KlikMojok – Pada suatu Selasa yang seharusnya tenang, tepatnya tanggal 22 September 2026, ketenangan di Jalan Sultan Agung Barat, RT 06/RW 04, Desa Sungonlegowo, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, tiba-tiba terusik oleh kobaran api. Sebuah kebakaran rumah melanda kediaman milik Sutini, menghanguskan bagian belakang yang meliputi kamar dan dapur, dan meninggalkan jejak pertanyaan tentang sebuah kelalaian kecil yang berujung fatal.
Kisah ini bermula dari sensasi panas yang tidak biasa. Seorang kerabat pemilik rumah, yang saat itu masih berada di dalam bangunan, mula-mula merasakan hawa panas yang menyengat. Tak lama kemudian, pemandangan mengerikan terhampar di hadapannya: api sudah berkobar hebat, melahap bagian kamar belakang dan dapur. Kekagetan bercampur panik itu segera disusul oleh dugaan awal yang mengejutkan, sebagaimana disampaikan oleh Perangkat Desa Sungonlegowo, Arif Rahman. “Api diduga berasal dari obat nyamuk yang lupa dimatikan,” ujar Arif Rahman, menggarisbawahi bagaimana sebuah benda rumah tangga yang umum dan dianggap remeh bisa menjadi pemicu bencana.
Obat nyamuk bakar, sebuah solusi sederhana yang akrab di hampir setiap rumah tangga Indonesia untuk mengusir serangga pengganggu, seringkali ditempatkan di sudut-sudut ruangan, kadang terlupakan dalam rutinitas sehari-hari. Insiden di Gresik ini menjadi pengingat pahit tentang potensi bahaya yang tersembunyi di balik kenyamanan tersebut. Kelalaian kecil, seperti lupa mematikan atau menempatkan obat nyamuk terlalu dekat dengan material mudah terbakar, dapat memicu malapetaka yang tidak terduga.
Melihat api yang terus membesar dan mengancam seisi rumah, kerabat Sutini tak buang waktu. Ia segera meminta bantuan warga sekitar dan perangkat desa, yang kemudian dengan sigap menghubungi petugas pemadam kebakaran dari Pos Dukun. Respon cepat dari masyarakat dan koordinasi yang baik menjadi kunci dalam upaya meminimalisir dampak lebih lanjut. Tak lama berselang, petugas Damkar Gresik yang, secara ironis, baru saja selesai melakukan evakuasi kucing, langsung bergerak cepat menuju lokasi kebakaran di Desa Sungonlegowo.
Dengan lima personel Damkar Gresik yang dikerahkan, upaya pemadaman segera dilakukan. “Kami langsung melakukan pembasahan pada area sekitar titik kebakaran untuk memastikan api tidak kembali menjalar,” ujar A. Fathoni, salah satu petugas Damkar Gresik, menjelaskan strategi krusial untuk mengisolasi api dan mencegahnya meluas ke area lain. Setelah perjuangan yang intens, api berhasil dikuasai. Petugas kemudian memastikan kondisi lokasi benar-benar aman dan situasi telah kondusif sebelum kembali ke Pos Dukun, meninggalkan rumah Sutini dengan bagian belakang yang hangus, namun setidaknya api tidak merembet lebih jauh.
Syukurlah, dalam insiden kebakaran rumah ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Namun, kerugian materiil tentu tak terhindarkan. Kisah ini, yang berawal dari sebuah obat nyamuk yang terlupakan, adalah sebuah pelajaran berharga bagi kita semua. Ia mengingatkan akan pentingnya kewaspadaan dan kehati-hatian dalam setiap aspek kehidupan rumah tangga, terutama yang berkaitan dengan sumber api. Pencegahan kebakaran bukan hanya tanggung jawab petugas, melainkan dimulai dari kesadaran dan tindakan kecil setiap individu di rumah. Memastikan obat nyamuk mati sempurna, menjauhkannya dari benda mudah terbakar, dan selalu memeriksa peralatan listrik sebelum meninggalkan rumah adalah langkah-langkah sederhana yang dapat mencegah tragedi serupa terulang kembali. Sebab, bara api terkadang muncul dari hal-hal yang paling tak terduga, dan pendidikan tentang keselamatan adalah perisai terbaik kita.












