KlikMojok – Ratusan murid SD Muhammadiyah Kompleks Gresik (SD Mugres) Kampus A pada Jumat, 18 September 2026, berpartisipasi dalam kegiatan Happy Friday yang unik dan edukatif. Bertempat di Lapangan A.R. Fakhruddin Square, acara ini secara khusus mengajak mereka untuk mengenal lebih dekat berbagai jenis umbi-umbian, memahami manfaatnya sebagai pangan lokal yang kaya gizi, serta mempelajari beragam cara pengolahannya menjadi makanan yang menarik dan lezat.
Kegiatan Happy Friday ini menjadi sarana penting bagi murid untuk berinteraksi langsung dengan bahan pangan lokal. Selain itu, mereka juga diajak untuk memahami nilai gizi yang terkandung dalam umbi-umbian serta potensi pengolahannya menjadi berbagai hidangan yang tidak hanya sehat tetapi juga menggugah selera.
Acara Happy Friday dibuka secara resmi oleh Cristalina Riya Ristanti, S.Pd., selaku Kepala Urusan Kesiswaan Kampus A. Sebanyak 724 murid, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6, turut serta dalam kegiatan ini. Materi utama yang disampaikan berfokus pada pengenalan berbagai jenis umbi-umbian yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sesi pengenalan tersebut, murid-murid diajak untuk mengidentifikasi sejumlah jenis umbi, meliputi singkong, ketela, kentang, serta berbagai varietas ubi jalar. Tujuan dari pengenalan ini adalah untuk memperluas wawasan murid bahwa umbi-umbian tidak hanya dapat dikonsumsi sebagai makanan pokok atau camilan biasa, tetapi juga memiliki potensi besar untuk diolah menjadi beragam produk pangan inovatif.
Fadjar Ambaristi, S.Pd., seorang guru SD Mugres yang bertindak sebagai narasumber utama, memberikan penjelasan komprehensif kepada para murid. Ia menguraikan tentang macam-macam umbi, manfaatnya yang signifikan bagi kesehatan tubuh, serta berbagai metode pengolahan yang dapat mengubahnya menjadi makanan yang lebih bervariasi dan bernilai tambah.
Murid-murid mendapatkan pemahaman bahwa bahan pangan sederhana seperti singkong, kentang, ketela, dan ubi jalar memiliki fleksibilitas untuk diolah menjadi berbagai jenis makanan. Contohnya termasuk keripik renyah, tepung serbaguna, hingga olahan pangan lain yang memiliki nilai jual.
“Umbi-umbian memiliki banyak jenis dan manfaat. Bahan-bahan tersebut juga dapat menjadi makanan yang enak dan memiliki nilai tambah. Misalnya, singkong dapat menjadi keripik atau tepung, begitu juga dengan jenis umbi lainnya,” ujar Ambar, sapaannya, menjelaskan potensi umbi-umbian.
Pengetahuan yang didapatkan ini menjadikan kegiatan Happy Friday lebih dari sekadar aktivitas kebersamaan di luar kelas. Murid-murid juga memperoleh pembelajaran kontekstual yang relevan dengan bahan pangan yang sehari-hari mereka temui.
Melalui observasi langsung terhadap berbagai jenis umbi, murid dapat lebih mudah membedakan bentuk, karakteristik, serta cara pemanfaatan masing-masing umbi dengan lebih akurat.
Bagi murid kelas 1, kegiatan ini menjadi pengalaman baru yang berharga untuk mengenal bahan makanan yang mungkin selama ini hanya mereka jumpai dalam bentuk makanan siap santap tanpa mengetahui bentuk aslinya.
Salah satu murid, Mutiah Sabrina dari kelas 1 K.H. Fachrodin, mengungkapkan kegembiraannya dapat mengikuti kegiatan ini dan melihat langsung berbagai jenis umbi-umbian.
“Saya senang mengikuti Happy Friday karena bisa melihat dan mengenal macam-macam umbi. Saya juga jadi tahu kalau umbi bisa menjadi berbagai makanan,” kata Mutiah Sabrina dengan antusias.
Pengenalan pangan melalui kegiatan semacam ini merupakan bagian dari upaya sekolah untuk menyajikan pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif. Murid tidak hanya menerima informasi melalui penjelasan verbal di dalam kelas, tetapi juga dapat mengenal objek pembelajaran secara lebih dekat melalui kegiatan praktis dan kebersamaan.
Cristalina Riya Ristanti menambahkan bahwa kegiatan Happy Friday ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus memperkaya wawasan murid. Menurutnya, acara ini merupakan salah satu kesempatan berharga bagi murid untuk mempelajari hal-hal sederhana yang ada di lingkungan sekitar mereka.
“Melalui Happy Friday, kami ingin anak-anak mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan. Harapan kami, pengenalan umbi-umbian ini dapat menambah wawasan mereka tentang jenis pangan yang ada di sekitar dan manfaatnya,” pungkas Rista, panggilan akrabnya, menegaskan tujuan dari kegiatan ini.












