Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Transformasi Teori ke Praktik: Mahasiswa Unesa Tuntaskan Magang MBKM Futsal di HWMFA Surabaya

badge-check

Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

KlikMojok – Tiga mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) baru-baru ini berhasil menyelesaikan program Magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) mereka di Hizbul Wathan Muhammadiyah Futsal Academy (HWMFA) Surabaya. Selama periode magang ini, mereka tidak hanya aktif membina para atlet muda, tetapi juga sukses menyusun sebuah buku panduan latihan futsal yang berharga.

Pada hari Ahad, 27 September 2026, suasana di Lapangan Futsal Chung Chung School Surabaya tampak begitu hidup dan penuh semangat. Keriuhan khas lapangan futsal, seperti decitan sepatu yang bergesekan dengan permukaan lantai serta suara nyaring tiupan peluit dari para pelatih, memenuhi setiap sudut ruangan.

Di tengah hiruk pikuk semangat anak-anak yang tengah berlatih fisik dan mengolah bola futsal, terlihat tiga sosok mahasiswa yang dengan tekun mengamati serta memberikan arahan pada setiap gerakan pemain. Ketiga mahasiswa tersebut adalah Moh. Aidh Alghifari, Muhammad Tri Hendra Maulana, dan Muhammad Bagus Kurniawan, yang semuanya berasal dari Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO), Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK), Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Selama dua bulan penuh, terhitung sejak tanggal 27 Juli hingga 27 September 2026, ketiga mahasiswa ini telah mendedikasikan waktu mereka untuk menyelesaikan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dalam bentuk magang. Hizbul Wathan Muhammadiyah Futsal Academy (HWMFA) Surabaya menjadi tempat di mana mereka mengasah kemampuan dan menerapkan ilmu. Di sana, mereka berkesempatan untuk menguji secara langsung seluruh teori kepelatihan yang selama ini hanya dipelajari di bangku kuliah kampus.

Pada setiap sesi latihan yang dijadwalkan, peran ketiga mahasiswa ini sangatlah aktif dan krusial. Mereka bertanggung jawab mulai dari mempersiapkan segala peralatan latihan, mendampingi para atlet muda, mengajarkan berbagai materi teknik dasar futsal, hingga melakukan evaluasi terhadap jalannya setiap permainan. Keberadaan mereka di lingkungan klub futsal ini secara nyata menjembatani antara teori yang didapatkan di dunia akademis dengan praktik pembinaan atlet yang sesungguhnya di lapangan.

Program magang ini telah membuka kesempatan yang sangat luas bagi para mahasiswa untuk menyelami dan memahami berbagai aspek dalam pembinaan futsal khusus usia dini. Melalui pengalaman ini, mereka tidak hanya belajar bagaimana cara menyusun program latihan yang efektif dan tepat sasaran, tetapi juga secara signifikan mengasah kemampuan komunikasi serta mengembangkan pemahaman mendalam mengenai psikologi atlet-atlet muda.

Dalam proses membimbing para atlet, ketiga mahasiswa ini memfokuskan perhatian pada penguasaan teknik dasar futsal yang krusial. Mereka secara cermat menyesuaikan tingkat kesulitan materi latihan agar sesuai dengan karakteristik unik serta kelompok usia anak-anak yang ada di HWMFA Surabaya. Menurut pandangan mereka, pengajaran teknik dasar tidak seharusnya hanya melibatkan pengulangan gerakan yang monoton dan membosankan.

Oleh karena itu, mereka mengintegrasikan pemahaman teknik individual dengan pendekatan berbasis “game situation” atau simulasi situasi permainan nyata. Dengan memanfaatkan simulasi pertandingan, para atlet muda tersebut dibimbing untuk dapat memahami secara lebih baik kapan dan bagaimana seharusnya menerapkan teknik-teknik tertentu saat mereka menghadapi tekanan dari lawan di lapangan.

Selain dedikasi mereka yang terlihat dari keringat di lapangan, ketiga mahasiswa PKO Unesa ini juga menciptakan sebuah warisan berharga berupa karya tulis. Mereka berhasil menyusun dan merampungkan sebuah buku panduan yang berisi latihan teknik dasar futsal. Buku panduan ini secara resmi menjadi salah satu hasil dari program magang mereka dan telah diserahkan kepada manajemen HWMFA Surabaya, dengan tujuan untuk mendukung keberlanjutan proses pembinaan atlet di masa mendatang.

Nizam Umarushalih, selaku Pelatih HWMFA Surabaya, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi serta kerja keras yang ditunjukkan oleh para mahasiswa selama mendampingi anak-anak didiknya. Menurutnya, kehadiran para mahasiswa ini tidak hanya membawa suasana baru, tetapi juga secara signifikan membantu meningkatkan efektivitas dalam proses latihan.

“Selama kegiatan magang, mahasiswa dapat terlibat langsung dalam proses latihan dan melihat bagaimana program latihan diterapkan kepada atlet. Pengalaman seperti ini penting karena kondisi di lapangan terkadang berbeda dengan teori yang dipelajari. Mahasiswa juga belajar bagaimana berkomunikasi dan menyesuaikan latihan dengan karakteristik atlet,” ujar Coach Nizam, menjelaskan manfaat praktis dari program ini.

Bagi ketiga mahasiswa itu sendiri, dinamika dan tantangan yang mereka hadapi selama dua bulan di HWMFA Surabaya merupakan sebuah tempaan yang sangat berharga. Pengalaman ini membantu mereka mengasah mental serta profesionalisme yang esensial sebagai calon pelatih olahraga di masa depan, termasuk melatih kedisiplinan, rasa tanggung jawab, kemampuan kerja sama tim, hingga kedewasaan dalam mengelola sebuah klub.

Moh. Aidh Alghifari, salah satu dari tiga mahasiswa tersebut, mengungkapkan betapa signifikan manfaat yang ia dan kedua rekannya peroleh selama menjalani keseluruhan proses program MBKM Magang ini.

“Selama magang, kami mendapatkan banyak pengalaman baru, terutama dalam menerapkan ilmu yang kami dapatkan di perkuliahan. Kami juga belajar bagaimana menghadapi atlet dengan karakter dan kemampuan yang berbeda serta bagaimana membuat latihan menjadi lebih sesuai dengan kondisi di lapangan,” tutur Moh. Aidh Alghifari, menggambarkan pembelajaran yang mereka dapatkan.

Program MBKM Magang yang secara resmi telah berakhir pada tanggal 27 September 2026 ini diharapkan dapat menumbuhkan harapan baru bagi pengembangan olahraga. Pengalaman praktis yang telah diperoleh oleh Moh. Aidh Alghifari, Muhammad Tri Hendra Maulana, dan Muhammad Bagus Kurniawan akan menjadi bekal yang kokoh bagi mereka untuk meniti karier sebagai pelatih olahraga yang adaptif dan sangat kompeten di masa depan. Kolaborasi antara Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan HWMFA Surabaya ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi yang kuat antara dunia pendidikan dan sektor akademis memiliki potensi besar untuk memperkuat fondasi pembinaan olahraga nasional sejak usia dini.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Di Balik Kabut Asap yang Tak Kunjung Usai: Jeritan Napas 75 Ribu Balita Korban Karhutla

1 Nov 2026 - 21:03 WIB

Di Balik Kabut Asap yang Tak Kunjung Usai: Jeritan Napas 75 Ribu Balita Korban Karhutla

Jejak Rantai di Jalan Aspal: Polemik Excavator Melintas di Pusat Kota Bojonegoro

1 Nov 2026 - 21:02 WIB

Jejak Rantai di Jalan Aspal: Polemik Excavator Melintas di Pusat Kota Bojonegoro

Jejak Nasionalisme di Era Digital: Ketika Media Siber Menghidupkan Kembali Ingatan Kolektif Pemuda

1 Nov 2026 - 18:46 WIB

Jejak Nasionalisme di Era Digital: Ketika Media Siber Menghidupkan Kembali Ingatan Kolektif Pemuda

Misteri di Balik Keheningan: Penemuan Mayat Perempuan di Bekas Wisata Suwono Ngawi

1 Nov 2026 - 18:45 WIB

Misteri di Balik Keheningan: Penemuan Mayat Perempuan di Bekas Wisata Suwono Ngawi

Menguak Kriteria Orang Terbaik dan Amalan Paling Dicintai Allah dalam Pengajian PDM Trenggalek

1 Nov 2026 - 18:44 WIB

Menguak Kriteria Orang Terbaik dan Amalan Paling Dicintai Allah dalam Pengajian PDM Trenggalek
Trending di Pendidikan