KlikMojok – Kebun Babrik Raya Wisata Petik Buah, yang berlokasi di Desa Tulung, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, kini telah menjelma menjadi tujuan agrowisata yang menarik. Digagas oleh anggota Jamaah Tani Muhammadiyah (Jatam) Cabang Pucuk Lamongan, kebun ini menawarkan pengalaman edukatif serta rekreasi dengan beragam tanaman hortikultura, didominasi oleh alpukat, dan menjadi penopang pilar ekonomi Muhammadiyah.
Kebun yang berdiri di atas lahan seluas 3,5 hektare ini merupakan inisiasi dari empat tokoh, yaitu Abu Bakar, Syafiudin SPd, H Dahlan, dan Drs H Ghufron, yang juga menjabat sebagai wakil ketua PDM Lamongan bidang Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM). Saat ini, Kebun Babrik Raya telah ditanami 890 pohon alpukat, 270 pohon mangga, 90 pohon jambu kristal, 60 pohon nangka, serta beberapa pohon kelapa.
Dalam waktu dekat, tepatnya pada Desember 2026, Kebun Babrik Raya akan merayakan ulang tahunnya yang ketiga. Perkembangan tanamannya menunjukkan hasil yang positif, di mana sekitar 85 persen pohon alpukat sudah mulai berbunga dan belajar berbuah. Sementara itu, pohon mangga dan nangka telah matang dan hasilnya sudah dapat dinikmati oleh pengunjung.
Pada Ahad (20/9/2026), Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan bersama Jatam Daerah Lamongan bahkan telah mengadakan rapat koordinasi di kebun ini, menunjukkan peran strategisnya sebagai pusat kegiatan.
Drs H Ghufron menjelaskan bahwa kebun ini merupakan bagian dari penguatan pilar ekonomi Muhammadiyah. “Muhammadiyah dalam pergerakannya tidak pernah berhenti, setelah pilar pendidikan dan kesehatan, sekarang sedang dikuatkan pilar ekonomi di antaranya melalui MPM bersama Jatam ini,” tegasnya. Kebun ini juga difungsikan sebagai lokasi terbuka untuk berbagai rapat atau kegiatan yang diselenggarakan oleh MPM ataupun Jatam, menunjukkan perannya sebagai pusat kolaborasi dan pembelajaran.
Momen pertemuan para pegiat pertanian di kebun ini juga dimanfaatkan untuk sesi pembelajaran mendalam mengenai tanaman buah atau hortikultura. Edi Suyitno, Ketua Jatam Kabupaten Lamongan yang juga seorang praktisi hortikultura, memimpin studi lapangan. Bersama seluruh peserta rapat, mereka mengamati berbagai pohon dan melakukan diskusi interaktif.
Dari hasil pengamatan tersebut, kondisi umum tanaman dinilai cukup baik. Namun, Edi Suyitno memberikan rekomendasi untuk penguatan pemupukan dan pencegahan jamur. “Secara umum tanaman sudah bagus, hanya perlu diperkuat pemupukan yang lebih bagus secara organik dan pencegahan terhadap jamur karena beberapa tanaman terindikasi jamur dengan daun yang berwarna kecoklatan,” jelas Edi, menyoroti pentingnya perawatan berkelanjutan untuk menjaga kualitas dan kesehatan tanaman di Kebun Babrik Raya.












