Menu

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Tangis Haru Guru Ferabiyanti: Siswa MI Muhammadiyah Tempeh Lor Lumajang Berhasil Hafal Juz 30 Al-Qur’an

badge-check

Tangis Haru Guru Ferabiyanti: Siswa MI Muhammadiyah Tempeh Lor Lumajang Berhasil Hafal Juz 30 Al-Qur’an Perbesar

KlikMojok – Pada Kamis, 24 September 2026, suasana haru menyelimuti acara tasmi’ Al-Qur’an di MI Muhammadiyah Tempeh Lor, Lumajang. Guru Ferabiyanti, S.Pd., yang bertugas sebagai pembawa acara, tak kuasa menahan tangis bangga saat menyaksikan murid-muridnya berhasil menuntaskan hafalan Al-Qur’an.

Tangis haru tersebut pecah di ruang kelas MI Muhammadiyah Tempeh Lor, Lumajang, pada hari Kamis, 24 September 2026.

Ferabiyanti, S.Pd., yang mengemban tugas sebagai pembawa acara dalam kegiatan tasmi’ Al-Qur’an tersebut, tiba-tiba tak mampu lagi menyembunyikan tetesan air matanya.

Air mata yang mengalir itu bukanlah karena kesedihan, melainkan sebuah ekspresi kebanggaan yang mendalam. Ia merasa bangga menyaksikan perjuangan keras anak-anak didiknya yang telah berhasil menyelesaikan hafalan juz 30 Al-Qur’an.

Di hadapan para guru dan teman-teman sekelasnya, dua siswa berprestasi dari MI Muhammadiyah Tempeh Lor, yaitu Azahra Aprilia Nurhikmah dan Raihana Yasmin Annida, dengan bangga mengikuti proses tasmi’ setelah berhasil menuntaskan hafalan juz 30 Al-Qur’an mereka.

Azahra dan Raihana merupakan bagian dari total 22 siswa yang aktif mengikuti program Tahfiz Al-Qur’an di MI Muhammadiyah Tempeh Lor.

Pencapaian luar biasa ini bukan hanya sekadar jumlah ayat yang berhasil dihafalkan. Lebih dari itu, ada perjalanan panjang dan penuh tantangan yang telah dilalui oleh anak-anak. Mereka harus menjaga hafalan, mengulang ayat demi ayat secara konsisten, serta melatih keberanian untuk memperdengarkan bacaan mereka di hadapan banyak orang.

Program tahfiz di madrasah ini didampingi secara intensif oleh Koordinator Tahfiz MI Muhammadiyah Tempeh Lor, Umi Fauzia Yuniarsih, bersama dengan pembimbing tahfiz, Muhammad Syafiq Ihza.

Keduanya berupaya mendampingi proses belajar para siswa dengan tujuan agar hafalan Al-Qur’an tidak hanya berhenti di lisan semata. Lebih jauh, mereka berharap hafalan tersebut dapat terinternalisasi menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari dan membentuk karakter mulia pada diri anak-anak.

Sebelum acara tasmi’ secara resmi dimulai, penguji tasmi’ Novita Nur Alfiah, S.M., memberikan arahan penting kepada para siswa dan orang tua yang hadir. Ia secara khusus meminta anak-anak agar tidak merasa takut atau gugup saat memperdengarkan hafalan mereka di hadapan penguji.

Novita menjelaskan bahwa keberanian adalah elemen kunci yang sangat penting dalam proses menghafal Al-Qur’an. Ia menekankan bahwa anak-anak perlu dibiasakan untuk tampil percaya diri. Pasalnya, hafalan yang baik tidak hanya bergantung pada kemampuan mengingat ayat-ayat, tetapi juga memerlukan ketenangan hati yang optimal saat menyetorkannya.

Selain itu, Novita juga tak henti-hentinya memberikan motivasi kepada para siswa. Ia mendorong mereka untuk menikmati setiap proses menghafal dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.

“Yang paling penting anak-anak tetap semangat, jangan takut salah, terus berusaha dan istikamah dalam menjaga hafalan Al-Qur’an,” pesan Novita dengan penuh semangat.

Setelah kegiatan tasmi’ selesai dilaksanakan, Novita tidak hanya berhenti di situ. Ia juga memberikan materi singkat kepada para siswa mengenai teknik-teknik efektif dalam menjaga hafalan Al-Qur’an. Salah satu cara yang sangat ditekankan adalah metode deres, yakni mengulang-ulang hafalan secara rutin dan konsisten agar ayat-ayat yang telah dihafalkan tetap melekat kuat dan terjaga dengan baik.

Novita berharap agar para siswa tidak merasa puas dan berhenti setelah berhasil menyelesaikan satu juz saja. Sebaliknya, ia mendorong mereka untuk terus melanjutkan perjalanan mulia menjadi penghafal Al-Qur’an sejati.

“Semoga kelak hafalannya menjadi jalan kemuliaan bagi dirinya dan kedua orang tuanya. Semoga dengan izin Allah, hafalan Al-Qur’an ini menjadi sebab mereka dapat mempersembahkan mahkota kemuliaan kepada kedua orang tuanya di akhirat dan menjadi jalan menuju surga-Nya,” ungkap Novita, penuh harap dan doa.

Keberhasilan yang dicapai oleh Azahra dan Raihana ternyata tidak hanya menjadi pencapaian pribadi bagi mereka berdua. Hafalan yang mereka tampilkan dengan penuh percaya diri justru menjadi energi baru dan inspirasi kuat bagi teman-teman sekelas mereka.

Acara tasmi’ yang pada awalnya berfungsi sebagai ruang untuk menguji hafalan, kini bertransformasi menjadi sumber inspirasi yang luar biasa. Teman-teman mereka dapat melihat secara langsung bahwa target untuk menghafal Al-Qur’an bukanlah sesuatu yang mustahil atau sulit dicapai. Keberhasilan Azahra dan Raihana menjadi contoh nyata di depan mata mereka.

Muhamad Ali SPdI, selaku Kepala MI Muhammadiyah Tempeh Lor, dalam sambutannya menyampaikan pesan penting. Ia menegaskan bahwa menghafalkan Al-Qur’an bukanlah akhir dari sebuah perjalanan pendidikan, melainkan sebuah awal untuk terus-menerus meningkatkan kualitas diri.

“Hafalan yang sudah dicapai jangan berhenti sampai di sini. Terus tingkatkan, karena insyaallah Allah akan memberikan kemudahan bagi anak-anak yang bersungguh-sungguh bersama Al-Qur’an,” ujarnya, memberikan motivasi.

Muhamad Ali kemudian mengibaratkan Al-Qur’an sebagai fondasi utama sebuah bangunan. Ia menjelaskan bahwa sebuah rumah yang kokoh tentu membutuhkan fondasi yang kuat dan tak tergoyahkan. Demikian pula, kehidupan seorang anak memerlukan dasar yang baik dan kuat agar mereka mampu menghadapi berbagai tantangan yang akan datang di masa depan.

“Al-Qur’an menjadi salah satu fondasi penting dalam kehidupan anak-anak kita. Dengan Al-Qur’an, insyaallah kehidupan menjadi lebih berkah, dan perjuangan anak-anak menghafal juga menjadi jalan kemuliaan bagi orang tua,” kata Muhamad Ali, penuh keyakinan.

Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan harapannya agar masyarakat semakin menaruh kepercayaan untuk menitipkan pendidikan putra-putri mereka di MI Muhammadiyah Tempeh Lor.

Menurut Muhamad Ali, program tahfiz yang terus-menerus dikembangkan oleh madrasah ini merupakan bagian dari ikhtiar dan komitmen mereka dalam mencetak generasi penerus yang dekat dengan Al-Qur’an.

“Ini capaian yang luar biasa. Program tahfiz ini masih terus berkembang, tetapi sudah ada dua anak yang berhasil menyelesaikan hafalan juz 30. Target kami, anak-anak yang lulus dari MI Muhammadiyah Tempeh Lor mampu menghafal minimal lima juz Al-Qur’an,” ungkapnya, menjelaskan visi madrasah.

Komitmen yang kuat ini, lanjut Muhamad Ali, merupakan bagian integral dari upaya para guru untuk menghadirkan pendidikan yang komprehensif. Pendidikan yang tidak hanya berfokus pada penguatan ilmu pengetahuan semata, tetapi juga bertujuan untuk membangun karakter mulia dan menanamkan nilai-nilai keislaman yang kuat pada diri siswa.

“Kami ingin mencetak generasi penghafal Al-Qur’an. Harapannya MI Muhammadiyah Tempeh Lor semakin dikenal masyarakat luas sebagai madrasah yang memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak,” tuturnya, mengakhiri sambutan.

Pada hari yang penuh berkah itu, nama Azahra Aprilia Nurhikmah dan Raihana Yasmin Annida menjadi saksi nyata. Kisah mereka membuktikan bahwa sebuah proses yang dijalani dengan kesungguhan hati dan ketekunan akan selalu membuahkan capaian yang gemilang.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Ketika Bara Mengancam: Seharian Penuh Petugas Damkar Bondowoso Melawan Tiga Titik Api dan Peringatan Bahaya Kebakaran Lahan

24 Sep 2026 - 21:07 WIB

Ketika Bara Mengancam: Seharian Penuh Petugas Damkar Bondowoso Melawan Tiga Titik Api dan Peringatan Bahaya Kebakaran Lahan

Ketika Karangan Bunga Bicara: Jeritan Pedagang Buah Tanjungsari dan Kebijakan yang Mematikan

24 Sep 2026 - 21:06 WIB

Ketika Karangan Bunga Bicara: Jeritan Pedagang Buah Tanjungsari dan Kebijakan yang Mematikan

Pendekatan Komprehensif SMK PGRI Donorojo: Budaya Religius Antar Pacitan ke SRC Jatim 2026

24 Sep 2026 - 21:04 WIB

Pendekatan Komprehensif SMK PGRI Donorojo: Budaya Religius Antar Pacitan ke SRC Jatim 2026

Ketika Laut Memuntahkan Beban: Kisah Nelayan Sumenep Terjebak Ratusan Kayu Gelondongan

24 Sep 2026 - 18:48 WIB

Ketika Laut Memuntahkan Beban: Kisah Nelayan Sumenep Terjebak Ratusan Kayu Gelondongan

Menyingkap Tirai Asap Cukai: Mahasiswa Desak Transparansi DBH-CHT 2026 di Lamongan

24 Sep 2026 - 18:47 WIB

Menyingkap Tirai Asap Cukai: Mahasiswa Desak Transparansi DBH-CHT 2026 di Lamongan
Trending di Pendidikan