KlikMojok – Pada Kamis, 17 September 2026, pukul 10.00 WIB, sebanyak 13 asatizah atau guru SMP eLKISI berpartisipasi dalam kegiatan monitoring perangkat pembelajaran. Kegiatan penting ini diselenggarakan bersama dengan pengawas dari Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto dan bertempat di Aula Briefing Pondok Pesantren Islamic Center (PPIC) eLKISI.
Dr. Akhmad Kuncoro, M.Kom., selaku Kepala SMP eLKISI, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, beliau menekankan kesiapan penuh pihak sekolah untuk mengikuti proses monitoring ini. Lebih lanjut, Dr. Kuncoro juga secara terbuka mengharapkan adanya koreksi, masukan, serta arahan yang konstruktif guna menyempurnakan perangkat pembelajaran yang telah disusun oleh para guru.
Sementara itu, Drs. H. Sunartono, M.M., yang bertindak sebagai Pengawas SMP dari Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, memulai pemeriksaan. Beliau meninjau berbagai perangkat yang secara rutin digunakan oleh para guru dalam proses perencanaan dan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.
Pelaksanaan monitoring ini juga memiliki fungsi ganda sebagai bagian integral dari upaya pembinaan. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi tingkat kelengkapan perangkat pembelajaran serta menemukan aspek-aspek yang masih memerlukan perbaikan atau penyempurnaan lebih lanjut.
Secara spesifik, dalam sesi monitoring tersebut, Drs. H. Sunartono melakukan pemeriksaan mendalam terhadap beberapa dokumen penting. Dokumen-dokumen yang diperiksa meliputi kalender pendidikan, program tahunan (prota), program semester (promes), modul ajar, alur tujuan pembelajaran (ATP), daftar nilai siswa, serta perencanaan asesmen sumatif.
Selain itu, Sunartono turut menyoroti betapa esensialnya keberadaan rubrik penilaian yang selaras dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Ia berpendapat bahwa setiap guru wajib memiliki kriteria serta interval nilai yang terdefinisi dengan jelas. Hal ini sangat penting sebagai landasan objektif dalam melaksanakan penilaian terhadap kemajuan peserta didik.
Berdasarkan hasil pemeriksaan menyeluruh yang telah dilakukan, Sunartono menyimpulkan bahwa mayoritas persyaratan pembelajaran di SMP eLKISI sudah berhasil terpenuhi.
“Sekitar 90 persen SMP eLKISI sudah memenuhi persyaratan pembelajaran,” kata Sunartono. Ia menambahkan, “Namun, masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi dalam waktu dekat.”
Lebih lanjut, Sunartono menjelaskan bahwa fase pendampingan berikutnya akan difokuskan secara khusus. Pendampingan tersebut akan diarahkan pada proses penyusunan dan penyempurnaan modul ajar, serta Alur Tujuan Pembelajaran (ATP).
“Kami juga ingin menyempatkan waktu untuk duduk bersama dengan para asatizah dalam menyusun dan menyempurnakan Modul Ajar serta Alur Tujuan Pembelajaran,” tegas Sunartono.
Sunartono turut memberikan penekanan penting mengenai perangkat pembelajaran. Menurutnya, kelengkapan administratif saja tidaklah cukup. Perangkat tersebut juga harus mampu diimplementasikan secara efektif dalam setiap kegiatan belajar mengajar di kelas.
Oleh karena itu, pendampingan yang diberikan secara langsung kepada para guru menjadi elemen krusial. Ini merupakan salah satu bagian tak terpisahkan dari keseluruhan proses pembinaan yang akan berlanjut setelah tahap monitoring awal selesai dilaksanakan.
Menjelang penutupan kegiatan, Dr. Akhmad Kuncoro menyampaikan bahwa seluruh hasil dari monitoring yang telah dilakukan akan dimanfaatkan secara optimal. Hasil tersebut akan dijadikan sebagai bahan evaluasi yang berharga, baik bagi pihak sekolah secara keseluruhan maupun bagi para guru secara individu.
“Harapannya, kami akan terus berbenah dan ke depannya dapat melaksanakan semuanya secara maksimal,” pungkas Kuncoro.
Acara monitoring dan pembinaan ini kemudian diakhiri dengan pembacaan doa kafaratulmajlis.












