KlikMojok – Di antara hijaunya pepohonan dan birunya langit yang membingkai kemegahan lereng Ijen, sebuah kabar duka menyelimuti Bondowoso. Pada Sabtu, 26 September 2026, amuk api tiba-tiba melahap belasan hektare lahan milik Perhutani dan PTPN di Desa Kalianyar, Kecamatan Sempol/Ijen, Kabupaten Bondowoso, meninggalkan jejak abu dan kepedihan yang mendalam di salah satu permata alam Jawa Timur. Peristiwa kebakaran lahan Ijen ini menjadi pengingat betapa rentannya ekosistem di tengah cuaca yang tak menentu.
Kobaran api yang mulai terlihat sekitar pukul 10.30 WIB itu dengan cepat menyebar, membakar sekitar 11 hektare area yang vital bagi kelestarian lingkungan dan perekonomian lokal. Dari total luas tersebut, tiga hektare adalah wilayah kelola Perhutani, sementara delapan hektare lainnya merupakan lahan milik PTPN 1 Regional 5. Laporan mengenai insiden ini diterima oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso pada pukul 11.19 WIB, memicu respons cepat dari berbagai pihak.
Kristianto Putro Prasojo, Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, menjelaskan kronologi respons tim. “Setelah mendapat laporan, tim BPBD Bondowoso yang terdiri dari TRC dan Pusdalops menuju lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan,” kata Kristianto, menggambarkan kesigapan aparat dalam menghadapi situasi darurat. Penanganan kebakaran ini bukan tugas ringan, mengingat topografi lereng Ijen yang menantang dan akses jalan yang sulit menuju titik-titik api.
Sebuah tim gabungan yang solid segera dibentuk, melibatkan personel dari BPBD Bondowoso, Damkar Bondowoso, Brimob, Pemerintah Kecamatan Ijen, Pemerintah Desa Kalianyar, Koramil Ijen, Polsek Ijen, Perhutani, PTPN 01 Regional 5, serta masyarakat sekitar yang bahu-membahu. Mereka berjuang memadamkan api secara langsung, menggunakan peralatan sederhana seperti sprayer dan gepyok, melawan kepulan asap dan jilatan api yang tak kenal lelah. Perjuangan tanpa henti ini menunjukkan semangat gotong royong dan kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan. Beruntung, dalam insiden ini tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Setelah berjam-jam berjibaku dengan si jago merah, titik-titik api akhirnya mulai meredup. “Pada pukul 16.16 WIB, api telah berangsur padam dan tim BPBD Bondowoso telah selesai melakukan asesmen dan penanganan,” ujar Kristianto, membawa sedikit kelegaan di tengah kekhawatiran yang melanda. BPBD Bondowoso kemudian memastikan bahwa kondisi wilayah Kecamatan Ijen dan sekitarnya berada dalam keadaan aman dan terkendali, ditambah dengan cuaca cerah yang mendukung proses pendinginan.
Peristiwa kebakaran lahan di Ijen ini, meskipun berhasil ditangani, menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya mitigasi bencana dan kesiapsiagaan. Wilayah seperti Ijen, dengan keindahan alamnya yang memukau sekaligus kerentanannya terhadap faktor alam dan manusia, menuntut perhatian dan edukasi berkelanjutan. Ini adalah pengingat bahwa menjaga kelestarian alam adalah tanggung jawab kolektif, sebuah investasi untuk masa depan yang lestari, agar keindahan lereng Ijen tetap dapat dinikmati generasi mendatang tanpa bayang-bayang amuk api.












