KlikMojok – Pada Ahad, 20 September 2026, sebuah inisiatif dakwah komunitas yang inovatif diluncurkan oleh Muhammadiyah Sukoharjo melalui “Gerakan Subuh Jamaah”. Kegiatan ini dimulai menjelang fajar di Masjid An Nur, Jetis, dan mempertemukan tiga elemen penting dalam dakwah komunitas: Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM), Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo, serta Bikersmu Chapter Sukoharjo, semuanya bersatu dengan semangat kebersamaan.
Program perdana yang diberi nama “Gerakan Subuh Jamaah Round Go To Masjid” ini berlangsung dari pukul 04.00 hingga 06.00 WIB. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk mengumpulkan jemaah menunaikan salat Subuh berjamaah, melainkan lebih jauh lagi, untuk menciptakan sebuah platform dakwah yang akrab, personal, dan berkelanjutan, yang akan berpindah dari satu masjid ke masjid lain. Oleh karena itu, Masjid An Nur yang beralamat di Jalan Mawar Raya, Ngabeyan, Jetis, dipilih sebagai titik awal perjalanan dakwah yang dinamis ini.
Pagi hari tersebut, suasana di Masjid An Nur menjadi semakin hidup dengan kehadiran berbagai tokoh dan jemaah. H. Djumari, S.Ag., menyampaikan kuliah Subuh yang mencerahkan. Turut hadir pula Nurmento, Ketua LPCRPM PDM Sukoharjo, serta Rudy Setyohadi, Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Jetis. Sambutan hangat juga diberikan oleh Muslim, selaku Takmir Masjid An Nur, kepada seluruh peserta yang datang dari berbagai latar belakang komunitas.
Selain itu, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Bikersmu Chapter Sukoharjo, dan para jemaah dari lingkungan sekitar turut serta memeriahkan pertemuan tersebut. Kehadiran beragam komunitas ini menjadikan perjumpaan lintas elemen sebagai inti kekuatan dari kegiatan perdana yang sangat berarti ini.
Dalam kesempatan kuliah Subuh, H. Djumari secara khusus mengajak para jemaah untuk meneladani metode dakwah yang telah dicontohkan oleh KH Ahmad Dahlan. Beliau menekankan pentingnya dakwah yang tidak hanya berhenti pada penyampaian pesan, melainkan harus berkembang menjadi tindakan nyata yang mampu memberikan manfaat konkret bagi masyarakat.
“Berdakwahlah seperti KH Ahmad Dahlan. Beliau mengutip dan mengisahkan Surat Al-Ma’un yang melahirkan amal usaha nyata di Muhammadiyah berupa Sekolah, Panti Yatim dan Rumah Sakit,” tegas H. Djumari, menggarisbawahi pentingnya implementasi ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, ajaran agama tidak hanya berhenti sebagai pesan verbal yang hanya didengar, melainkan nilai-nilai luhur agama dapat termanifestasi secara nyata melalui tindakan kepedulian yang memberikan dampak positif dan menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Pesan inspiratif tersebut selaras dengan semangat program yang tengah mereka kembangkan. Nurmento secara tegas menyatakan bahwa kolaborasi antarunsur ini bukan sekadar kegiatan sekali jalan, melainkan akan terus berlanjut. Ia menambahkan bahwa agenda serupa direncanakan untuk dilaksanakan secara rutin, setidaknya sekali dalam sebulan.
Rombongan dakwah ini selanjutnya akan secara bergantian mengunjungi berbagai cabang Muhammadiyah untuk menyemarakkan gerakan salat Subuh berjamaah. Melalui pola berkeliling ini, masjid-masjid diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang utama untuk pertemuan komunitas serta titik strategis bagi pertumbuhan dan perkembangan dakwah.
Pasca tausiyah yang disampaikan, suasana di masjid justru terasa semakin akrab dan hangat. Seluruh peserta kemudian berkumpul untuk menikmati sarapan bersama di serambi Masjid An Nur. Dalam suasana yang sederhana, mereka saling berbagi cerita, berkenalan satu sama lain, dan mempererat tali silaturahmi. Oleh karena itu, momen sarapan ini tidak hanya berfungsi sebagai penutup rangkaian acara.
Momen kebersamaan tersebut berhasil mempertemukan berbagai pihak, mulai dari anggota IMM, Bikersmu, PRM Jetis, para pengurus, hingga jemaah dari lingkungan sekitar. Di tengah obrolan ringan yang terjalin, hubungan antarkomunitas menemukan celah untuk tumbuh semakin erat dan solid.
Bagi para inisiator dan peserta, keakraban merupakan elemen krusial dalam metode berdakwah. Mereka meyakini bahwa dakwah tidak hanya terbatas pada penyampaian pesan dari mimbar, tetapi juga efektif melalui interaksi dan perjumpaan langsung antarindividu. Dari setiap perjumpaan tersebut, semangat ukhuwah atau persaudaraan Islam dapat tumbuh bersama dengan motivasi untuk senantiasa memberikan manfaat bagi sesama.
Oleh karena itu, sinergi antara tiga unsur komunitas ini memberikan corak yang unik dan segar bagi gerakan dakwah Muhammadiyah di Sukoharjo. Kegiatan perdana ini berhasil menjadi fondasi yang kokoh untuk langkah-langkah dakwah selanjutnya yang lebih luas dan terstruktur.
Panitia telah mempersiapkan agenda lanjutan yang akan dilaksanakan pada bulan berikutnya. Pada kesempatan selanjutnya, program “Gerakan Subuh Jamaah Round Go To Masjid” direncanakan akan menyambangi wilayah Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kartasura, memperluas jangkauan dakwah mereka.
Dengan demikian, perjalanan dakwah yang diusung oleh Muhammadiyah Sukoharjo ini mulai menemukan arah yang semakin luas dan menjangkau lebih banyak pihak. Setiap masjid yang disambangi berpotensi besar untuk menjadi titik temu bagi jemaah, komunitas, dan wadah untuk bertukar gagasan-gagasan kebaikan yang konstruktif.
Pada akhirnya, inisiatif kecil yang dimulai dari Masjid An Nur ini membawa sebuah pesan yang mendalam dan sederhana: bahwa dakwah akan tumbuh semakin kuat dan berdampak ketika semakin banyak orang bergerak bersama, berkolaborasi, dan berpindah dari satu masjid ke masjid lain, menyebarkan semangat kebaikan dan persatuan.












