Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Surabaya Raya

El Niño dan IOD Kuat Jadi Biang Kerok, Musim Hujan di Sidoarjo Diprediksi Mundur dan Lebih Pendek

badge-check

El Niño dan IOD Kuat Jadi Biang Kerok, Musim Hujan di Sidoarjo Diprediksi Mundur dan Lebih Pendek Perbesar

KlikMojok – Warga Sidoarjo dan sekitarnya tampaknya masih harus menahan diri menanti turunnya hujan. Meski telah memasuki penghujung September, tanda-tanda berakhirnya musim kemarau belum terlihat jelas di wilayah ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahkan mengeluarkan prediksi bahwa awal musim hujan 2026/2027 di Sidoarjo diperkirakan datang lebih lambat dari jadwal normalnya.

Keterlambatan ini bukan tanpa sebab. Kondisi tersebut sangat dipengaruhi oleh fenomena El Niño yang saat ini menunjukkan intensitas sangat kuat. Fenomena ini terjadi bersamaan dengan Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Kombinasi dari kedua fenomena alam tersebut secara signifikan berpotensi mengurangi curah hujan dan sekaligus memperpanjang durasi periode kering di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk di Pulau Jawa.

Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo, Restina Wardhani Abisusmita, telah mengonfirmasi adanya potensi kemunduran awal musim hujan untuk tahun ini. “Benar musim hujan kali ini mundur tidak seperti biasanya. Berdasarkan prediksi BMKG pusat, fenomena ini dipengaruhi oleh El Niño yang kuat,” ujar Restina pada hari Jumat (25/9).

Untuk wilayah Sidoarjo khususnya, kondisi cuaca seperti ini menuntut perhatian serius. Hal ini dikarenakan hingga bulan September, sebagian besar wilayah Jawa Timur masih berada dalam dominasi musim kemarau. Sementara itu, informasi mengenai kepastian waktu masuknya musim hujan secara lebih spesifik di Jawa Timur masih dalam tahap penantian rilis resmi dari Stasiun Klimatologi Jawa Timur.

Dalam skala nasional, BMKG memperkirakan bahwa sebanyak 529 Zona Musim (ZOM), yang mencakup sekitar 61,08 persen dari total wilayah Indonesia, akan mengalami awal musim hujan 2026/2027 yang lebih lambat jika dibandingkan dengan rata-rata klimatologis. Di sisi lain, hanya terdapat 11 ZOM, atau sekitar 1,12 persen dari wilayah Indonesia, yang diprediksi akan memasuki musim hujan lebih cepat dari kondisi normal.

Mayoritas wilayah di Indonesia diperkirakan baru akan mulai memasuki periode musim hujan antara bulan November hingga Desember 2026. Secara rinci, 185 ZOM diproyeksikan akan mulai mengalami musim hujan pada bulan November, sementara 266 ZOM lainnya diperkirakan baru akan masuk musim hujan pada bulan Desember. Perbedaan waktu masuknya musim hujan ini disebabkan oleh karakteristik iklim yang unik di setiap wilayah.

Analisis yang dilakukan oleh BMKG pada Dasarian I September 2026 mengindikasikan bahwa fenomena El Niño saat ini berada pada intensitas yang sangat kuat. Indeks ENSO (El Niño-Southern Oscillation) untuk periode tiga bulanan Juli-Agustus-September tercatat sekitar +2,6. Bersamaan dengan itu, indeks IOD (Indian Ocean Dipole) juga berada pada fase positif. Kedua kondisi ini secara bersama-sama menjadi faktor utama yang berkontribusi terhadap penurunan curah hujan.

Dampak dari fenomena iklim ini tidak hanya terbatas pada kemunduran waktu datangnya hujan. BMKG juga memproyeksikan bahwa durasi musim hujan 2026/2027 di sebagian besar wilayah Indonesia akan lebih pendek jika dibandingkan dengan kondisi normal. Diketahui, sebanyak 482 ZOM, atau sekitar 51,90 persen dari luas daratan Indonesia, diprediksi akan mengalami musim hujan dengan durasi yang lebih singkat dari biasanya.

Implikasi dari kondisi ini adalah ketersediaan air yang memerlukan perhatian serius. Oleh karena itu, pemerintah daerah, sektor pertanian, dan seluruh lapisan masyarakat di Sidoarjo diimbau untuk mengambil langkah antisipasi terhadap kemungkinan periode kering yang akan berlangsung lebih panjang. BMKG juga melaporkan bahwa indikasi kekeringan masih terpantau di beberapa wilayah Indonesia, dengan beberapa titik pengamatan mencatat Hari Tanpa Hujan (HTH) yang telah melebihi 60 hari.

Sebelumnya, Stasiun Klimatologi Jawa Timur telah memprediksi bahwa musim kemarau 2026 di provinsi tersebut berpotensi menjadi lebih kering dari biasanya. Mayoritas wilayah Jawa Timur juga diproyeksikan akan mengalami sifat hujan musim kemarau yang berada di bawah kondisi normal.

Menanggapi situasi ini, BMKG mengimbau pemerintah daerah dan seluruh masyarakat untuk menjadikan informasi prakiraan musim sebagai dasar dalam merencanakan langkah-langkah antisipasi yang diperlukan. Sektor-sektor seperti ketersediaan air, pertanian, kesehatan, dan potensi kebakaran hutan serta lahan menjadi area yang sangat krusial untuk mendapatkan perhatian khusus selama periode kering ini masih berlangsung. Masyarakat Sidoarjo juga diingatkan agar tidak serta-merta menganggap satu kali hujan sebagai indikasi langsung dimulainya musim penghujan. Peralihan musim merupakan proses bertahap, dan waktu masuknya musim hujan dapat bervariasi antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. Untuk memperoleh informasi yang akurat dan terverifikasi, perkembangan cuaca dan informasi musim selanjutnya diimbau untuk terus dipantau melalui kanal-kanal resmi BMKG.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Progres Pembangunan RSUD Sedati Sidoarjo Mengejutkan: Lampaui Target di Tengah Laporan Keterlambatan

26 Sep 2026 - 18:48 WIB

Progres Pembangunan RSUD Sedati Sidoarjo Mengejutkan: Lampaui Target di Tengah Laporan Keterlambatan

Jalan Sempit Karangbong Sidoarjo Berstatus Kelas I Disorot, Jalur Alternatif Mulai Direncanakan

25 Sep 2026 - 06:15 WIB

Jalan Sempit Karangbong Sidoarjo Berstatus Kelas I Disorot, Jalur Alternatif Mulai Direncanakan

Gus Iqdam dan Bupati Subandi Hadirkan Semarak Sedekah Bumi Pabean Sidoarjo, Perkuat Syukur & Kerukunan

23 Sep 2026 - 18:47 WIB

Gus Iqdam dan Bupati Subandi Hadirkan Semarak Sedekah Bumi Pabean Sidoarjo, Perkuat Syukur & Kerukunan

BPJS Kesehatan Sidoarjo Gandeng Media Perangi Hoaks JKN dan Dorong Gaya Hidup Sehat

23 Sep 2026 - 09:45 WIB

BPJS Kesehatan Sidoarjo Gandeng Media Perangi Hoaks JKN dan Dorong Gaya Hidup Sehat

Wabup Mimik Pantau Langsung, Normalisasi Delapan Sungai di Candi dan Tanggulangin Sidoarjo Digenjot Jelang Musim Hujan

22 Sep 2026 - 12:40 WIB

Wabup Mimik Pantau Langsung, Normalisasi Delapan Sungai di Candi dan Tanggulangin Sidoarjo Digenjot Jelang Musim Hujan
Trending di Surabaya Raya