Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Gema Shalawat di Tamanan Bondowoso: Merajut Ingatan dan Cinta Bersama Habib Syech

badge-check

Gema Shalawat di Tamanan Bondowoso: Merajut Ingatan dan Cinta Bersama Habib Syech Perbesar

KlikMojok – Malam itu, di antara hamparan sawah dan hiruk pikuk keseharian, kawasan PR 88 Tamanan, Bondowoso, berubah menjadi lautan cahaya dan suara. Ribuan pasang mata, hati, dan lisan menyatu dalam satu melodi, menggetarkan udara dengan lantunan shalawat yang tak putus-putusnya. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Masyayikh 1448 Hijriah pada Sabtu malam (26/9/2026) itu bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah manifestasi kerinduan yang mendalam, sebuah janji setia yang terbarui setiap tahun bagi ribuan jamaah yang hadir.

Kehadiran sosok karismatik Habib Syech bin Abdul Qodir bin Abdurrahman Assegaf menjadi magnet spiritual yang tak terbantahkan. Begitu lantunan shalawat mulai menggema dari bibirnya, suasana semakin semarak. Ribuan jamaah dari berbagai daerah, tak hanya dari Bondowoso, larut dalam irama pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Pertemuan akbar ini tak hanya menjadi ajang melantunkan shalawat, melainkan juga sebuah ruang silaturahmi yang luas, momentum sakral untuk kembali menumbuhkan dan memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Majelis mulia ini turut dihadiri oleh para tokoh dan ulama terkemuka, seperti KH. A. Fuad Nur Hasan, Habib Muhammad Alhabsyi, serta sejumlah ulama lain, tokoh masyarakat, jajaran pemerintah daerah, pengurus organisasi keagamaan, dan tentu saja, para pecinta serta perindu Nabi Muhammad SAW.

Di hadapan lautan jamaah, Habib Syech menyampaikan pesan mendalam. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk memaknai pertemuan spiritual ini sebagai sebuah kesempatan emas mencari keridhaan Allah SWT, menuntut ilmu yang bermanfaat, dan bersilaturahmi dengan orang-orang saleh. “Malam ini kita berkumpul mencari keridhaan Allah SWT untuk menuntut ilmu dan bertatap muka dengan orang-orang saleh. Semoga dikabulkan dengan berkah sholawat yang kita lantunkan bersama,” tutur Habib Syech, suaranya mengalirkan kesejukan dan harapan.

Beliau juga tak lupa mendoakan keluarga besar PR 88 Tamanan yang menjadi tuan rumah acara ini, berharap agar segala hajat yang dipanjatkan oleh para jamaah mendapat kemudahan dan dikabulkan oleh Allah SWT. “Saya hadir ke Kabupaten Bondowoso memang khusus bersholawatan di PR 88 ini, bukan yang lain,” tegas Habib Syech, menunjukkan kekhususan perhatiannya pada acara tersebut.

Menurut Habib Syech, kegiatan shalawatan dan Haul Masyayikh yang rutin digelar oleh PR 88 Tamanan memiliki makna yang sangat penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi keagamaan. Tradisi ini menjadi ruang vital bagi masyarakat untuk berkumpul, bershalawat, dan memperkuat tali silaturahmi yang selama ini mungkin terenggang oleh kesibukan dunia. “Semoga hadirin di sini mendapatkan barokahnya yang memang setiap tahun menggelar acara sholawatan dan haul masyayikh,” pungkasnya, mengakhiri tausiah dengan doa.

Sementara itu, Bupati Bondowoso, yang diwakili oleh Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi seharusnya menjadi momentum reflektif untuk menghadirkan kembali keteladanan Rasulullah SAW dalam setiap sendi kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW tidak cukup hanya diwujudkan melalui peringatan Maulid semata. Lebih dari itu, nilai-nilai luhur yang diwariskan Rasulullah, seperti kejujuran, kesabaran, dan kepedulian kepada sesama, perlu diinternalisasi dan diterapkan secara nyata dalam kehidupan bermasyarakat.

Pesan-pesan edukatif ini menjadi bagian tak terpisahkan dari suasana kegiatan yang tidak hanya diisi dengan lantunan shalawat yang syahdu, tetapi juga penghormatan mendalam terhadap para ulama dan sesepuh melalui tradisi Haul Masyayikh.

Muhammad Rafi Rahmatullah, Direktur Operasional PR 88, menjelaskan bahwa kegiatan ini membawa pesan yang sederhana namun fundamental: mengajak masyarakat untuk tak henti-hentinya bershalawat dan senantiasa mengingat Nabi Muhammad SAW. “Intinya kita ingin menyuarakan untuk kita semua bershalawat bersama dan selalu ingat kepada junjungan besar Nabi Muhammad SAW,” ujarnya, menegaskan esensi acara tersebut.

Rafi berharap kebiasaan membaca shalawat tidak hanya dilakukan ketika acara Maulid atau kegiatan keagamaan berlangsung. Ia ingin agar shalawat menjadi bagian integral dari keseharian masyarakat, mengalir dalam setiap napas dan langkah. “Untuk masyarakat, biar selalu membaca shalawat, apa pun itu, di mana pun itu, selalu membaca shalawat,” harapnya, menunjukkan visi jangka panjang untuk kebiasaan baik ini.

Selain memperingati Maulid Nabi, Haul Masyayikh juga menjadi momentum sakral untuk mendoakan para leluhur dan sesepuh yang telah mendahului. Tradisi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya kolektif untuk menjaga ingatan terhadap jasa dan keteladanan para pendahulu yang telah menanamkan benih kebaikan. Rafi menambahkan bahwa kegiatan shalawatan dan Haul Masyayikh di PR 88 ini telah berlangsung selama kurang lebih enam tahun, sebuah bukti komitmen yang kuat. Pihaknya berupaya keras untuk mempertahankan tradisi mulia ini agar dapat kembali digelar pada tahun-tahun berikutnya. “Insya Allah setiap tahun. Kita sudah melaksanakan ini kurang lebih enam tahun. Insya Allah tahun depan juga akan dilaksanakan kembali,” tuturnya, penuh optimisme.

Malam itu, lantunan shalawat dari PR 88 Tamanan bukan hanya mengiringi peringatan Maulid Nabi. Ribuan jamaah datang membawa doa, mengikuti shalawat, dan bersilaturahmi dalam satu majelis yang penuh berkah. Kehadiran Habib Syech memang menjadi salah satu daya tarik utama, namun keberlanjutan tradisi selama bertahun-tahun menunjukkan bahwa kegiatan ini telah menjadi ruang bersama yang vital bagi masyarakat Bondowoso untuk merawat shalawat, mempererat silaturahmi, dan meneladani serta menghormati para ulama dan leluhur mereka.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Jejak Kebaikan di Frontage Road: Polsek Waru Sidoarjo Merajut Kemanusiaan di Jumat Berkah

9 Okt 2026 - 15:19 WIB

Jejak Kebaikan di Frontage Road: Polsek Waru Sidoarjo Merajut Kemanusiaan di Jumat Berkah

Arus Sunyi Sungai Sekayu: Petaka Bocah 5 Tahun di Ponorogo dan Suara Pentingnya Pengawasan Orang Tua

9 Okt 2026 - 15:19 WIB

Arus Sunyi Sungai Sekayu: Petaka Bocah 5 Tahun di Ponorogo dan Suara Pentingnya Pengawasan Orang Tua

Mahfud MD Ungkap Tantangan Legitimasi Gibran: Kunci Pemakzulan Ada di Tangan Prabowo

9 Okt 2026 - 15:18 WIB

Mahfud MD Ungkap Tantangan Legitimasi Gibran: Kunci Pemakzulan Ada di Tangan Prabowo

Regu Spemudas Borong Juara LT III Lamongan, Terpaan UTS dan Cuaca Panas Tak Jadi Halangan

9 Okt 2026 - 15:17 WIB

Regu Spemudas Borong Juara LT III Lamongan, Terpaan UTS dan Cuaca Panas Tak Jadi Halangan

Ketika Dentuman Sound Horeg Merenggut Harmoni: Gengsi Semu dan Erosi Empati di Balik Pesta Rakyat

9 Okt 2026 - 12:38 WIB

Ketika Dentuman Sound Horeg Merenggut Harmoni: Gengsi Semu dan Erosi Empati di Balik Pesta Rakyat
Trending di Pendidikan