipun. Bantuan ini tidak hanya membasahi kerongkongan yang kering, tetapi juga memupuk harapan, serta mengajarkan nilai pentingnya gotong royong dan kesiapsiagaan dalam menghadapi tantangan bersama.












