KlikMojok – Pada Jumat (25/9), Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana secara langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sedati di Sidoarjo. Sidak ini dilaksanakan menyusul adanya laporan dari masyarakat mengenai dugaan lambatnya pengerjaan rumah sakit yang menelan anggaran senilai Rp 42,6 miliar tersebut. Namun, hasil pengecekan di lapangan justru menunjukkan temuan yang mengejutkan, di mana progres pembangunan RSUD Sedati telah melampaui target yang ditetapkan.
Hingga tanggal 20 September 2026, catatan progres pembangunan RSUD Sedati telah mencapai sekitar 25 persen. Angka ini secara signifikan lebih tinggi dibandingkan target awal yang hanya sebesar 23 persen, menandakan adanya surplus dalam pengerjaan proyek. Dalam sidak tersebut, Mimik Idayana tidak sendiri; ia didampingi oleh jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo, Inspektorat, serta perwakilan dari pihak pelaksana dan pengawas proyek. Selain memantau perkembangan pekerjaan, Wabup Mimik juga fokus memeriksa aspek kualitas dan kekuatan struktur bangunan.
Basirul Fuad, selaku Project Manager dari PT Jaya Kirana Sakti (JKS), mengungkapkan bahwa capaian ini merupakan bukti bahwa pekerjaan berjalan sesuai rencana, bahkan melebihi ekspektasi yang telah ditetapkan. “Kalau progres sampai tanggal 20 kemarin sekitar 25 persen. Dari rencananya 23 persen, jadi kita punya surplus dua persen,” ujar Basirul, menegaskan kemajuan proyek.
Lebih lanjut, Basirul menyatakan optimisme pihak pelaksana bahwa percepatan pekerjaan dapat terus dipertahankan. Menurutnya, sejumlah pekerjaan utama yang tergolong berat dan membutuhkan proses kompleks telah berhasil diselesaikan. Dengan demikian, fokus pekerjaan selanjutnya akan diarahkan pada pemasangan berbagai unit serta pengerjaan lanjutan yang memiliki kontribusi besar terhadap kemajuan keseluruhan proyek. “Pekerjaan yang berat-berat sudah selesai. Tinggal pekerjaan unit-unit yang progresnya besar. Tinggal mendatangkan unit, dikerjakan, kemudian selesai,” jelasnya.
Menanggapi hasil pengecekan tersebut, Wakil Bupati Mimik Idayana menyampaikan bahwa pembangunan berjalan lancar. Ia secara khusus menekankan bahwa kualitas dan kekuatan bangunan menjadi perhatian utama yang harus dipenuhi dalam setiap tahapan pelaksanaan proyek. “Kualitas bangunan tadi saya cek secara langsung, sudah aman. Sudah saya tes juga,” kata Mimik, memastikan standar konstruksi.
Mimik kemudian memberikan instruksi agar progres pembangunan terus digenjot maksimal sesuai target yang ada, namun dengan tetap menjaga kualitas serta keamanan bangunan. Di area gedung sisi utara, Mimik bahkan tidak ragu untuk melakukan pengecekan langsung terhadap material besi baja dan beton yang digunakan dalam proses konstruksi. “Besi dan beton harus benar-benar sesuai spek ya,” tegasnya, menunjukkan perhatian detail terhadap bahan baku.
Selain itu, Mimik juga berdiskusi dengan Muchlis, penanggung jawab proyek dari Dinas Kesehatan, mengenai potensi perubahan spesifikasi pekerjaan. Dari hasil pembahasan, dipastikan tidak ada perubahan spesifikasi yang ditemukan. “Saya berharap ada progres terus digenjot maksimal, sehingga bisa selesai sesuai jadwal,” tutur Mimik, menggarisbawahi harapannya untuk penyelesaian tepat waktu.
Di luar bangunan utama, Mimik turut menyoroti fasilitas pendukung, khususnya musala yang akan tersedia di lingkungan RSUD Sedati. Ia berharap fasilitas ibadah tersebut dibangun dengan kualitas terbaik, sehingga dapat memberikan kenyamanan optimal bagi pasien, keluarga pasien, maupun para tenaga kesehatan yang bertugas.
Menanggapi arahan dari Wakil Bupati, Basirul Fuad menegaskan kesiapan pihak pelaksana untuk berkoordinasi dengan perencana apabila ada kebutuhan perubahan desain atau spesifikasi. “Kalau ada perubahan atau seperti apa, nanti kita ajukan ke pihak perencana,” ujarnya. Terkait potensi penambahan anggaran jika ada perubahan pekerjaan, Basirul menjelaskan bahwa hal tersebut akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan pimpinan, menyesuaikan kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
Selain fasilitas ibadah, penyediaan ruang khusus bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga menjadi perhatian dalam pengembangan RSUD Sedati. Namun, keterbatasan lahan di area rumah sakit menjadi kendala utama dalam menyiapkan lokasi yang memadai untuk UMKM. “Kita masih kesulitan untuk penempatan UMKM karena lahannya juga sempit,” kata Basirul, mengutarakan tantangan tersebut.
Oleh karena itu, pihak pelaksana berharap agar ditemukan solusi terkait kebutuhan pengembangan lahan di sekitar rumah sakit, termasuk kemungkinan penambahan lahan di bagian belakang. Dengan progres pembangunan yang saat ini berada di atas target, pihak pelaksana proyek optimistis bahwa RSUD Sedati dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo pun terus menekankan pentingnya percepatan pekerjaan yang harus senantiasa diiringi dengan pemenuhan standar kualitas dan keamanan bangunan.












