KlikMojok – Pada hari Rabu, 23 September 2026, siswa kelas VII B SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo (Miosi) berkesempatan mengikuti praktikum IPA yang berfokus pada konsep perubahan fisika dan kimia. Kegiatan ini dilaksanakan di Laboratorium IPA Miosi, memberikan pengalaman belajar langsung bagi para peserta didik.
Praktikum tentang perubahan fisika dan kimia ini merupakan bagian integral dari kurikulum pembelajaran IPA, khususnya dalam konteks kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, siswa diberikan kesempatan berharga untuk memahami konsep-konsep tersebut secara lebih mendalam melalui pengalaman langsung yang konkret.
Tujuan utama dari praktikum ini adalah untuk membantu peserta didik dalam membandingkan perbedaan antara perubahan fisika dan kimia secara realistis. Selain itu, siswa juga diajak untuk mengeksplorasi berbagai perubahan wujud zat yang melibatkan reaksi kimia, seperti yang terjadi di lingkungan sekitar mereka.
Dengan pendekatan ini, pembelajaran tidak lagi terbatas pada pemahaman konsep teoritis di dalam kelas semata. Para siswa dapat secara langsung mengamati dan menyaksikan proses perubahan tersebut, menjadikan pengalaman belajar lebih bermakna.
Selama pelaksanaan praktikum, siswa kelas VII B Miosi menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti setiap tahapan. Mereka aktif melakukan pengamatan cermat, mencatat setiap hasil yang ditemukan, dan kemudian berdiskusi untuk menganalisis serta menentukan jenis peristiwa perubahan yang telah diamati.
Antusiasme para siswa Miosi ini sangat terlihat dari kesan positif yang mereka sampaikan setelah menyelesaikan serangkaian praktik. Salah satu siswa, Daffa Fathan Zulkarnain, mengungkapkan bahwa praktikum tersebut terasa sangat menyenangkan dan memberikan pengalaman nyata yang berharga.
“Pengalaman yang berkesan selama pembelajaran IPA, saya tidak mengalami kendala dalam mengikuti setiap tahapan praktikum,” ujar Daffa, menceritakan pengalamannya.
Sejalan dengan pandangan tersebut, Ahmad Faezya Saputra juga menyampaikan bahwa melalui praktikum ini, dirinya “dapat membuktikan teori pelajaran di kelas.”
Salah satu percobaan sederhana yang dilakukan dalam praktikum ini melibatkan penggunaan botol plastik bekas berukuran 600 mL, balon, cuka, dan soda kue. Dalam eksperimen ini, siswa berkesempatan mengamati secara langsung terbentuknya gas, yang merupakan salah satu indikator utama terjadinya reaksi kimia.
Gas yang dihasilkan dari reaksi tersebut menyebabkan balon yang terpasang pada mulut botol menggelembung dan terisi. Sebelum memulai, siswa terlebih dahulu telah menyiapkan seluruh alat dan bahan yang diperlukan untuk percobaan.
Prosedur percobaan dimulai dengan memasukkan soda kue ke dalam balon, kemudian cuka dimasukkan ke dalam botol. Setelah itu, dengan penuh kehati-hatian, siswa memasang balon yang telah berisi soda kue tersebut pada mulut botol.
Selanjutnya, balon ditegakkan agar seluruh soda kue yang ada di dalamnya dapat masuk ke dalam botol dan bercampur secara sempurna dengan cuka. Setelah pencampuran, siswa mengamati dengan saksama setiap perubahan yang terjadi dan mencatat hasil pengamatan mereka ke dalam tabel yang telah disediakan.
Percobaan ini memberikan bukti visual yang jelas kepada siswa bahwa pencampuran dua bahan yang berbeda dapat menghasilkan perubahan signifikan. Balon yang semula dalam keadaan kempes, kemudian secara nyata menggelembung setelah soda kue bereaksi dan bercampur dengan cuka.












